Thursday, 1 September 2016

Pengertian Senyawa Metabolit Sekunder Dan Fitokimia Secara Umum

Pengertian Senyawa Metabolit Sekunder Dan Fitokimia Secara Umum

A. Senyawa Metabolit Sekunder Dan Fitokimia Secara Umum

Hutan tropika tidak hanya menghasilkan kayu komersial tetapi juga mengandung banyak jenis bukan kayu yang bermanfaat dan bernilai komersial, plasma nutfah (sumber daya genetik), obat-obatan, bahan pestisida dan lain-lain (Sudrajat dkk, 2003).

Hutan umumnya adalah kumpulan berjenis-jenis tumbuhan yang merupakan sumber daya alam hayati dan sekaligus sebagai gudang senyawa kimia, baik berupa senyawa kimia hasil metabolit primer maupun sebagai sumber senyawa metabolit sekunder. Senyawa metabolit primer seperti protein, karbohidrat dan lemak di gunakan sendiri oleh tumbuhan tersebut untuk pertumbuhanya, sedangkan senyawa metabolit sekunder seperti terpenoid, steroid, kumarin, flavonoid serta alkaloid merupakan senyawa kimia yang umumnya mempunyai kemampuan bioaktivitas yang berfungsi sebagai pelindung tumbuhan tersebut dari gangguan hama penyakit baik untuk tumbuhan itu sendiri maupun lingkungannya. Akhir-akhir ini senyawa kimia sebagai hasil metabolit sekunder pada berbagai jenis tumbuhan telah banyak dimanfaatkan sebagai zat warna, racun, aroma, obat-obatan, dan lain sebagainya (Darwis, 2000).

Beberapa peneliti telah membuktikan bahwa metabolid sekunder alkaloid, flavonoid dan terpenoid/steroid dapat mempunyai aktivitas antioksidan.

Metode fitokimia digunakan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder, makromolekul serta penggunaan data yang diperoleh untuk menggolongkan tumbuhan. Metode ini juga penting untuk menentukan ciri atau sifat kimia dari fitotoksin dan fitoaleksin (Harborne, 1987).

Secara umum kandungan metabolit sekunder dalam bahan alam hayati dikelompokan berdasarkan sifat dan reaksi khas suatu metabolit sekonder dengan pereaksi tertentu.

Adapun golongan-golongan metabolit sekunder sebagai berikut:

  1. Steroid  (klik untuk melanjutkan membaca)
  2. Alkaloid  (klik untuk melanjutkan membaca)
  3. Flavonoid  (klik untuk melanjutkan membaca)
  4. Fenol  (klik untuk melanjutkan membaca)
  5. Saponin  (klik untuk melanjutkan membaca)

Sumber rujukan/Daftar pustaka:

Darwis, D. 2000. Uji kandungan fitokimia metabolit sekunder: Metode lapangan dan laboratorium. Workshop pengembangan sumber daya manusia dalam bidang kimia organik bahan alam hayati. Ditjen Dikti Depdiknas. 9-14 Oktober 2000, Padang

Harborne, J.B. 1987. Metode Fitokimia. Bandung: Penerbit ITB.

Sudrajad, Kartika, R. dan Mintargo, D. 2003. Isolasi bahan bioaktif kulit pohon kayu bawang kalimantan (Scorodocarpus borneensis Becc) sebagai larvasida. Laporan Penelitian FMIPA, Universitas Mulawarman Samarinda.


No comments:

Post a comment