Monday, 31 October 2016

Sistem Akuifer Dan Geologi Air Tanah

Pengertian Sistem Akuifer Dan Geologi Air Tanah

Beberapa istilah penting yang merupakan bagian dari hidrogeologi dijelaskan definisinya, yaitu:

a. Akuifer

Definisi akuifer ialah lapisan-lapisan, formasi, atau kelompok formasi satuan geologi yang permeable baik yang terkonsolidasi (lempung, misalnya) maupun yang tidak terkonsolidasi (pasir) dengan kondisi jenuh air dan mempunyai suatu besaran konduktivitas hidraulik (K) sehingga dapat membawa air (atau air dapat diambil) dalam jumlah kuantitas yang ekonomis.

b. Akuiklud

Definisinya ialah lapisan-lapisan, formasi, atau kelompok formasi satuan geologi yang kedap (impermeable) dengan nilai konduktivitas hidraulik yang sangat kecil sehingga tidak memungkinkan air melewatinya. Dapat dikatakan juga merupakan lapisan pembatas atas dan bawah suatu akuifer terbatas.

c. Akuitar

Definisinya ialah lapisan-lapisan, formasi, atau kelompok formasi satuan geologi yang permeable dengan nilai konduktivitas hidraulik yang kecil namun masih memungkinkan air melewati lapisan ini walaupun dengan gerakan yang lambat. Dapat dikatakan juga merupakan lapisan pembatas atas bawah suatu akuifer semi terbatas.

d. Akuifer Terbatas

Merupakan akuifer yang jenuh air yang dibatasi oleh lapisan atas dan bawahnya merupakan akuiklud dan tekanan airnya lebih besar dari tekanan atmosfir. Pada lapisan pembatasnya tidak ada air yang mengalir (no flux).

e. Akuifer Semi Terbatas

Merupakan akuifer yang jenuh air yang dibatasi oleh lapisan atas berupa akuitar dan lapisan bawahnya merupakan akuiklud. Pada lapisan pembatas di bagian atasnya karena bersifat akuitar masih ada air yang mengalir ke akuifer tersebut (influx) walaupun hidraulik konduktivitasnya jauh lebih kecil dibandingkan hidraulik konduktivitas akuifer. Tekanan airnya pada akuifer lebih besar dari tekanan atmosfer.

f. Akuifer Tidak Terbatas

Merupakan akuifer jenuh air (saturated). Lapisan pembatasnya, yang merupakan akuitar, hanya pada bagian bawahnya dan tidak ada pembatas akuitar di lapisan atasnya, batas dilapisan atas berupa muka air tanah. Dengan kata lain merupakan akuifer yang mempunyai muka air tanah.

g. Akuifer Semi Tidak Terbatas

Merupakan akuifer yang jenuh air (saturated) yang dibatasi hanya lapisan bawahnya yang merupakan akuitar. Pada bagian atasnya ada lapisan pembatas yang mempunyai konduktivitas hidraulik lebih kecil dari pada konduktifitas hidraulik dari akuifer. Akuifer ini juga mempunyai muka air tanah yang terletak pada lapisan pembatas tersebut.

h. Akuifer Artesian

Merupakan confined aquifer di mana ketinggian hidrauliknya (potentiometric surface) lebih tinggi dari pada muka tanah. Oleh karena itu apabila pada akuifer ini dilakukan pengeboran maka akan timbul air yang memancur (spring), karena air yang keluar dari pengeboran ini berusaha mencapai ketinggian hidraulik tersebut (Robert, 1996).

Pengertian Air Tanah

Pengertian Air Tanah

Menurut Namowitz dan Stone (1960), kehadiran air dibagian atas kerak bumi menunjukkan dirinya dalam banyak cara. Air dapat meledak dalam letusan yang mengepul/geyser, mendidih dalam sumber air panas, tuangakan dari celah batu di teras fantastis mineral bewarna atau menetes terus dari mata air lereng bukit. Di bawah permukaan dapat merembes perlahan melalui mantel ke dalam rawa-rawa, danau, sungai, dan sumur atau menjalankan misterius melalui gua-gua bawah tanah.

Air Tanah

Air yang meresap ke dalam tanah akan membentuk suatu sistem aliran air bawah permukaan yang disebut dengan air tanah, yang akan berbeda dengan masing-masing daerah tergantung dari litologi dan bentang alamnya. Litologi atau lapisan batuan yang mengandung air tanah disebut lapisan akuifer. Air tanah mengalir dari daerah yang lebih tinggi (daerah tangkapan) ke daerah yang lebih rendah (daerah buangan) menuju laut. Daerah tangkapan didefinisikan sebagai bagian dari suatu daerah aliran (catchment area) dimana aliran air tanah jenuh menjauhi permukaan tanah, sedangkan daerah buangan didefinisikan sebagi bagian dari catchment area dimana aliran air tanah menuju permukaan air tanah (Iskandarsyah, 2008 di dalam Kinanti, 2011).

Air tanah (groundwater) biasanya terdapat di akuifer, suatu daerah di bawah permukaan bumi yang terdiri dari bebatuan dan partikel tanah yang tidak terkonsolidasi. Akuifer ini mampu untuk menyalurkan dan menyimpan air. Jumlah air yang tersimpan sebagai air tanah tidak lebih dari 1% jumlah total air di bumi (Indarto, 2010).

Saat ini air tanah dimanfaatkan untuk berbagai keperluan baik itu industri, domestik ataupun irigasi. Di Amerika Serikat diperkirakan bahwa air tanah dipakai oleh hampir separuh penduduknya dan untuk kebutuhan air irigasi, sepertiganya berasal air tanah. Di kota-kota besar pemanfaatan air tanah sudah berlangsung lama baik itu untuk industri, perhotelan, dan kebutuhan penduduk. Yang harus diperhatikan bahwa volume air tanah di suatu daerah mempunyai kapasitas yang terbatas, sehingga pengelolaan air tanah harus memperhatikan prinsip-prinsip keseimbangan air yang ada. Bilamana suatu confined akuifer diambil airnya secara bebas (tidak teratur) sehingga kondisi akuifer tersebut berubah dari kondisi jenuh air menjadi tak jenuh air maka karakterisktik akuifer tersebut akan berubah dan tidak akan kembali seperti semula walaupun kondisi tak jenuh air ini dikembalikan lagi menjadi kondisi jenuh air. Ini berarti perubahan suatu kondisi alam akan mempengaruhi sifat-sifat dari suatu bagian alam tersebut yang tidak dapat kembali lagi ke bentuk kondisi semula. Di samping itu, pengelolaan sumber air tanah yang tidak teratur akan menimbulkan permasalahan seperti intrusi air laut dan lain-lain (Robert, 1996).

Daftar Pustaka:
  • Indarto, 2010. Hidrologi; dasar teori dan contoh aplikasi model hidrologi. Jakarta: Bumi Aksara.
  • Namowitz, Stone. 1960. Earth Science the World We Live In. D. Van Nostrand Company, inc: Canada.
  • Robert J. Kodoatie. 1996. Pengantar hidrogeologi. Yogyakarta. Andi.

Pengertian Vulva Hygiene

Pengertian Vulva Hygiene

Vilva hygiene adalah perawatan diri pada organ eksternal yang terdiri atas mons veneris, terletak didepan simpisis pubis, labia mayora yang merupakan dua lipatan besar yang membentuk vulva, labia minora dua lipatan kecil diantara atas labia mayora, klitoris, kemudian juga bagian yang terkait disekitarnya seperti uretra, vagina, perineum, dan anus (Musrifatul, 2006).

Cara Melakukan Vulva Hygiene

Seharusnya, merawat organ intim tanpa kuman dilakukan sehari-hari mulai bangun tidur dan mandi pagi. Daerah disekitar vagina harus dibersihkan dengan sabun, sama halnya seperti bagian tubuh yang lainnya. Membersihkan organ intim wanita tidak perlu sampai kebagian dalamnya, cukup pada bagian luar permukaan vagina saja. Terpenting, mengeringkan daerah disekitar vagina sebelum berpakaian. Sebab, bila tidak dikeringkan, akan menyebabkan celana dalam yang dipakai menjadi basah dan lembab. Selain tidak nyaman dipakai, celana basah dan  lembab berpotensi mengandung bakteri dan jamur.

Beberapa wanita, ada yang dengan sengaja terbiasa menaburkan bedak di vagina dan di sekitarnya. Tujuannya agar organ intimnya menjadi harum dan kering sepanjang hari. Cara itu tidak dianjurkan karena ada kemungkinan bedak tersebut akan menggumpal disela-sela lipatan vagina yang sulit terjangkau tangan untuk dibersihkan. Bila dibiarkan, tumpukan bedak ini lama kelamaan akan mengandung kuman. Ini disebabkan karena struktur vagina yang memiliki banyak lipatan (rugae), sehingga dianjurkan untuk membilas dan menggosok bagian vagina dengan cermat terutama setelah buang air kecil. Hal ini dimasukan untuk mencegah tertinggalnya sisa air kemih maupun kotoran lainnya. Setelah itu keringkan vagina dengan menggunakan tissue ataupun handuk kecil. Bila celana dalam terkena cipratan air kemih atau air bilasan, usahakan untuk segera diganti dengan celana kering. Yang paling baik, disediakan celana dalam ganti di dalam tas kemanapun juga untuk berjaga-jaga.

