Sunday, 4 September 2016

Tinjauan Umum Pupuk Bokashi Kandang Ayam

A. Pupuk Bokashi Kandang Ayam

Pupuk kandang ayam merupakan salah satu pupuk organik yang sangat baik untuk dikembangkan. Pupuk kandang adalah campuran dari kotoran padat dan cair yang tercampur dengan sisa makanan dan alas kandang. Kandungan unsur hara pupuk kandang terdiri dari campuran 0,50% N, 0,25% P2O5 dan 0,50% K2O. Hal ini sangat bervariasi tergantung pada kondisi lingkungan dan pakan yang diberikan. Pupuk kandang mempuyai beberapa sifat yang lebih baik dari pada pupuk alami lainnya, karena selain sebagai sumber unsur hara, pupuk kandang juga dapat meningkatkan kadar humus tanah, daya menahan air dan banyak mengandung mikroorganisme (Sarief, 1986).

Harjadi (2002) mengatkan bahwa dalam usaha menunjang sistem pertanian yang berkelanjutan atau sistem pertanian yang perduli lingkungan maka dilakukan dengan pemanfaatan mikroorganisme untuk meningkatkan pertumbuhan produksi tanaman. Salah satunya dengan memberikan bahan organik yang terfermentasi (bokashi).

Bokashi adalah hasil fermentasi bahan organik (jerami, sampah organik, sekam, daun-daunan dan pupuk kandang) dengan bantuan Effektive Mikroorganisme-4 (EM-4). Menurut Wididana dan Higa (1993), EM-4 merupakan kultur campuran mikroorganisme yang menguntungkan bagi pertumbuhan tanaman. Efekktive Mikroorganisme (EM-4) diaplikasikan sebagai inokulan untuk meningkatkan keragaman dan populasi mikroorganisme dalam tanah, yang selanjutnya dapat meningkatkan pertumbuhan, kualitas dan kuantitas tanaman.

Bokashi pupuk kandang ayam dibandingkan dengan pupuk organik lainnya (tanpa inokulan EM-4) mempunyai keunggulan yaitu mampu meningkatkan aktifitas mikroorganisme indegenus menguntungkan dan meningkatkan fiksasi nitrogen dalam waktu yang cepat, sehingga dapat meningkatkan kesuburan tanah. Disamping itu bokashi pupuk kandang ayam juga dapat memperbaiki aerase tanah, memperbesar daya serap tanah terhadap air dan dapat menekan pethogen pada tanama (Priyadi, 1996).

Hasil penelitian Sutejo (2002) memperlihatkan bahwa pemberian bokashi memberikan pengaruh terhadap peningkatan ketersediaan hara N, P, dan K pada dosis 2,5 Mg/ha dan memberikan pengaruh terbaik terhadap peningkatan N, P, dan K serta hasil bobot biji kering tanaman kedelai. Syarief (1986), pemberian bokashi pupuk kandang ayam dengan dosis 7,5 Mg/ha dapat memberikan pertumbuahan dan hasil yang optimal bagi tanaman kedelai.

Sumber referensi/Daftar pustaka:

Harjadi, S. S. 2002. Pengantar Agronomi. Gramedia, Jakarta.

Priyadi. 1995. Teknologi EM-4 dalam budidaya pertanian akrab lingkungan. Iknfs. Songgolangit Persada, Jakarta.

Sarief, S. 1986. Kesuburan dan pemupukan tanah pertanian. Pustaka Buana, Bandung.

Sutedjo. M.M. 2002. Pupuk dan cara pemupukan. Rineka Cipta, Jakarta


No comments:

Post a comment