Friday, 16 September 2016

Penyebab Terjadinya Pembiayaan Bermasalah Di Bank Syari'ah

Penyebab  Terjadinya Pembiayaan Bermasalah Di Bank Syari'ah

A. Penyebab Terjadinya Pembiayaan Bermasalah

Dalam workshop remedial pembiayaan yang diadakan oleh bank Muamalat Indonesia di Dren Alia Jakarta pada tanggal 21 Juni 2006 dengan bertitik tolak dari pendapat para ahli dan pengalaman yang diperoleh selama ini, maka pada prinsipnya penyebab terjadinya pembiayaan bermasalah dapat dibagi menjadi 2 faktor yaitu :

a. Faktor Internal (Bank)

1). Aspek analisa pembiayaan

  • Kurang baiknya pemahaman atas busines nasabah (nature of business). Bisnis nasabah terbagi menjadi bisnis perdagangan, bisnis industri dan bisnis jasa.
  • Kurang dilakukan evaluasi apakah laporan keuanga yang disajikan wajar/tidak.
2). Aspek perhitungan modal kerja
  • Perhitungan modal kerja tidak didasarkan kepada bisnis usaha nasabah.
3). Aspek sumber pengembalian
  • Proyeksi penjualan terlalu optimis.
  • Proyeksi penjualan tidak memperhitungkan kebiasaan busines dan kurang memperhitungkan aspek kompetitornya.
4). Aspek jaminan
  • Aspek jaminan ini dikarenakan pihak bank tidak memperhitungkan aspek marketable, dan dianggap sebagai pelengkap tanpa memperhatikan resiko, seandainya terjadi pembiayaan bermasalah.
5). Lemahnya aspek supervisi dan monitoring

Aspek monitoring ini dibagi menjadi dua, yaitu :

a). Desk Monitoring
  • Kurang dilakukan evaluasi atas rekening koran.
  • Kurangnya perhatian atas keterlambatan pembayaran kewajiban nasabah.
  • Belum diterapkannya managing collectibility tentang "how to manage your account" hubungannya dengan tingkat kesehatan pembiayaan.
b). On Side Monotoring
  • Jarang berkunjung ke lokasi nasabah, sehingga side streaming dan permasalahan nasabah tidak dapat terdeteksi sejak awal.
b. Faktor Eksternal (Nasabah)
  1. Kalah dalam persaingan usaha.
  2. Usaha yang dijalankan relatif baru.
  3. Gagal dalam collection.
  4. Side streaming penggunaan dana.
  5. Meninggalnya nasabah.
  6. Perselisihan sesama direksi.
  7. Percerian keluarga person.
  8. Anggota keluarga sakit.
  9. Karakter tidak bagus.

Sumber referensi/Dafar pustaka :

Kasmir, bank dan lembaga keuangan lainnya, (Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada), 2001.

Muhammad, Bank Syari'ah, (Yogyakarta : Ekonesia), 2004

No comments:

Post a comment