Celana dalam ikut menentukan kesehatan organ intim. Bahan yang paling baik dari katun, karena dapat menyerap keringat dengan sempurna. Celana dalam dari bahan satin ataupun bahan sintetik lainnya, justru menyebabkan organ intim menjadi panas dan lembab. Bahan pakaian luarpun perlu diperhatikan oleh seorang wanita. Bahan dari jins memiliki pori-pori yang sangat rapat, sehingga tidak memungkinkan udara untuk mengalir secara leluasa.

Rok atau celana berbahan kain lebih dianjurkan, terutama bagi wanita yang sedang mengalami haid dan gemuk. Darah yang keluar saat haid menyebabkan darah sekitar vagina menjadi lebih lembab dari pada biasanya. Untuk itu harus pula diperhatikan lebih cermat dibandingkan pada hari biasanya. Idealnya, pembalut saat haid diganti setiap habis mandi dan selesai buang air kecil walau hal ini prakteknya sulit untuk dilakukan. Dianjurkan untuk mengganti pembalut 4-5 kali sehari disaat darah haid sedang banyak-banyaknya. Bila ada hari-hari haid terakhir, cukup mengganti pembalut 3 kali sehari yaitu pada bagi, sore dan malam hari. 

Perlu diketahui darah haid merupakan tempat idealnya bagi pertumbuhan bakteri dan jamur penyebab keputihan dan infeksi. Kalau seharian terus-menerus memakai pembalut tanpa diganti akan menimbulkan rasa gatal disekitar vagina.

Kalau gatal itu digaruk, dapat menyebabkan luka lecet. Jika luka lecet tersebut mengalami kontak dengan darah haid yang penuh dengan bakteri, bisa dipastikan akan memperparah keadaan luka tersebut.

Tips merawat antara lain:
  1. Mencuci vagina setiap hari.
  2. Usahakan dalam keadaan kering.
  3. Hindari celana dalam yang ketat.
  4. Usahakan celana dalam dari bahan katun.
  5. Gunakan sabun khusus pembersih vagina dengan pH 4-5.
Untuk mengurangi kelembaban disekitar daerah organ intim wanita, sebaiknya menggunakan panty liner. Beberapa hari menjelang dan sesudah haid, biasanya wanita akan mengalami keputihan normal (bukan penyakit) sebagai akibat pengaruh hormon. Pada saat seperti itu, pemakaian panty liner pun sebaiknya tidak dipakai terus menerus dari pagi sampai sore hari. Sebaiknya panty liner juga diganti siang hari meskipun sekilas terlihat kering dan bersih, karena bisa saja dipermukaan panty liner tersebut terdapat cairan keputihan atau sisa air kemih yang menempel.
  
Sebab, bila tidak segara diganti, maka bakteri dan kotoran akan kontak kembali dengan permukaan luar vagina sehingga mengakibatkan inveksi dan keputihan abnormal. Pemakaian panty liner terus menerus tiap hari juga sangat tidak dianjurkan jika tidak dalam keadaan keputihan, karena panty liner akan menutup aliran udara disekitarnya sehingga menyebabkan kondisi disekitar vagina menjadi panas dan semakin lembab.

Panty liner sebaiknya tidak digunakan pada saat haid tapi diluar waktu haid. Jenis apa yang akan dipilih tergantung selera dan ketahanan kulit masing-masing wanita. Yang jelas ada dua pilihan, yakni yang mengandung parfum dan nonparfum.

Biasanya wanita lebih menyukai panty liner dengan parfum. Alasannya, mereka merasa daerah organ intimnya menjadi lebih wangi seperti memakai bedak. Pemakaian tissue untuk membersihkan vagina usai air kecil tidak menyehatkan. Ini karena tissue tidak mampu untuk mengangkat semua kotoran yang masih melakt pada organ intim. Selain itu tissue juga belum tentu steril (bebas kuman). Ada tissue yang terbuat dari serbuk kayu yang bisa jadi telah tercemar jamur pada saat proses pembuatannya. Membersihkan vagina dengan air akan lebih baik dibandingkan dengan tissue. Yang penting diingat bahwa setelah membasuh vagina usai buang air kecil, vagina harus dikeringkan, jangan biarkan vagina dalam keadaan basah. Atau kalau terpaksa menggunakan tissue, sebaiknya tissue dibasahkan dulu karena tissue kering tidak mampu menyerap habis sisa air seni dan kotoran yang menempel disekitar vagina.

Terpenting kondisi organ intim wanita harus dalam keadaan kering. Sebab kalau lembab atau basah bisa menjadi tempat bertumbuhnya jamur dan kuman. Untuk menjaga agar tetap kering bisa menggunakan panty liner atau tissue (Pribakti, 2012).

Menurut Hidayat (2008), vulva hygiene merupakan tindakan pada pasien yang tidak mampu membersihkan vulva sendiri. Tujuannya adalah mencegah terjadinya infeksi pada vulva dan menjaga kebersihan vulva. Dan membersihkan alat kelamin wanita harus cuci tangan terlebih dahulu sebelum menyentuhnya dengan menggunakan air bersih (Saleha, 2009). Dan menurut Mubarak (2007), tujuan perawatan perineum adalah untuk mencegah dan mengontrol infeksi, mencegah kerusakan kulit, meningkatkan kenyamanan, serta mempertahankan kebersihan diri. Pada wanita, perawatan pirenium dilakukan dengan membersihkan area genetalia eksterna pada saat mandi. Umumnya wanita lebih suka melakukannya sendiri tanpa bantuan orang lain apabila mereka masih mampu secara fisik.

 




Pengertian Remaja

Pengertian Remaja

Seringkali dengan gampang seseorang mendefinisikan remaja sebagai periode transisi antara masa anak-anak ke masa dewasa, atau masa usia belasan tahun, atau seseorang yang menunjukan tingkah laku tertentu seperti susah tidur, mudah terangsang perasaanya, dan sebagainya.

Dalam ilmu kedokteran dan ilmu-ilmu lain yang terkait (seperti biologi dan ilmu faal) remaja dikenal sebagai suatu tahap perkembangan fisik ketika alat-alat kelamin manusia mencapai kematangannya.

Pada tahun 1974, WHO memberikan definisi tentang remaja yang lebih bersifat konseptual. Dalam definisi tersebut dikemukakan tiga kriteria, yaitu biologis, psikologis, dan sosial ekonomi. Maka secara lengkap definisi tersebut berbunyi sebagai berikut:

a. Remaja adalah suatu masa ketika:
  1. Individu berkembang dari saat pertama kali ia menunjukan tanda-tanda seksual sekundernya sampai saat ia mencapai kematangan seksual.
  2. Individu mengalami perkembangan psikologis dan pola identifikasi dari kanak-kanak menjadi dewasa. Terjadi peralihan dari ketergantungan sosial-ekonomi yang penuh kepada keadaan yang relatif lebih mandiri (Sarwono, 2006).

Cara Pengurusan BPKB Dan STNK Baru Untuk Dealer dan Importir

Cara Pengurusan BPKB Dan STNK Baru Untuk Dealer dan Importir Kendaraan Bermotor

Pengurusan BPKB dan STNK baru harus kepihak kepolisian dan hal ini disebut juga dengan pendaftaran kendaraan bermotor baru. Pengurusan BPKB dan STNK baru ini biasanya dilakukan oleh pengusaha dealer atau importir kendaraan bermotor dari luar negeri masuk ke Indonesia untuk dijual kepada konsumen. Konsumen yang ingin membeli kendaraan bermotor baru biasanya akan diminta untuk melengkapi peryaratan berupa dokumen dan kendaraan akan didaftarkan atas nama pembeli. Adapun persyaratan yang harus dipenuhi oleh pembeli dan dealer atau importir dalam pengurusan BPKB dan STNK baru, adalah sebagai berikut:

a. Persyaratan Administratif
  1. Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau surat identitas lainnya atas nama pemilik atau calon pemilik kendaraan bermotor.
  2. Faktur pembelian dari dealer.
  3. Pemberitahuan pemasukan barang untuk dipakai (PPUD/invoerpas)/dokumen pemasukan barang.
  4. Model completely knock down (CKD), yakni mobil yang diimpor kemudian dirakit di dalam negeri, tidak berlaku untuk sepeda motor.
  5. Formulir B untuk kendaraan bermotor yang mendapatkan fasilitas penangguhan bea cukai.
  6. Formulir C untuk kendaraan bemotor yang telah mengembalikan fasilitas formulir B dan telah melunasi kewajiban bea masuk.
  7. Formulir A untuk kendaraan yang diimpor assembler dengan partai besar atau jumlah banyak.
b. Prosedur Pengurusan
  1.  Impotir membayar bea masuk ke Bea dan Cukai untuk mendapatkan formulir C.
  2. Setelah mendapat formulir C, faktur pembelian dan pas impor barang (PIB), dan KTP didaftarkan ke Polda untuk dilakukan cek fisik kendaraan bermotor antara lain nomor rangka dan nomor mesin.
  3. Pemohon membayar bea balik nama dan pajak kendaraan bermotor.
  4. Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) dalam waktu kurang lebih 14 hari kerja dan akan segera diterbitkan dan BPKB akan terbit memakan waktu sekitar 60 hari kerja.

