Saturday, 3 September 2016

Penjelasan Lengkap Saponin (Tinjauan Pustaka)

A. Saponin

Saponin adalah glikosida triterpena dan sterol dan telah terdeteksi dalam lebih dari 90 suku tumbuhan. Saponin merupakan senyawa aktif permukaan dan bersifat seperti sabun serta dapat dideteksi berdasarkan kemampuannya membentuk busa dan menghemolisis sel darah. Pencarian saponin dalam tumbuhan telah dirangsang oleh kebutuhan akan sumber sapogenin yang mudah diperoleh dan dapat diubah di laboratorium menjadi sterol hewan yang berkhasiat penting. Pola glikosida saponin kadang-kadang rumit, banyak saponin yang mempunyai satuan gula sampai lima dan komponen yang umum ialah asam glukoronat (Harborne, 1987).

Saponin terdapat pada berbagai spesies tanaman baik tanaman liar maupun tanaman budidaya. Pada tanaman budidaya, saponin triterpenoid merupakan jenis yang utama sedangkan saponin steroid umumnya terdapat pada tanaman yang digunakan sebagai tanaman obat. Beberapa faktor seperti umur, fisiologis, kondisi agronomi dan lingkungan dapat mempengaruhi kandungan saponin dalam tanaman. Tanaman muda dalam satu spesies mempunyai kandungan saponin yang lebih tinggi dibanding dengan tanaman dewasa (Suparjo, 1998).

Bila dalam tumbuhan banyak terdapat saponin, sukar untuk memekatkan ekstrak alkohol-air dengan baik, walaupun digunakan rotari evaporator. Karena itu, uji saponin yang sederhana ialah mengocok ekstrak alkohol-air dari tumbuhan dalam tabung reaksi dan diperhatikan apakah ada terbentuk busa tahan lama pada permukaan cairan. Saponin dapat juga diperiksa dalam ekstrak kasar berdasarkan kemampuannya menghemolisis sel darah merah. Tetapi biasanya lebih baik bila uji sederhana itu dipastikan dengan cara kromatologi lapis tipis dan pengukuran spektrum (Robinson, 1995).

Dalam larutan sangat encer, saponin sangat beracun  untuk ikan. Oleh karena itu, tumbuhan yang mengandung saponin telah digunakan sebagai racun ikan selama beratus-ratus tahun. Saponin digunakan sebagai antimikroba dan dalam kesehatan dipakai sebagai bahan baku sintesis hormon steroid (Robinson, 1995).


Sumber rujukan/Daftar pustaka:

Harborne, J.B. 1987. Metode Fitokimia. Bandung: Penerbit ITB.

Robinson, T. 1995. Kandungan Kimia Organik Tumbuhan Tingi. Bandung: Penerbit ITB.

Suparjo. 1998. Saponin peran dan pengaruhnya bagi ternak dan manusia. Fakultas Perternakan. Universitas Jambi.







No comments:

Post a comment