Thursday, 1 September 2016

Penjelasan Lengkap Golongan Metabolid Sekunder (Alkaloid)

A. Golongan Alkaloid

Alkaloid adalah senyawa organik siklik yang mengandung nitrogen dengan bilangan oksidatif negatif yang penyebarannya terbatas pada makhluk hidup. Alkaloid umumnya dinyatakan sebagai senyawa basa yang mengandung satu atau lebih nitrogen yang merupakan bagian dari sistem siklik. Atom nitrogennya hampir selalu dalam bentuk gugus amina atau amida dan tidak pernah dalam bentuk nitro atau diazo. Subtituen oksigen umumnya dalam bentuk gugus fenol, metoksil atau metilendioksi (Harborne, 1987).

Alkaloid juga merupakan golongan zat hasil metabolisme sekunder terbesar pada tumbuhan. Telah diketahui ada sekitar 5.500 senyawa alkaloid yang tersebar pada berbagai famili (Harborne, 1987). Beberapa famili tertentu dari tumbuhan monokotiledon dan dikotiledon memiliki alkaloid yang cukup beragam. Pada tumbuhan, alkaloid terdapat sebagai garam yang dapat larut atau membentuk kombinasi dengan tanin. Senyawa ini umumnya terdapat pada akar, batang, kulit kayu dan daun (Meistiani, 2001).

Kebanyakan alkaloid tidak bewarna, tetapi alkaloid yang lebih kompleks terutama yang mengandung gugus aromatis akan memberikan warna. Hampir semua alkaloid keaktifan farmakologinya tertentu, ada yang bersifat racun bagi manusia tetapi banyak pula yang digunakan dalam bidang pengobatan. Pengujian sederhana untuk mengetahui adanya alkaloid pada tumbuhan adalah rasa pahit dilidah jika salah satu bagian tumbuhan tersebut (daun atau buah segar) dikunyah (Harborne, 1987).

Menurut Sumiwi (1992), fungsi alkaloid bagi tumbuhan antara lain sebagai zat beracun untuk melawan serangga atau hewan pemakan tanaman, faktor pengatur tumbuh, substansi cadangan untuk memenuhi kebutuhan akan N atau elemen-elemen lain yang penting bagi tumbuhan dan merupakan hasil akhir pada reaksi detoksifikasi dari suatu zat yang berbahaya bagi tumbuhan. Menurut Solomon, kegunaan alkaloid dalam bidang kesehatan adalah untuk memacu sistem saraf, menaikan tekanan darah, mengurangi rasa sakit dan dapat melawan infeksi mikrobial (Meistiani, 2001).
Gambar sitisina


Sumber rujukan/Daftar Pustaka:

Harborne, J.B. 1987. Metode Fitokimia. Bandung: Penerbit ITB.

Meistiani, Y. 2001. Isolasi dan Identifikasi Senyawa Alkaloid dari Akar Kuning (Arcangelisia flava (L) Merr). Skripsi Jurusan Kimia FMIPA, IPB.

Sumiwi. 1992. Kromatografi Lapis Tipis Alkaloid dari Daun Kelor (Moringa Oleifera Lamrk). Laporan Penelitian. FMIPA. Universitas Padjajaran. Bogor.



No comments:

Post a comment