Sunday, 30 October 2016

Organ Reproduksi Wanita

Anatomi dan Fisiologi Organ Reproduksi Wanita

Organ genital wanita dibagi menjadi dua bagian, yaitu interna dan eksterna. Arteri pudendi yang merupakan cabang arteria femoralis memberikan vaskularisasi ke genital eksterna. Sebagian drainasenya menuju ke limfonodi inguinalis dan sebagian ke limfonodi iliaka eksterna. Cabang nervus pudendus dan nervus perinaelis yang memberikan inervasi ke vulva, yaitu:

a. Organ reproduksi eksterna, terdiri dari:

1. Mons pubis

Suatu bantalan jaringan lemak yang ditutupi kulit, yang terletak di atas simfisis pubis. Setelah pubertas akan ditumbuhi (pubis).

2. Labia mayora

Dua lipatan membulat besar jaringan lemak yang tertutupi oleh kulit yang bertemu didepan pada mons pubis. Pada saat kedua labia mayora berjelan ke belakang ke arah anus, kedua labia menjadi lebih datar dan menuju ke depan korpus perinealis. Permukaan sebelah dalam labia mayora halus dan mengandung banyak keringat (glandula sudorifera) dan kelenjar minyak (glandula sebasea), sedangkan permukaan luarnya setelah pubertas akan tertutupi oleh rambut.

3. Labia minora

Dua lipatan yang berwarna merah muda yang lebih kecil terletak memanjang dibagian dalam labia mayora. Kedua labia minora ini halus, tidak tertutup oleh rambut, tetapi mengandung sejumlah glandula sudorifera dan glandula sebasea. Daerah yang ditutupi oleh labia minora disebut vestibulum. Masing-masing labia minora terbagi menjadi dua lipatan dibagian anterior. Lipatan bagian atas mengelilingi klitoris dan bertemu untuk membentuk prepusium. Dua lipatan bagian bawah melekat pada permukaan bawah klitoris dan disebut frenulum. Di bawah posterior kedua labia minora bertemu dan membentuk lipatan tipis yang disebut fossa vestibula vaginae (fourchette), yang dapat mengalami robekan pada terjadinya robekan perineum pada saat melahirkan.

4. Klitoris

Merupakan struktur terkecil sangat sensitif dan erektil yang terletak di dalam lipatan prepusium dan frenulum. Klitoris terdiri dari dua korpus yaitu korpora kavernosa yang terletak  berdampingan satu sama lain dan memanjang ke belakang melekat pada periosteum dari korpus ossis pubis. Klitoris merupakan struktur yang dapat disertakan dengan penis pada pria, tetapi tidak seperti penis diklitoris tidak terdapat uretra.

5. Vestibulum

Terdapat enam muara pada vestibulum.

6. Maetus Uretra (ostium uretra eksterna, OUE)

Terletak 2 cm di bawah klitoris.

7. Dua duktus skene

Muara duktus skene berjalan sejajar dengan uretra sepanjang kira-kira 6 mm, dan kemudian bermuara pada kedua sisi OUE.

8. Ostium vaginae atau introitus vagina

Menempati 2/3 bagian bawah vestibulum. Pada gadis (virgo intacta) ostium vaginae ini ditutupi oleh himen, yaitu suatu membran (selaput) berlubang yang dilewati darah menstruasi.

9. Dua duktus dan glandula bartholini

Glandula bartholini terletak dikedua sisi vagina, berada pada ligamentum triangulare. Bentuk dan besar kelenjar ini sebesar kacang kapri dan terdiri atas glandula racemosa dan menyekresi mucus. Duktusnya merupakan muara kelenjar tersebut bermuara diluar himen sehingga sekresi kelenjar tersebut mempertahankan genital eksterna tetap lembap.

b. Organ reproduksi interna, terdiri dari:

1. Vagina

Suatu saluran muskulo-membranosa yang menghubungkan uterus dengan vulva, terletak antara kandung kencing dan rektum. Dinding depan vagina (9 cm) lebih pendek dari dinding belakang (11 cm). Pada dinding vagina terdapat lipatan-lipatan yang berjalan sirkuler dan disebut rugea terutama pada bagian bawah vagina. Setelah melahirkan, sebagian dari rugea akan menghilang. Walaupun disebut lendir vagina, selaput ini tidak mempunyai kelenjar-kelenjar sama sekali sehingga tidak dapat menghasilkan lendir, mungkin lebih baik disebut kulit. Ke dalam puncak vagina menonjol ujung serviks. Bagian dari serviks yang menonjol kedalam vagina disebut porsio. Oleh porsio ini, puncak vagina dibagi dalam 4 bagian, yaitu forniks anterior, forniks posterior, forniks lateral kanan dan kiri. Vagina mempunyai faal penting sebagai saluran keluar dari uterus yang dapat mengalirkan darah waktu haid dan sekret dari uterus, sebagai alat persetubuhan, sebagai jalan lahir pada waktu partus. Sel-sel dari lapisan atas epitel vagina mengandung glikogen, glikogen ini menghasilkan asam susu oleh karena adanya basil. Basil doderlin membuat vagina mempunyai reaksi asam dengan pH 4,5 dan ini memberi proteksi terhadap invasi kuman.

2. Uterus

Dalam keadaan tidak hamil, terdapat dalam ruang uterus velvis minor diantara vesika urinaria dan rektum. Permukaan belakang sebagian besar tertutup oleh peritoneum sedangkan permukaan depan hanya dibagian atasnya saja. Bagian bawah dari permukaan depan melekat pada dinding belakang vesika urinaria. Uterus merupakan alat yang berongga, berbentuk sebagai bola lampu yang gepeng, dan terdiri dari dua bagian. Bagian korpus uteri diantara kedua pangkal tuba disebut fundus uteri (dasar rahim). Tepi kanan dan kiri tidak tertutup oleh peritoneum karena berbatasan dengan parametrium kanan atau kiri. Bentuk dan ukuran uterus sangat berbeda-beda tergantung pada usia dan pernah melahirkan anak atau belum. Pada anak-anak panjang uterus 2-3 cm, pada nulipara 6-8 cm, pada multipara 8-9 cm. Panjang korpus uteri terhadap serviks uteri juga berbeda-beda. Pada anak-anak panjang korpus uteri setengah dari panjangnya serviks uteri, pada gadis remaja sama panjangnya dengan serviks uteri, pada multipara korpus uteri 2 kali panjang serviks uteri. Kavum uteri (rongga rahim) berbentuk segitiga, lebar didaerah fundus dan sempit kearah serviks. Sebelah atas rongga rahim berhubungan dengan saluran telur (tuba fallopii) dan sebelah bawah dengan saluran leher rahim (kanalis servikalis). Hubungan antara kavum uteri dan kanalis sevikalis disebut OUI sedangkan muara kanalis servikalis ke dalam vagina disebut OUE. Ada 2 buah OUI yaitu OUI antomikum yang merupakan batas antara kanalis servikalis dan kavum uteri dan OUI histologikum adalah tempat pada kanalis sevikalis tempat selaput lendir kavum uteri berubah menjadi selaput lendir serviks. Tempat ini letaknya sedikit di bawah OUI anatomikum. Dinding rahim terdiri dari 3 lapisan.

3. Tuba fallopi

Alat ini terdapat pada tepi atas ligamentum latum, berjalam kearah lateral, mulai kornu uteri kanan-kiri. Panjangnya kurang lebih 12 cm dan diameter 3-8 mm. Fungsi utama tuba ialah untuk membawa ovum yang dilepaskan ovarium ke kavum uteri. Tuba ini di bedakan 4 bagian:
  • Pars interstisialis (intramularis): bagian tuba yang berjalan dalam dinding uterus, mulai pada ustiom internum tuba.
  • Pars isthmica: bagian tuba setelah keluar dari dinding uterus, merupakan bagian tuba yang lurus dan sempit.
  • Pers ampularis: bagian tuba antara pars isthmica dan infundibulum merupakan bagian tuba yang paling lebar dan berbentuk S.
  • Infundibulum: ujung dari tuba dengan umbai-umbai yang disebut fimbrie, lubangnya disebut ostium abdominal tubae.
4. Ovarium

Jumlahnya 2, di kanan dan di kiri uterus, dan dihubungkan dengan uterus oleh ligamentum ovarii propium dan dihubungkan dengan panggul dengan perantara ligamentum infudibulopelvikum. Disini terdapat pembuluh darah untuk ovarium yaitu arteri vena ovarika. Ovarium dibedakan menjadi:
  • Permukaan medial yang menghadap kearah kavum douglasi dan permukaan lateral.
  • Ujung atas yang berdekatan dengan tuba dan ujung bawah yang lebih dekat dengan uterus.
  • Tepi yang menghadap ke muka (margomesovarikus) melekat pada lembar belakang ligamentum latum dengan perantaraan mesovarium dan tepi yang menghadap kebelakang (margo fiber).
Ovarium letaknya pada dinding lateral panggul dalam sebuah lekuk yang disebut fossa ovarika Waldeyeri. Ovarium terdiri dari bagian luar (korteks) dan bagian dalam (medulla). Pada korteks terdapat folikel-folikel primordial. Pada medulla terdapat pembuluh darah, saraf, dan pembuluh limfa. 

