Saturday, 10 September 2016

Dasar Teori Poros Untuk Teknik Mesin Produksi

Dasar Teori Poros Untuk Teknik Mesin Produksi

A. Poros 

Poros merupakan bagian terpenting dari setiap mesin. Pada umumnya mesin meneruskan daya bersama-sama dengan putaran yang dilakukan oleh poros. Pada umumnya poros dapat dipasang puli, roda gigi, dan pasak yang ikut berputar bersama poros. Pemasangan elemen mesin tersebut pada poros menggunakan pasak, sehingga pada poros dibuat alur pasak. Pengikatan elemen mesin berputar bersama poros dapat pula menggunakan pena dan sekrop penetap.

Pembebanan pada poros tergantung pada besarnya daya putaran mesin yang diteruskan, serta pengaruh gaya yang ditimbulkan oleh bagian-bagian mesin yang didukung dan ikut berputar bersama poros. Beban puntir disebabkan oleh daya dan putaran mesin, juga beban lentur dan aksial disebabkan oleh gaya radial dan aksial yang tumbuh. Namun demikian, kombinasi beban lentur dan beban puntir dapat juga sekaligus terjadi pada poros, bahkan bisa juga disertai oleh beban aksial.

1. Macam-macam poros

Poros untuk meneruskan daya diklasifikasikan menurut pembebeanannya, yaitu :

a. Poros transmisi

Poros jenis ini mendapat beban puntir dan lentur. Daya ditransmisikan kepada poros melalui kopling, roda gigi, pully sabuk atau sprocket rantai. Sehingga proses ini berfungsi untuk memindahkan tenaga mekanik dari salah satu elemen mesin ke elemen mesin yang lain.

b. Poros spindel

Merupakan poros yang relative pendek, dimana beban utamanya berupa puntiran. Syarat yang harus dipenuhi poros ini adalah deformasinya harus kecil dan bentuk serta ukurannya harus teliti.

c. Poros gardan

Poros seperti yang dipasang diantara roda-roda kereta barang, dimana tidak mendapat beban puntir, bahkan kadang-kadang tidak boleh berputar. Poros gardan ini hanya mendapat beban lentur, kecuali jika digerakan oleh penggerak mulai dimana akan mengalami beban puntir pula.

2. Persyaratan umum perencanaan poros

Dengan memperhatikan jenis pembebanan pada poros, persyaratan umum poros adalah : 

a. Kekuatan poros

Suatu poros transmisi dapat mengalami beban puntir atau lentur atau gabungan antara puntir dan lentur seperti telah diuraikan di atas. Juga ada poros yang mendapat beban tarik atau tekan seperti poros baling-baling kapal dan turbin. Kelelahan, tumbukan atau pengaruh konsentrasi tegangan bila diameter poros diperkecil (poros bertangga) atau bila poros mempunyai alur pasak, harus diperhitungkan sebuah poros harus direncanakan cukup kuat untuk menahan beban.

b. Kekakuan poros

Meskipun sebuah poros mempunyai kekuatan yang cukup tetapi jika lenturan atau defleksi puntirannya terlalu besar akan mengakibatkan ketidak telitian atau getaran dan suara misalnya pada turrbin dan kotak roda gigi. Karena itu disamping kekuatan poros, kekakuan poros juga harus diperhatikan dan disesuaikan dengan mesin yang akan dilayani oleh poros tersebut dan juga defleksi puntir atau lendutan haruslah cukup kuat dan aman.

c. Putaran kritis

Bila suatu putaran mesin dinaikan pada suatu harga tertentu dapat terjadi getaran yang luar biasanya besarnya. Putaran ini disebut putaran keritis, hal ini dapat terjadi pada turbin, motor torak, motor listrik, dan lain-lain. Dan dapat mengakibatkan kerusakan poros dan bagian-bagian lainnya. Jika mungkin harus direncanakan sedemikian rupa, sehingga putaran kerjanya lebih pendek daripada putarn kritisnya.

d. Bahan poros

Bahan poros pada umumnya dari baja yang ditarik dingin dan difinis, baja karbon kontruksi mesin (disebut bahan S-C) meskipun demikian bahan ini  kekerasannya agak kurang tetap dan dapat mengalami deformasi karena tegangan yang kurang seimbang. Misalnya di beri alur pasak, karena tegangan sisa di dalam terasnya. Tetapi penarikan dingin membuat permukaan poros menjadi keras dan kekuatan menjadi bertambah besar.

Poros-poros yang dipakai untuk meneruskan putaran tinggi dan beban berat umumnya dibuat baja paduan dengan pengerasan kulit yang sangat tahan terhadap keausan. Disamping itu bahan-bahan tahan korosi harus dipilih untuk proses propeler dan pompa bila terjadi kontak dengan fluida yang korosif. Demikian pula untuk poros-poros yang terancam kafitasi dan poros-poros mesinya sering berhenti lama sampai batas tertentu dapat pula dilakukan perlindungan terhadap korosi.

Sumber referensi/Daftar pustaka :

Anggara. A, dan Rizal. N. 2009. Perencanaan dan pembuatan mesin pengupas kulit ari biji kedelai dengan penggerak motor listrik. Laporan tugas akhir Diploma III. Politeknik Samarinda.


No comments:

Post a comment