Friday, 2 September 2016

Penjelasan Lengkap Flavonoid

A. Metabolit Sekunder Golongan Flavonoid

Senyawa flavonoid adalah senyawa yang mengandung C15 terdiri atas dua inti fenolat yang dihubungkan dengan tiga satuan karbon. Cincin A memiliki karakteristik bentuk hidroksilasi phloroglusinol atau resorsinol dan cicin B biasanya 4-,3,4- atau 3,4,5- terhidroksilasi (Sastrohamidjojo, 1996).

Semoa flavonoid, menurut strukturnya, merupakan turunan senyawa induk flavon dan semuanya mempunyai sejumlah sifat yang sama. Flavonoid umumnya terdapat dalam tumbuhan, terikat pada gula sebagai glikosida. Flavonoid terdapat dalam semua tumbuhan berpembuluh tetapi beberapa kelas lebih tersebar daripada yang lainnya (Harborne, 1987).

Tidak ada benda yang begitu menyolok seperti flavonoid yang memberikan kontribusi keindahan dan kesemarakan pada bunga dan buah-buahan di alam. Flavonoid memberikan warna kuning atau jingga, antosianin memberikan warna merah, ungu atau semua warna yang terdapat pada pelangi kecuali hijau. Secara biologis, flavonoid memainkan peranan penting dalam kaitan penyerbukan pada tanaman oleh serangga. Sejumlah flavonoid mempunyai rasa pahit hingga dapat bersifat menolak sejenis ulat tertentu (Sastrohamidjojo, 1996).

Pada tumbuhan tingkat tinggi, flavonoid terdapat baik dalam bagian vegetatif maupun dalam bunga. Sebagai pigmen bunga, flavonoid berperan jelas dalam menarik burung dan serangga penyerbuk bunga. Beberapa flavonoid tidak bewarna tetapi menyerap sinar UV, barangkali penting juga dalam mengarahkan serangga. Fungsi flavonoid lainnya bagi tumbuhan yang mengandungnya adalah untuk mengatur pertumbuhan, fotosintesis, kerja antimikroba dan antivirus. Aktivitas antioksidasi yang juga dimiliki oleh komponen aktif flavonoid tertentu digunakan untuk menghambat pendarahan dan antiskorbut (Robinson, 1995).

Kelompok Artocarpus adalah penghasil beragam jenis flavonoid yang unik. Beberapa senyawa dari jenis flavonoid ini telah diketahui memiliki efek biologis yang menarik, seperti antiinflamasi, sitotoksik dan sebagai inhibitor transpor asam amino yang tergantung kepada ion K kepada usus Bombyx meri.

Menurut Basir dan Dachrianus (2002), senyawa flavonoid juga telah diisolasi dari tumbuhan sari rapet (Ficus deltoideus Blume) yang banyak digunakan kaum wanita di Indonesia sebagai pelangsing tubuh setelah melahirkan. Setelah itu, getahnya digunakan untuk membasmi kutil dan membunuh ikan.


Sumber rujukan/Daftar pustaka:

Basir, D & Dachriyanus. 2002. 5 Metoksi -6,7-Furanokumarin dari Daun Tumbuhan Sari Rapet (Ficus deltoideas Blume). Bull. The Indo. Soc. of Nat. Prod. Chem. 2, 1. January-June 2002. Bandung. pp 26-30.

Harborne, J.B. 1987. Metode Fitokimia. Bandung: Penerbit ITB.

Robinson, T. 1995. Kandungan Kimia Organik Tumbuhan Tingi. Bandung: Penerbit ITB.

Sastrohamidjojo, H. 1996. Sintesis Bahan Alam. Yogyakarta: Penerbit Gadjah Mada Universitas Press.

No comments:

Post a comment