5. Parametrium

Adalah jaringan ikat yang terdapat diantara kedua lembar ligamentum latum. Bagian atas ligamentum latum yang mengandung tuba disebut mesosalping dan bagian kaudalnya yang berhubungan dengan uterus disebut mesometrium. Pada sisi depan ligamentum latum berjalan ligamentum teres uteri, pada permukaan belakang ligamentum ovarii propium. Mesovarium merupakan lipat peritoneum untuk ovarium dan terdapat antara mesosalplink dan mesometrium. Pada parametrium sebelah bawah yang menyelubungi arteri dan vena uterin lebih padat dari jaringan sekitarnya, disebut ligamentum kardinal (Mira, 2009).

Pengertian Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK)

Pengertian Surat Tanda Nomor Kendaraan

Surat Tanda Nomor Kendaraan yang secara umum disingkat dengan (STNK) adalah tanda bukti registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor yang terdaftar/yang sudah didaftarkan di Polri tingkat Polda (kepolisian daerah) melalui pengurusan di kantor SAMSAT. Pendaftaran kendaraan bermotor ini mengacu pada pasal 172 PP No. 44 Tahun 1993 tentang kendaraan dan pengemudi, bahwa setiap kendaraan bermotor yang dioperasikan di jalan wajib didaftarkan. 

Tujuan dari diberlakukannya pendaftaran kendaraan bermotor ini ke kepolisian adalah untuk pengumpulan informasi dan data yang dapat digunakan sebagai berikut:
  1. Tertib administrasi.
  2. Pengendalian kendaraan yang dioperasikan di Negara Republik Indonesia.
  3. Mempermudahkan penyelidikan atas pelanggaran atau tindak kejahatan menyangkut kendaraan yang bersangkutan.
  4. Dalam rangka perencanaan, rekayasa, serta manajemen lalu-lintas dan angkutan jalan.
  5. Memenuhi data lainnya dalam rangka perencanaan pembangunan nasional.
STNK yang diterbitkan memuat data sebagai berikut:
  1. Nomor pendaftaran kendaraan bermotor.
  2. Nama dan alamat pemilik.
  3. Merek/tipe.
  4. Jenis.
  5. Tahun pembuatan dan perakitan.
  6. Isi silinder.
  7. Warna dasar kendaraan.
  8. Nomor rangka landasan kendaraan bermotor.
  9. Nomor motor penggerak/mesin.
  10. Jumlah beban yang diperbolehkan dan atau jumlah beban kombinasi yang diperbolehkan untuk mobil barang dan bus.
  11. Nomor BPKB.
  12. Masa berlaku STNK.
  13. Warna tanda nomor kendaraan bermotor.
  14. Jenis bahan bakar.
  15. Kode lokasi.
  16. Nomor urut pendaftaran.
Berikut istilah yang tercantum di STNK:
  1. BBN KB (Bea Balik Nama kendaraan bermotor) : Besarnya 10% dari harga motor (off the road)/harga faktur untuk motor baru, dan motor bekas(second) sebesar 2/3 pajak (PKB) nya.
  2. PKB (Pajak kendaraan bermotor) : Besarnya 1,5% dari nilai jual motor dan bersifat menurun tiap tahun, karena penyusutan nilai jual motor.
  3. SWDKLLJ (Sumbangan wajib dana kecelakaan lalu lintas jalan) : Sumbangan ini dikelola oleh jasa raharja.
  4. BIAYA ADM (Biaya administrasi) : Untuk motor baru tidak dikenakan dan apabila ganti plat nomor (5 tahun sekali) atau balik nama dikenai biaya ADM.
Denda Pajak Kendaraan Bermotor : Apabila jatuh tempo masa berlaku STNK belum melakukan perpanjangan maka akan dikenai denda PKB dan denda SWDKLLJ.

Perhitungan Denda PKB : 25% per tahun
  • Terlambat 3 bulan = PKB x 25% x 3/12
  • Terlambat 6 bulan = PKB x 25% x 6/12
Denda SWDKLLJ : besarnya Rp 32.000,- untuk roda 2  & Rp100.000,- untuk roda 4.

Contoh: si Andi punya motor dan terlambat bayar 6 bulan jumlah PKB tertera di STNK Rp 232.000,- & SWDKLLJ Rp 35.000,- maka Andi dikenakan denda keterlambatan sebesar:

(Rp232.000 x 25% x 6/12 ) + (Rp 32.000) = Rp 61.000,-

Total yang harus dibayar sebesar: Rp 232.000 + Rp35.000 + Rp 61.000 = Rp 328.000,-

"Demikian dan semoga dapat dipahami"

Daftar Pustaka:
  • https://ar-ar.facebook.com/notes/ntmc-korlantas-polri/pengertian-stnk-dan-penghitungan-pajaknya/447520648613246/

Penyakit Pada Sistem Reproduksi Wanita

Penyakit Pada Sistem Reproduksi Wanita

1. Gangguan Menstruasi

Dismenorea adalah nyeri uteri pada saat menstruasi. Dismenorea primer tidak dikaitkan dengan patologi pelvis dan bisa timbul tanpa penyakit organik. Itensitas dismenorea bisa berkurang setelah hamil atau pada umur 30 tahun. Dismenorea primer mengenai sekitar 50-70% wanita yang masih menstruasi. Sekitar 10% mengalami dismenorea sekunder timbul sebagai respon terhadap penyakit organik seperti PID, endomentriosis, fibroid uteri, dan pemakain IUD.

Amenorea (tidak ada menstruasi) ada dua bentuk, primer dan bisa skunder. Amenorea primer timbul apabila menstruasi pertama tidak terjadi pada umur 16 tahun. Amenorea primer bisa diakibatkan oleh kelainan genetik, endokrin, atau efek perkembangan kongenital.

Amenorea sekunder timbul apabila seorang wanita yang sudah menstruasi berhenti menstruasinya selama 3-6 bulan. Kadang-kadang tidak ada menstruasi, satu kali masih dianggap normal (Mary Baradero, 2007).

2. Kanker Ovarium

Neoplasma yang malignan pada ovarium bisa timbul pada semua golongan umur termasuk bayi dan anak-anak. Di Amerika Serikat, kanker ovarium mendapat urutan ke-5 yang lazim pada wanita, dan diantara kanker ginekologis. Kanker ovarium mempunyai moralitas yang tinggi. Setiap tahun ada sekitar 22.000 kasus dan sekitar 60% dari kasus-kasus ini meninggal dalam 5 tahun setelah diagnosis dibuat. Hal ini disebabkan karena kanker ovarium sudah menyebar sebelum diketahui.

Etiologi dan kanker ovarium belum bisa dimengerti dengan jelas, tetapi ada beberapa faktor yang dikaitkan dengan insiden kanker ovarium. Umur adalah faktor yang penting, dan penyakit timbul pada usia 50-60 tahun. Faktor ini adalah hereditas, endokrin, lingkungan, makanan, dan virus. Wanita yang masuk resiko tinggi adalah yang nulipara dengan sosioekonomi menengah dan atas. Apabila seorang wanita pernah mengalami kanker payudara, kemungkinan ia akan terkena kanker ovarium adalah 2 kali. Insiden kanker ovarium tinggi di daerah industri (faktor lingkungan). Kontak dengan talek dan abses: makanan tinggi daging, lemak hewan, konsumsi susu yang banyak (karena lemak dalam susu), juga dikaitkan dengan insiden kanker. Angka sintasan (survival) adalah 87% apabila penyakit diketahui dan diobati pada awal.

3. Kanker Endometrium

Kanker pada endometrium adalah kanker genikologis yang paling lazim yang mengenai wanita usia lebih dari 50 tahun. Kanker ini jarang timbul sebelum umur 40 tahun. Di Amerika Serikat, insiden kanker endometrium per tahun sekitar 33.000 kasus dan sekitar 4000 kematian yang dikaitkan dengan kanker endometrium. Selain umur, ada faktor lain yang dikaitakan dengan kanker endometrium, yaitu obesitas, diabetes, nulliparitas, menopause yang lambat (sesudah umur 52 tahun), dan pemakaian terapi estrogen. Penambahan progesteron pada terapi estrogen dapat menurunkan resiko kanker endometrium (Mary Baradero, 2007).

