Thursday, 1 September 2016

Penjelasan Lengkap Steroid

A. Metabolit Sekunder Golongan Steroid

Golongan senyawa steroid merupakan molekul yang besar dan struktur dasar steroid adalah hidrokarbon tetrasiklik jenuh yang terdiri atas 17 atom karbon. Steroid yang terdapat dalam jaringan tanaman berasal dari triterpen sikloartenol, setelah triterpen ini mengalami serentetan perubahan tertentu. Steroid terdiri atas beberapa kelompok senyawa dan pengelompokan ini didasarkan pada efek fisiologik yang diberikan oleh masing-masing kelompok. Ditinjau dari segi struktur molekul, perbedaan antara berbagai kelompok steroid ini ditentukan oleh jenis subtituent, R1, R2, dan R3 yang terikat pada kerangka dasar karbon. Perbedaan antara senyawa yang satu dengan yang lain dari suatu kelompok tertentu ditentukan oleh panjang rantai karbon R1; gugus fungsi yang terdapat pada subtituen R1, R2, dan R3; jumlah serta posisi gugus fungsi oksigen dan ikatan rangkap, serta konfigurasi dari pusat-pusat asimetris pada kerangka dasar karbon (Achmad, 1986).

Penjelasan Lengkap Steroid
Steroid secara struktur berkaitan dengan terpenoid, tetapi beberapa jalur khusus dalam biosintesisnya telah menghasilkan karakteristik-karakteristik struktur tertentu pada fungsi-fungsi biologi. Disamping penggabungan kepala-ekor, jalur-jalur lain mungkin dapat terjadi, seperti skualen yang merupakan prekursur untuk pembentukan terpen dan steroid, disintesa melalui dimerisasi ekor dengan ekor famesil pirofosfat. Sedangkan dimerisasi yang analog pada geranil-geranil pirofosfat (GGPP) menghasilkan sfitoen, yang merupakan prekursor tetraterpenoid dan karoltenoid (Darwis, 2000).

Senyawa steroid memiliki peran sebagai hormon kelamin, asam empedu dan lain-lain pada senyawas satwa sedangkan pada tumbuhan sebagi pengatur tumbuh. Selain itu, steroid dapat meningkatkan permaebilitas membran sel dan merangsang proses pembangunan. Dalam pengobatan, senyawa ini berfungsi sebagai antibiotik diantaranya anti jamur, bakteri dan virus (Vickery dan Vickery, 1981).

Sumber rujukan/Daftar pustaka:

Achmad, S. A. 1986. Kimia Organik Bahan Alam. Jakarta: Karunika.

Darwis, D. 2000. Uji Kandungan Fitokimia Metabolid Sekunder: Metode Lapangan dan Laboratorium. Workshop Pengembangan Sumber Daya Manusia dalam Bidang Kimia Organik Bahan Alam Hayati. DITJEN DIKTI DEPDIKNAS. 9-14 Oktober 2000. Padang.

Vickery ML dan Vickery B. 1981. Secondary Plant Metabolism. London And Basiing Stoke. The Memillan Press Ltd.

No comments:

Post a comment