Wednesday, 14 September 2016

Pengertian Konsep Pembiayaan Serta Penanganannya Dalam Islam

Pengertian Konsep Pembiayaan Serta Penanganannya Dalam Islam

A. Pengertian Pembiayaan

Pengertian pembiayaan menurut Undang-Undang perbankan No. 10 Pasal 1 ayat 11 tahun 1998 adalah :

"Penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak yang dibiayai untuk mengembalikan uang atau tagihan tersebut setelah jangka waktu tertentu dengan imbalan atau bagi hasil."

Menurut Muhamad, pembiayaan adalah :

"Penyediaan dana dan atau tagihan berdasarkan akad mudharabah dan atau musyarkah dan atau pembiayaan lainnya berdasarkan prinsip bagi hasil. Sedangkan piutang adalah tagihan yang timbul dari transaksi jual beli dan atau berdasarkan akad murabahah, salam, istishna, dan ijarah


Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa pembiayaan dapat berupa uang atau barang maupun tagihan yang nilaainya diukur dengan uang. Pembiayaan yang digunakan pada bank syari'ah, biasanya berdasarkan prinsip bagi hasil (mudharabah), perinsip pentertaan modal (musyarakah), juak beli barang dengan memperoleh keuntungan (murabahah), atau pembiayaan barang modal berdasarkan prinsip sewa (ijarah).


Pada dasarnya, pembiayaan yang diberikan oleh bank mengandung resiko, sehingga dalam pelaksanaanya bank harus memperhatikan asas-asas pembiayaan yang sehat. Untuk mengurangi resiko tersebut, jaminan pemberian pembiayaan dalam arti keyakinan atas kemampuan dan kesanggupan nasabah dibitur untuk melunasi kewajibannya sesuai dengan yang dijanjikan merupakan fakor penting yang harus diperhatikan oleh bank. Untuk memperoleh keyakinan tersebut, sebelum bank memberikan pembiayaan kepada nasabah, bank harus lebih teliti dalam melakukan penilaian dan menganalisa nasabah.

Biasanya kriteria penilaian yang umum dilakukan olah pihak bank untuk mendapatkan nasabah yang benar-benar layak untuk dibiayai, dilakukan dengan analisis 5C dan 7P. Penilaian dengan analisis 5C adalah sebagai berikut :

1. Charakter/Karakter

Karakter merupakan sifat atau watak seseorang. Untuk membaca watak atau sifat seseorang dapat dilihat dari latar belakang nasabah, baik latar belakang yeng bersifat pekerjaan maupun yang bersifat pribadi. Dari sifat dan watak ini dapat dijadikan suatu ukuran tentang "kemauan" nasabah untuk membayar.

2. Capacity/Kapasitas

Kapasitas adalah kemampuan nasabah dalam membayar hutangya. Kemampuan ini dapat dilihat dari latar belakang pendidikan dan penaglaman nasabah dalam mengelola usahanya.

3. Capital

Capital yaitu modal dasar/penggunaan modal. Untuk melihat penggunaan modal apakah efeltif atau tidak, dapat dilihat dari laporan keuangan yang disajikan oleh nasabah.

4. Condition

Condition merupakan kondisi perekonomian. Dalam menilai kredit hendaknya juga dinilai kondisi ekonominya dan perediksi untuk  masa yang akan datang. Penilaian kondisi atau prospek bidang usaha yang di biayai hendaknya memiliki prospek yang baik.

5. Collateral

Collateral yaitu jaminan. Jaminan hendaknya melebihi jumlah pimjaman yang diberikan. Jaminan juga harus diteliti keabsahannya dan kesempurnaannya.

Penilaian suatu kredit juga dapat dilakukan dengan analisis 7P, dengan unsur penilaian sebagai berikut :

1. Personality

Personality yaitu menilai nasabah dari segi kepribadian atau tingkah lakunya sehari-hari maupun masalalunya.

2. Party

Party yaitu mengklasifikasikan nasabah ke dalam klasifikasi tertentu atau golongan-golongan tertentu berdasarkan modal, loyalitas, serta karakternya.

3. Perpose

Perpose yaiut tujuan nasabah dalam mengambil kredit atau pembiayaan termasuk jenis pembiayaan yang diinginkan nasabah.

4. Prospect

Prospect yaitu menilai usaha nasabah dimasa yang akan datang, menguntungkan atau tidak.

5. Payment

Payment merupakan ukuran bagaimana cara nasabah mengembalikan pijaman yang telah diambil atau dari mana sumber dana untuk pengembalian pinjaman.

6. Profitability

Profitability yaitu menganalisis kemampuan nasabah dalam mencari laba.

7. Protection

Protection yaitu menjaga agar pinjaman yang diberikan mendapatkan jaminan perlindungan, sehingga kredit yang diberikan benar-benar aman.

Sumber referensi/Dafar pustaka :

Kasmir, bank dan lembaga keuangan lainnya, (Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada), 2001.

Muhammad, Bank Syari'ah, (Yogyakarta : Ekonesia), 2004



Nur'Aini. 2007. Penanganan Kredit Macet Pada Pembiayaan Murabahah Di Bank Muamalat Cabang Samarinda (Tinjauan Hukum Islam). Skripsi. Jurusan Syari'ah Progam Study Muamalah STAIN. Samarinda.

No comments:

Post a comment