4. Infeksi Vagina

Beberapa infeksi khusus pada vagina meliputi Trichmonas vaginalis, dengan gejala leukorea encer sampai kental, berbau khas, gatal, dan rasa terbakar. Cara penularan pertama dengan hubungan seksula. Pengobatan dengan antibiotik metronidazol untuk suami dan istri secara bersamaan. Infeksi vagina lain adalah kandidiasis vaginitis, infeksi ini disebabkan oleh jamur Candida albicans. Leukorea berwarna putih, bergumpal, dan sangat gatal. Pada dinding vagina terdapat selaput yang melekat dan apabila dikorek mudah berdarah. Pengobatannya dengan Mycostatin sebagai obat minum atau dimasukan kedalam liang senggama selama beberapa minggu dan suaminya juga mendapat pengobatan (Manuaba, 2006).

5. Infeksi Kelenjar Bartholin

Infeksi ini terjadi karena penyakit kelamin yang disebabkan oleh bakteri gonorea, stapilokokus, atau streptokokus. Gejala infeksi ini pada keadaan akut adalah sukar berjalan karena adanya nyeri, pada pemeriksaan dijumpai pembengkakan kelenjar, padat, dan berwarna merah, sangat nyeri dan terasa panas disekitarnya. Pengobatan pada infeksi ini yaitu dengan insisi langsung untuk mengurangi pembengkakan dan mengeluarkan isinya, juga dengan pemberian antibiotik dosis tepat. Sebagian besar penderita sembuh, tetapi dapat menjadi menahun dalam bentuk kista Bartholin yang memerlukan tindikan marsupialisasi (operasi untuk menyembuhkan kista dengan membuka, mengeluarkan isi, dan menjahit tepi kista dengan tepi irisan kulit) atau akstirpasi (pengangkatan total) pada kistanya.

6. Penyakit Radang Panggul

Infeksi ini sebagian berkaitan dengan infeksi alat kelamin bagian atas (sekitar saluran indung telur, sekitar jaringan lunak rahim, infeksi indung telur). Juga berkaitan dengan infeksi jaringan sekitar panggul minor. Bentuk infeksi ini dapat mendadak (akut) dengan gejala nyeri dibagian perut bawah dan dapat menimbulkan demam tinggi. Bahaya utama infeksi ini adalah terjadi pelekatan setelah infeksi yang menyebabkan gangguan terhadap kemungkinan hamil atau kemandulan (infertilitas). Infeksi radang panggul perlu mendapat pengobatan, sehingga tercapai kesembuhan total dengan obat yang tepat dan dosis yang tepat. Oleh karena itu disarankan agar memathi petunjuk dokter dalam minum obat dan melakukan kontrol, sehingga tidak terjadi infeksi menahun yang menyebabkan perlekatan dan kemandulan (Manuaba, 2006).

Kandungan Kimia Dan Manfaat Tumbuhan Majapahit

Kandungan Kimia Dan Manfaat Tumbuhan Majapahit

Daun, batang, dan buah majapahit (Crescentia cujete L.) mempunyai kandungan kimia saponin dan polifenol. Di samping itu, buahnya juga mengandung flavonoid. Selain saponin, polifenol, dan flavonoid, menurut Ogbuagu (2008), daging buah majapahit juga mengandung alkoloid dan tanin. Berdasarkan beberapa hasil penelitian, senyawa-senyawa tersebut diduga mempunyai kemampuan untuk menghambat pertumbuhan bakteri.

Manfaat dan Khasiat Tumbuhan Majapahit

Majapahit dimanfaatkan sebagai tumbuhan pagar (pembatas) ataupun tumbuhan hias. Daun majapahit berkhasiat sebagai obat luka baru dan dipakai sebagai obat hipertensi. Buahnya dipakai untuk mengobati diare, sakit perut, batuk, pilek, bronkitis, asma, dan susah buang air kecil. Kulit buahnya yang sangat keras dimanfaatkan sebagai bahan perkakas rumah tangga, mulai dari gayung air, takaran beras, sampai tempat penyimpanan biji-bijian.

Bee Pollen Adalah

Pengertian Bee Pollen

Bee pollen berasal dari kata Bee (lebah) dan Pollen (serbuksari dari bunga jantan), jadi bee pollen berarti serbuk sari bunga jantan yang diambil oleh lebah dan digunakan sebagai makanan pokok dari seluruh koloni lebah madu. Bee pollen dikumpulkan oleh lebah madu dalam bentuk pelet dengan bantuan keranjang pollen (corbicula) yang terdapat pada pasangan kaki belakang lebah pekerja (Indriani, 2003). Setiap butir pollen mengandung 500.000 hingga 5 juta spora pollen yang masing-masing kaya akan kandungan nutrisi dan memiliki kemampuan untuk bereproduksi. Lebah mengumpulkan pollen sebagai sumber makanan mereka selain madu, dan lebah hanya mengumpulkan pollen yang berkualitas baik, kemudian mencampurkannya dengan nektar bunga dan air liurnya, membentuk makanan yang sempurna. Lebah membutuhkan pollen sebagai sumber energi pada saat mereka bekerja.

Daftar Pustaka:




Saturday, 29 October 2016

Pengertian Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB)

Pengertian Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB)

Buku Pemilik Kendaraan Bermotor yang disingkat dengan BPKB dapat disamakan dengan sertificate of ownership dan bukti sah kepemilikan kendaraan bermotor. Pada umumnya BPKB tidak selalu dibawa bersama kendaraan dan hanya disimpan di rumah. Berbeda dengan SIM dan STNK, SIM dan STNK wajib hukumya untuk dibawa oleh setiap pengguna kendaraan bermotor saat melakukan perjalanan baik jauh maupun dekat. BPKB ini sama seperti surat-surat beharga, BPKB juga dapat dijadikan jaminan di perbankan sebagai syarat pinjaman atau bisa juga digadaikan di penggadaian. BPKB adalah sebuah surat atau tanda bukti yang sah yang dimiliki oleh seseorang sebagai pemilik kendaraan bermotor hasil dari transaksi yang sah. Apabila pemilik kendaraan bermotor tidak memiliki BPKB, maka sudah dipastikan bahwa dasar kepemilikan kendaraan tersebut adalah hasil dari transaksi yang tidak sah atau hasil dari tindak kejahatan seperti curanmor, penadah hasil curanmor, dan black market (pasar gelap). 

Pengadaan BPKB ditetapkan oleh Polri dalam bentuk buku berukuran 17 x 12 cm, dengan cover berwarna biru tua dan warna tulisan putih perak, terdapat nomor BPKB, terdiri dari 22 halaman dengan warna dasar keabu-abuan. Untuk menghindari tindak kejahatan seperti pemalsuan, BPKB dilengkapi dengan tanda air (watermark), serat warna-warni kasat mata (invisible fibre), dan benang pengaman hologram.

Buku Pemilik Kendaraan Bermotor berisi informasi data sebagai berikut:
  1. Nama dan alamat pemilik.
  2. Nomor polisi atau nomor pendaftaran kendaraan bermotor.
  3. Jenis kendaraan.
  4. Jumlah roda dan sumbu.
  5. Merek dan tipe.
  6. Asal-usul kendaraan.
  7. Cara mengimpor.
  8. Nama perusahaan penjual atau dealer.
  9. Tahun pembuatan dan perakitan.
  10. Nomor rangka landasan kendaraan bermotor.
  11. Nomor motor penggerak/mesin.
  12. Jenis bahan bakar.
  13. Warna dasar kendraan.
  14. Keterangan pabean untuk kendaraan yang diimpor.
  15. Nomor dan tanggal sertifikat uji tipe dan sertifikat registrasi uji tipe atau nomor buku uji berkala untuk kendaraan bermotor yang tidak diwajibkan uji tipe.
Di dalam buku BPKB terdapat halaman-halaman kosong yang bertujuan untuk memuat informasi data perubahan yang kemungkinan akan dilakukan oleh pemilik. Informasi/data perubahan tersebut mencakup perubahan pemilik atau perubahan nama pemilik serta perubahan yang terjadi pada fisik kendaraan bermotor tersebut (seperti contoh: mobil bak terbuka dirubah menjadi mobil box). Segala informasi perubahan data harus dicatat dalam BPKB. Masa berlaku BPKB sejalan dengan masih dioperasikannya kendaraan tersebut. 

Daftar Pustaka

Siswosoediro, Henry S. 2009. Buku pintar mengurus surat & dokumen kendaraan bermotor. Visimedia. Jakarta.

Kesehatan Reproduksi

Pengertian Kesehatan Reproduksi

Definisi kesehatan reproduksi memberikan beberapa implikasi perubahan baru, khususnya tentang perawatan dan hak-hak reproduksi. Definisi kesehatan reproduksi adalah kesehatan secara fisik, mental dan kesejahteraan sosial secara utuh pada semua hal yang berhubungan dengan sistem dan fungsi serta proses reproduksi, bukan hanya kondisi yang bebas dari penyakit atau kecacatan (Bernstein, 2005; BKKBN, 2005; dan UNFPA, 2004). Sejalan dengan definisi kesehatan reproduksi tersebut, maka ICPD 1994 memberikan batasan tentang perawatan kesehatan reproduksi (Reproductive Helath Care). Perawatan kesehatan reproduksi adalah suatu kumpulan metode, teknik, dan pelayanan yang mendukung kesehatan reproduksi dan kesejahteraan melalui pencegahan maupun penanganan masalah-masalah kesehatan reproduksi. Perawatan ini mencakup kesehatan seksual, yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup, hubungan antar pribadi serta bukan hanya prihal konseling dan perawatan kesehatan yang berhubungan dengan proses reproduksi maupun penyakit menular secara seksual.

Reproduksi  

Kesehatan reproduksi remaja adalah suatu kondisi sehat yang menyangkut sistem, fungsi, dan proses reproduksi yang dimiliki oleh remaja. Informasi mengenai kesehatan reproduksi, seperti sistem reproduksi manusia, cara mengatur kelahiran, HIV/AIDS, dan infeksi menular seksual lainnya diperoleh dari sekolah, terutama pada sekolah lanjutan tingkat pertama dengan sekolah lanjutan tingkat atas. Dengan pemberian materi-materi tentang kesehatan reproduksi di sekolah, para remaja memperoleh informasi yang dapat dan dapat berdiskusi dengan guru sebagai narasumber.

Usia sekolah menengah tingkat pertama dan tingkat atas memang masa-masa seorang remaja mengalami kematangan seksual sehingga pada tahap-tahap ini sangat diperlukan pendampingan kepada mereka supaya tidak menerima informasi yang salah. Oleh karena itu, menjadi sangat pas jika materi kesehatan reproduksi diberikan kepada remaja dan remaja awal tersebut agar mereka dapat memiliki pengetahuan kesehatan reproduksi yang berasal dari sumber yang kompeten (Tukiran, 2010).

Metode Uji Antibakteri

Metode Uji Antibakteri

Keampuhan bahan antibakterial dapat ditentukan dengan melihat konsentrasi terendah antimikrobial yang masih mampu mematikan atau menghambat pertumbuhan mikroorganisme patogen. Metode penentuan keampuhan antimikrobial ini disebut MIC (Minimum Inhibitory Concentration). Bahan antimikrobial bersifat menghambat bila digunakan dalam konsentrasi kecil, namun apabila digunakan konsenrasi tinggi dapat mematikan mikroorganisme (Lay, 1994). Menurut Greenwood (1995), MIC dari sebuah antibiotik tarhadap mikroba digunakan untuk mengetahui sensitivitas dari mikroba terhadap antibiotik. Nilai MIC berlawanan dengan sensitivitas mikroba yang diuji. Semakin rendah nilai MIC dari sebuah antibiotik, sensitivitas dari bakteri akan semakin besar.

Metode uji antimikrobial yang sering digunakan adalah metode Difusi Lempeng Agar. Metode uji ini dikenalkan oleh William Kirby dan Alfred Bauer pada tahun 1996. Pada uji ini lempengan agar disemai dengan mikroorganisme penguji. Cakram kertas yang berisi berbagai antibiotik diletakan di atas lempengan yang telah disemai dengan mikroorganisme penguji. Penghambatan pertumbuhan mikroorganisme oleh antibiotik terlihat sebagai wilayah jernih sekitar pertumbuhan. Diameter zona penghambatan merupakan MIC secara tidak langsung dari antibiotik terhadap mikroba (Lay, 1994).

Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi ukuran zona penghambatan dan harus dikontrol adalah:
  1. Konsentrasi mikroba pada permukaan medium. Semakin tinggi konsentrasi mikroba maka zona penghambatan semakin kecil.
  2. Kedalaman medium pada cawan petri. Semakin tebal medium pada cawan petri maka zona penghambatan semakin kecil.
  3. Nilai pH dari medium. Beberapa antibiotik bekerja dengan baik pada kondisi asam dan beberapa basa pada kondisi alkali/basa.
  4. Kondisi aerob/anaerob. Beberapa antibakterial kerja terbaik pada kondisi aerob dan yang lain pada kondisi anaerob (Greenwood, 1995).
Daftar Pustaka:

Lay, B. W. 1994. Analisis mikroba di laboratorium. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Klasifikasi Dan Morfologi Tumbuhan Majapahit

Klasifikasi Dan Morfologi Tumbuhan Majapahit (Crescentia cujete L.)

Tumbuhan majapahit (C. cujete L.) berasal dari kawasan tropis benua Amerika dan kemudian menyebarluas hampir diseluruh daerah tropis termasuk Indonesia. Sering dimanfaatkan sebagai pagar hidup dan batas pekarangan di daerah pedesaan. Di kalangan penggemar tumbuhan hias, majapahit lebih dikenal sebagai Calabash tree atau kalebasboom. Dikenal di Indonesia dengan sebutan: Tabu kayu (Sumatra); Berenuk (Betawi, Sunda); Majapahit, Skidel, Sekopal, Sikadel (Jawa); Bila Balanda (Makasar); Buah No (Maluku, Ternate). Tumbuhan ini dapat hidup dengan baik ditempat-tempat yang terbuka dan kena sinar matahari langsung, baik dataran rendah maupun dataran tinggi, yakni pada ketinggian 1-1.400 m dpl. Ditanam ditempat yang agak ternaung atau sedikit terlindung pun masih dapat berbunga dan berbuah.

Klasifikasi Tumbuhan Majapahit

Klasifikasi tumbuhan majapahit (C. cujete L.) menurut Steenis (1974), adalah sebagai berikut:

Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Scrophulariales
Famili : Bignoniaceae
Genus : Crescentia
Spesies : Crescentia cujete L.

Morfologi Tumbuhan Majapahit

Ciri-ciri morfologi dari tumbuhan majapahit adalah berupa pohon dengan tinggi 6-8 m dan berakar tunggang.

a. Batang

Batangnya berkayu, bulat, bercabang simpodial, beralur dan bewarna putih kehitaman.

b. Daun dan Bunga

Daunnya mejemuk, menyirip, lonjong, tepi rata, ujung membulat, pangkal meruncing, panjang 10-15 cm, lebar 5-7 cm, bertangkai pendek bewarna hijau dan pertulangan daunnya menyirip. Bunga simetris tunggal di cabang dan ranting, kelopak mula-mula menutup (kelopak air) kemudian terbelah bentuk upih. Mahkota bentuk bibir, tabung mahkota membengkok, bentuk lonceng, berperut dengan lipatan melintang. Putik panjang 2cm, kepala putik bentuk corong, bewarna putih. Benang sari ada 4, panjang 2, terdapat sisa-sisa benang sari yang ke 5.

c. Buah dan Biji

Buah buni, bulat seperti bola voli, berdiameter 13-30 cm, hijau kekuningan, kulit buah licin, mengayu tebal dan sering digunakan sebagai wadah tempat air. Biji banyak, pipih, tertanam dalam daging buah yang lumat.

Daftar Pustaka:

Steenis, V. 1974. Flora Malesina Vol 8 Sijthoff and Noordhoff International Publisher: Netherland

Pengertian Antibakteri

Pengertian Antibakteri

Antibakteri adalah zat yang membunuh bakteri atau menekan pertumbuhan atau reproduksi mereka. Oleh karena itu, kelompok obat ini hanya berguna untuk mengobati penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri (Dava, 2008).

Sejak 1935, sejumlah besar agen obat kimia telah dikembangkan. Senyawa kimia tersebut pada umumnya dibuat secara sintesis di laboratorium, sedangkan yang lain dibuat dari hasil sampingan kegiatan metabolisme bakteri atau fungi. Agen obat kimia diberi nama antibiotik (Schlegel, 1994 dalam Sandri, 2007). Antibiotik adalah bahan yang dihasilkan mikroorganisme yang membunuh atau menghambat pertumbuhan mikroorganisme lainnya (Lay, 1994).

Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam memilih zat antimikrobial kimiawi adalah:
  1. Jenis zat mikroorganisme. Zat antimikrobial yang akan digunakan harus sesuai dengan jenis mikroorganismenya kerena memiliki kerentanan yang berbeda-beda.
  2. Konsentrasi dan intensitas zat antimikrobial. Semakin tinggi konsentrasi zat antimikrobial yang digunakan maka semakin tinggi pula daya kemampuannya dalam mengendalikan mikroorganisme.
  3. Jumlah mikroorganisme. Semakin banyak mikroorganisme yang dihambat atau dibunuh, maka semakin lama waktu yang diperlukan untuk mengendalikannya.
  4. Suhu. Suhu yang optimal dapat menaikan efektivitas zat antimikrobial.
  5. Bahan organik. Bahan oeganik asing dapat menurunkan efektivitas zat antimikrobial dengan cara menginaktifkan bahan tersebut atau melindungi mikroorganisme. Hal tersebut karena penggabungan zat dan bahan organik asing membentuk zat antimikrobial yang berupa endapan sehingga zat antimikrobila tidak lagi mengikat mikroorganisme. Akumulasi bahan organik terjadi pada permukaan sel mikroorganisme sehingga menjadi pelindung yang mengganggu kontak antara zat antimikrobial dengan mikroorganisme (Pelczar, 1998).

Pengertian Surat Izin Mengemudi (SIM)

Pengertian SIM (Surat Izin Mengemudi)

SIM (Surat Izin Mengemudi) adalah kartu tanda bukti registrasi dan identifikasi yang diterbitkan oleh Polri dan diberikan kepada seseorang/pengguna kendraan bermotor yang telah memenuhi persyaratan administrasi, kesehatan jasmani dan rohani, mampu memahami tata tertib dan peraturan lalulintas, serta terampil dalam mengemudikan kendaraan bermotor. SIM wajib dimiliki oleh semua pengemudi kendaraan bermotor (roda dua maupun lebih). Ada banyak persyaratan dan tahapan yang harus dipenuhi untuk memperoleh SIM, tentunya tidak mudah dan tidak sembarangan orang untuk memperolehnya. 

Secara umum, untuk memperoleh SIM, pemohon wajib lulus dari tiga tahapan penting, antaralain tes kesehatan (terutama mata), mengisi soal/ujian teori tentang pengetahuan lalu-lintas, dan ujian praktik tentang teknis dan keterampilan penguasaan kendaraan bermotor; untuk ujian dengan kendaraan roda 2 atau lebih biasanya menggunakan simulator/kendaraan yang sebenarnya tergantung dari instansi pada daerah masing-masing. Pihak kepolisian akan menyerahkan SIM setelah pemohon memenuhi syarat administrasi dan mampu melalui tahap demi tahap dengan poin kelulusan yang baik.

SIM, selain sebagai surat izin mengemudi juga dapat digunakan sebagai pengganti sementara bukti identitas diri (KTP= Kartu Tanda Penduduk) untuk berbagai urusan perbankan dan urusan pemerintahan. Sebagai salah satu identitas penting, SIM memuat berbagai informasi penting sebagai berikut:
  1. Nama pemilik.
  2. Tempat dan tanggal lahir pemilik.
  3. Alamat pemilik.
  4. Pekerjaan pemilik.
  5. Tinggi badan pemilik.
  6. Tempat dan tanggal diterbitakan.
  7. Nama dan cap instansi yang menerbitkan.
  8. Nama dan tanda tangan pejabat yang menerbitkan.
  9. Golongan dan nomor surat izin mengemudi.
  10. Jenis surat izin mengemudi.
  11. Tanggal berakhis masa berlaku.
  12. Tanda tangan dan sidik jari pemilik.
  13. Pas foto dari pemilik.
Penggunaan Golongan SIM

Berdasarkan paraturan UU Pasal 211 (2) PP 44 / 93
  • Golongan SIM A: SIM untuk kendaraan bermotor roda 4 dengan berat yang diperbolehkan tidak lebih dari 3.500 Kg.
  • Golongan SIM A Khusus: SIM untuk kendaraan bermotor roda 3 dengan karoseri mobil (Kajen VI) yang digunakan untuk angkutan orang / barang (bukan sepeda motor dengan kereta samping).
  • Golongan SIM B1: SIM untuk kendaraan bermotor dengan berat yang diperbolehkan lebih dari 1.000 Kg.
  • Golongan SIM B2: SIM untuk kendaraan bermotor yang menggunakan kereta tempelan dengan berat yang diperbolehkan lebih dari 1.000 Kg.
  • Golongan SIM C: SIM untuk kendaraan bermotor roda 2 yang dirancang dengan kecepatan lebih dari 40 Km / Jam.
  • Golongan SIM D: SIM khusus bagi pengemudi yang menyandang disabilitas/berkebutuhan khusus.

Fungsi Protein

Fungsi Protein

Menurut Winarno (2004), protein mempunyai bermacam-macam fungsi bagi tubuh, yaitu sebagai enzim, zat pengatur pergerakan, pertahanan tubuh, alat pengangkut dan lain-lain.

a. Sebagai Enzim

Hampir semua reaksi biologis dipercapat atau dibantu oleh senyawa makromolekul spesifik yang disebut enzim dari reaksi yang sangat sederhana seperti reaksi transportasi karbon diokasida sampai yang sangat rumit seperti replika kromosom.

Hampir semua enzim menunjukan daya katalitik yang luar biasa dan biasanya dapat mempercepat reaksi sampai beberapa juta kali. Sampai kini lebih dari seribu enzim telah dapat diketahui sifat-sifatnya dan jumlah tersebut masih terus bertambah. Protein besar peranannya terhadap perubahan-perubahan kimia dalam sistem biologis.

b. Alat Pengangkut dan Alat Penyimpan

Banyak molekul dengan BM kecil serta beberapa ion dapat diangkut atau dipindahkan oleh protein-protein tertentu. Misalnya himoglobin mengangkut oksigen dalam eritrosit, sedang mioglobin mengangkut oksigen dalam otot. Ion besi diangkut dalam plasma darah oleh transferin dan disimpan dalam hai sebagai kompleks dengan feritin, suatu protein yang berbeda dengan transferin.

c. Pengatur Pergerakan

Protein merupakan komponen utama daging gerakan otot terjadi karena adanya dua molekul protein yang saling bergeseran. Pergerakan flagela sperma disebabkan oleh protein.

d. Penunjunag Mekanis

Kekuatan dan daya tahan robek kulit dan tulang disebabkan kolagen, suatu protein berbentuk bulat panjang dan mudah membentuk serabut.

e. Pertahanan Tubuh/Imunisasi

Pertahanan tubuh biasanya dalam bentuk antibodi, yaitu suatu protein khusus yang dapat mengenal dan menempel atau mengikat benda-benda asing yang masuk kedalam tubuh seperti virus, bacteria, dan sel-sel asing lain. Protein ini pandai sekali membedakan benda-benda yang menjadi anggota tubuh dengan benda-benda asing.

f. Media Perambatan Implus Syaraf

Protein yang mempunyai fungsi ini biasanya berbentuk reseptor; misalnya rodopsin, suatu protein yang bertindak sebagai reseptor/penerima warna atau cahaya pada sel-sel mata.

g. Pengendalian Pertumbuhan

Protein ini bekerja sebagi reseptor (dalam bakteri) yang dapat mempengaruhi fungsi bagian-bagian DNA yang mengatur sifat dan karakter bahan.

Daftar Pustaka:

Winarno, F.G. 2004. Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta: Gramedia.

Friday, 28 October 2016

Pengertian Protein

Pengertian Protein

Protein berasal dari kata Yunani Proteos yang berarti utama atau yang didahulukan. Kata ini dikenalkan oleh seorang ahli kimia Belanda, Gerardus Mulder (1802-1880), karena ia berpendapat bahwa protein adalah zat paling penting disetiap organisme.

Protein merupakan bagian dari semua sel hidup dan merupakan bagian terbasar tubuh sesudah air. Seperlima bagian tubuh adalah protein, separuhnya ada di dalam otot, seperlima di dalam tulang dan tulang rawan, sepersepuluh di dalam kulit dan selebihnya di dalam jaringan lain dan cairan tubuh. Semua enzim, berbagai hormon, pengangkut zat-zat gizi dan darah, matriks intraseluler dan sebagiannya adalah protein. Di samping itu asam amino yang membentuk protein bertindak sebagai prekursor sebagai bahan koenzim, hormon, asam nukleat dan molekul-molekul yang essensial untuk kehidupan (Almatsier, 2004).

Protein tersusun dari gabungan sejumlah molekul asam-asam amino yang saling berkaitan yang dihubungkan oleh suatu ikatan peptida sehingga terbentuk suatu polipeptida.

Protein merupakan sumber asam-asam amino yang mengandung unsur-unsur C, H, O dan N yang tidak dimiliki oleh lemak dan karbohidrat. Molekul protein mengandung pula fosfor, belerang, dan ada jenis protein mengandung unsur logam seperti besi dan tembaga (Winarno, 2004).

Protein adalah suatu senyawa organik yang berbobot molekul tinggi berkisar antara beberapa ribu sampai jutaan. Protein tersusun dari atom C, H, O, dan N serta unsur lainnya seperti P dan S yang membentuk asam-asam amino,. Urutan susunan asam-asam amino dalam protein maupun hubungan antara asam amino yang satu dan asam amino yang lainnya, menentukan sifat biologis suatu protein. Di alam ditemukan 20-21 macam asam amino yang membangun protein (Girindra, 1993).

Menurut Montgomery dkk (1993), protein sangat potensial dalam tubuh sehingga sangat penting peranannya dalam proses pertumbuhan dan perkembangan dalam tubuh. Protein merupakan zat gizi makro yang berbeda dengan karbohidrat dan lemak, dimana tidak disimpan di dalam sel tertentu sehingga perlunya protein terus dikonsumsi sebagai salah satu penghasil energi bagi tubuh. Pada hewan itu sendiri fungsi protein bukan hanya sebagai komponen struktural tetapi juga sebagi protein fungsional, salah satunya adalah imunoglobin. Imunoglobin merupakan molekul protein yang mempunyai aktifitas antibodi, yaitu suatu kemampuan mengikat secara spesifik dengan substansi yang membangkitkan respon imun sehingga dihasilkannya imunoglobin tersebut subtansi yang dimaksud tidak lain adalah antigen (Subowo, 1993).

Daftar Pustaka:
  • Almatsier, S. 2004. Prinsip dasar ilmu gizi. Jakarta: Gramedia.
  • Girindra, A. 1993. Biokimia I. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
  • Montgomery, R., Conway, T.W. & Spector, A.A. 1992. Biochemistry: A Case Orinted Approach. Lowa City: The C.V. Mosby Company.

Pengertian Kasta Rayap

Pengertian Kasta Rayap

Masyarakat rayap terdiri atas kelompok-kelompok yang disebut kasta, masing-masing kasta mempunyai tugas sendiri-sendiri yang dilakukan dengan tekun selama hidup mereka, demi untuk kepentingan kesejahteraan, keamanan, dan kelangsungan hidup seluruh masyarakat rayap (Jumar, 1997).

a. Kasta reproduktif

Kasta reproduktif terdiri atas reproduktif primer dan reproduktif suplementer. Kasta reproduktif primer adalah pasangan ratu dan raja yang merupakan pasangan pendiri koloni, ukuran ratu lebih besar dari pada raja. Kasta ini keluar meninggalkan sarang (swarming) dan disebut juga dengan laron. Kasta reproduktif primer mempunyai sepasang sayap dan mata majemuk yang jelas dan warnanya agak tua. Pada musim-musim tertentu kasta ini dihasilkan dalam jumlah yang cukup banyak. 

Kasta reproduktif suplementer adalah individu jantan dan betina, mempunyai tonjolan sayap, warnanya kurang tua dari kasta reproduktif primer dan matanya lebih kecil. Rayap suplementer terbentuk dari nimfa-nimfa dan mencapai kematangan kelamin tanpa mencapai tahap-tahap dewasa, bersayap penuh dan tanpa meninggalkan sarang. Kasta ini bertugas mengganti segmen antenanya. Biasanya dalam stadia nimfa, rayap mengalami instar 5-8 kali. Setelah mengalami stadia nimfa, rayap memasuki stadia imago atau dewasa (Nandika dkk, 2003).

b. Kasta prajurit

Kasta prajurit, kasta ini berbeda dari kasta-kasta lainnya karena perkembangan kepala dan mandibelnya. Jumlah prajurit dalam satu koloni biasanya tidak lebih dari 100% (Jumar, 1997). Kasta ini ditandai dengan bentuk tubuh kekar karena penebalan kulitnya agar mampu melawan musuh dalam rangka tugasnya mempertahankan kelangsungan hidup koloninya. Mereka berjalan hilir mudik diantara para pekerja yang sibuk mencari dan mengangkut makanan (Tarumingkeng, 2001).

c. Kasta pekerja

Kasta pekerja, kasta ini membentuk sebagian besar koloni rayap, tidak kurang dari 80% populasi dalam koloni merupakan individu-individu pekerja  (Tarumingkeng, 2001). Kasta pekerja terdiri dari nimfa dan dewasa yang steril, memiliki warna yang pucat dan mengalami penebalan dibagian kutikula, tanpa sayap dan biasanya tidak memiliki mata, memiliki mandibel yang relatif kecil (Borror, 1992).

Walaupun kasta pekerja tidak terlibat dalam proses perkembangbiakan koloni dan pertahanan, namun hampir semua tugas koloni dikerjakan oleh kasta ini. Kasta pekerja bekerja terus tanpa henti, memelihara telur dan rayap muda. Kasta pekerja bertugas memberi makan dan memelihara ratu, mencari sumber makanan, membuat serambi sarang, dan liang-liang kembar, merawatnya, merancang bentuk sarang dan membangun termitarium (Nandika dkk, 2003).

Daftar Pustaka:
  • Borror, D.J, Triplehorn, C.A dan Jhonsen, N.F. 1992. Pengenalan pelajaran serangga. Edisi keenam (terjemahan). Gadjah Mada Universitas Press: Yogyakarta.

Pengertian Insektisida Nabati

Pengertian Insektisida Nabati

Menurut Sudarmo (2005), insektisida adalah subtansi kimia yang digunakan untuk membunuh atau mengendalikan berbagai hama. Insektisida nabati adalah insektisida yang bahan dasarnya berasal dari tumbuhan atau berasal dari alam. Insektisida nabati merupakan produk alam dari tumbuhan seperti daun, bunga, buah, biji, kulit, dan batang yang mempunyai kelompok metabolit sekunder atau senyawa bioaktif. Menurut Kardinan (2003), beberapa tumbuhan telah diketahui mengandung bahan-bahan kimia yang dapat membunuh, menarik, atau menolak serangga, dengan cara menghasilkan racun, ada juga yang mengandung senyawa-senyawa kompleks yang dapat mengganggu siklus pertumbuhan serangga, sistem pencernaan, atau mengubah perilaku serangga.

Insektisida nabati memiliki beberapa kelebihan dan kelemahan jika dibandingkan dengan insektisida sintesis. Secara umum, adapun beberapa keunggulan dari insektisida nabati, antara lain:
  1. Jenis insektisida ini mudah terurai (biodegradable) di alam, sehingga tidak mencemari lingkungan (ramah lingkungan).
  2. Relatif aman bagi manusia dan ternak karena residunya mudah hilang.
  3. Dapat membunuh hama dan mencegah penyakit pada tanaman.
  4. Dapat sebagai pengumpul atau perangkap hama tumbuhan: tumbuhan orok-orok, kotoran ayam.
  5. Bahan yang digunakan pun tidak sulit untuk dijumpai bahkan tersedia bibit secara geratis (ekonomis).
  6. Dosis yang digunakan pun tidak terlalu mengikat dan beresiko dibandingkan dengan penggunaan pestisida sintesis (Novizan, 2002).
Sedangkan beberapa kelemahan pestisida nabati antara lain:
  1. Karena residunya mudah hilang, maka ketetapan waktu pemberian ekstrak agar efektif harus diperhatikan dan mungkin harus sering diaplikasikan.
  2. Memiliki residu racun yang lebih rendah dibandingkan insektisida sintesis.
  3. Produksi insektisida nabati secara masal untuk keperluan komersial masih menghadapi beberapa kendala (Novizan, 2002).
Pengujian Insektisida Nabati

Untuk mengetahui kemanjuran suatu produk insektisida nabati, diperlukan suatu pengujian kemanjuran. Pengujian dilaksanakan di laboratorium atau di ruangan terlebih dahulu dan selanjutnya dilaksanakan di lapangan (Sudarmo, 2005).

Pada dasarnya pengujian insektisida nabati ini dengan metode sederhana dapat dikelompokan menjadi: (1) metode residu pada daun; (2) pengujian efek kontak; (3) metode pencampuran makanan; (4) pengujian efek sistemik (Sudarmo, 2005).

Proses Masuknya Racun Ke Tubuh Serangga 

Menurut Prasetiyo dan Yusuf (2004), dilihat dari cara kerja insektisida dalam membunuh hama dapat dibedakan menjadi tiga golongan, yaitu:
  1. Racun perut, merupakan racun yang mampu membunuh serangga melalui pencernaannya.
  2. Racun kontak, merupakan racun yang mampu membunuh serangga melalui kontak atau sentuhan.
  3. Racun gas atau fumigant, merupakan racun yang mampu mengendalikan serangga melalui sistem pernapasannya.
Daftar Pustaka:
  • Kardinan, A. 2003. Tanaman pengusir nyamuk. Agromedia: Jakarta.
  • Novizan. 2002. Membuat dan memanfaatkan pestisida ramah lingkungan. PT. Agromedia Pustaka: Jakarta.
  • Prasetiyo, K.W dan Yusuf, S. 2004. Mencegah dan membasmi rayap secara ramah lingkungan dan kimiawi. Agromedia Pustaka: Jakarta.
  • Sudarmo, S. 2005. Pestisida nabati pembuatan dan pemanfaatannya. Kanisius: Yogyakarta.

Deskripsi Cabai Varietas TM 999 F1

Deskripsi Cabai Varietas TM 999 F1

Deskripsi Varietas TM 999 F1
KEPUTUSAN MENTERI PERTANIANNOMOR: 292/Kpts/SR.120/7/2005
Golonganhibrida 
Bentuk tanamantegak 
Tinggi tanaman110-140 cm
Umur tanaman mulai berbunga 65 hari 
Mulai panen 90 hari
Bentuk kanopi bulat
Warna batanghijau
Warna kelopak bunga hijau
Warna tangkai bunga hijau
Warna mahkota bunga putih
Warna kotak sari ungu bulat 
Jumlah kotak sari 5_6
Warna kepala putik putih
Jumlah helai daun 5_6
Bentuk buah ramping, ujung buah runcing
Kulit buah agak mengkilat
Tebal kulit buah 1 mm
Warna buah mudahijau tua
Warna buah tua merah
Ukuran buah panjang 12,5 cm, diameter 0,8 cm
Rasa buah pedas
Keterangan  untuk daerah dataran rendah 
Ketahanan terhadap penyakit antraknose
Pengusul/peneliti HUNG NONG, KOREA 

Total Pageviews

Kategori