Friday, 30 September 2016

Pengertian Konsep Pemasaran Dengan Jelas

A. Konsep Pemasaran

Suatu perusahaan dalam menjalankan aktifitasnya harus efisien menjalankan konsep pemasaran agar keuntungan yang diharapkan dapat terealisasi dengan baik. Ini menandakan bahwa kegiatan pemasaran dalam perusahaan harus dikoordinasi dan dikelola dengan cara yang lebih baik.

Pengertian Konsep Pemasaran Dengan Jelas
Falasafah konsep pemasaran bertujuan untuk memberikan kepuasan terhadap keinginan dan kebutuhan konsumen. Keguatan perusahaan yang berdasarkan pada konsep pemasaran ini harus diarahkan untuk memenuhi tujuan perusahaan. Secara definitif dapat  dikatakan bahwa konsep pemasaran adalah falsafah bisnis yang menyatakan bahwa pemuas kebutuhan konsumen merupakan syarat ekonomis dan sosial bagi kelangsungan hidup perusahaan (Swastha 1996).

Dari definisi tersebut, perusahaan memiliki konsekuensi seluruh keguatan perusahaan harus diarahkan untuk mengetahui kebutuhan konsumen dan mampu memberikan kepuasan agar mendapat laba dalam jangka panjang. Organisasi perusahaan yang menetapkan konsep pemasaran ini disebut organisasi perusahaan.

Konsep pemasaran juga menyatakan bahwa kunci untuk meraih tujuan organisasi adalah menjadi lebih efektif daripada para pesaing dalam memadukan kegiatan pemasaran guna menetapkan dan memuaskan kebutuhan pasar sasaran  (Kotler, 1997). Konsep pemasaran ini bersandar pada empat pilar yakni, : pasar sasaran, kebutuhan pelanggan, pemasaran terpadu dan profitabilitas.

Dewasa ini konsep pemasaran mengalami perkembangan yang semakin maju sejalan dengan majunya masyarakat dan teknologi. Perusahaan tidak lagi berorientasi hanya kepada pembeli saja, akan tetapi berorientasi pada masyarakat atau manusia. Konsep yang demikianlah yang disebut dengan konsep pemasaran masyarakat (Swastha, 1996).

Tiga faktor penting digunakan sebagai dasar dalam konsep pemasaran (Swastha, 1996) :

a. Orientasi Kosumen

Pada intinya, jika suatu perusahaan ingin menerapkan oriantasi konsumen ini maka :

  1. Menentukan kebutuhan pokok dari pembeli yang akan dilayani dan dipenuhi.
  2. Memilih kelompok pembeli tertentu sebagai sasaran dalam penjualan.
  3. Menentukan produk dan program pemasarannya.
  4. Mengadakan penelitian pada konsumen untuk mengukur, menilai, dan menafsikan keinginan, sikap serta tingkah laku mereka.
  5. Menentukan dan melaksanakan strategi yang paling baik apakah menitikberatkan pada mutu yang tinggi, harga yang murah, dan model yang menarik.
b. Koordinasi dan Integrasi dalam Perusahaan

Untuk memberikan kepuasan secara optimal kepada konsumen, semua elemen pemasaran yang ada harus diintegrasika. Hindari adanya pertentangan antara perusahaan dengan pasarnya. Salah satu cara penyelesaian untuk mengatasi masalah koordinansi dan integrasi ini dapat menggunakan satu orang yang mempunyai tanggung jawab terhadap seluruh kegiatan pemasaran, yaitu manajer pemasaran. Jadi dapat disimpulkan bahwa setiap orang dan bagian dalam perusahaan turut serta dalam suatu upaya yang terkoordinir untuk memberi kepuasan konsumen sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai.

c. Mendapatkan Laba Melalui Pemuasan Konsumen

Salah satu tujuan dari perusahaan adalah untuk mendapatkan profit atau laba. Dengan laba tersebut perusahaan bisa tumbuh dan berkembang dengan kemampuan yang lebih besar. Sebenarnya laba merupakan tujuan umum dari sebuah perusahaan. Banyak perusahaan yang mempunyai tujuan lain disamping laba. Dengan menggunakan konsep pemasaran ini, hubungan antara perusahaan dan konsumen akan dapat diperbaiki yang pada akhirnya akan menguntungkan bagi perusahaan.

Tuesday, 27 September 2016

Penjelasan Bauran Pemasaran (Marketing Mix) Dengan Jelas

A. Bauran Pemasaran (Marketing Mix)

Setelah menentukan pasar sasaran serta posisi produk yang diinginkan dalam benak konsumen, perusahaan perlu mendesain program agar produk dapat memperoleh respon dari pasar sasaran. Dalam pemasaran diperlukan suatu alat, alat disini adalah program yang dapat dokontrol oleh perusahaan. Strategi pemasaran yang digunakan pemasaran sering pula disebut bauran pemasaran (marketing mix). Menurut Buchari Alma (2007) ada empat komponen yang tercakup dalam kegiatan marketing mix ini yang terkenal dengan sebutan 4P yang terdiri-dari : Product, price, place dan promotion.

Penjelasan Bauran Pemasaran (Marketing Mix) Dengan Jelas
Pengertian bauran pemasaran menurut Kotler dan Keller (2007) yang diterjemahkan oleh Benyamin Molan adalah sebagai berikut:
"Bauran pemasaran adalah perangkat alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk mengejar tujuan perusahaannya".

a. Product (Produk)

Intensitas kompetisi di pasar memaksa perusahaan untuk mengupayakan adaptasi produk yang tinggi guna meraih keunggulan yang kompetitif atas pesaing, karena adaptasi produk dapat memperluas basis pasar lokal dan di tingkatkan untuk preferensi lokal tertentu. Konsumen semakin banyak memilih alternatif dan sangat hati-hati dalam menentukan keputusan untuk melakukan pembelian dengan mempertimbangkan  faktor-faktor kebutuhan, keunggulan produk, pelayanan dan perbandingan harga sebelum memutuskan untuk membeli. Keunggulan kompetitif suatu produk merupakan salah satu faktor penentu dari kesuksesan produk baru, dimana kesuksesan produk tersebut diukur dengan parameter jumlah penjualan produk (Tjiptono, 2008).

Menurut Kotler (2001) produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan kepasar untuk mendapatkan perhatian, dibeli, digunakan atau dikonsumsi yang dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan. Produk dapat berupa objek secara fisik, jasa, orang, tempat, ide, organisasi dan lainlain.

Susanto (2004) menjelaskan mengenai kualitas produk bernilai tinggi dengan konsep High Value Product, dibagi menjadi dua kategori yaitu:
  1. High Intrinsic Value Product (HIV) adalah produk-produk yang nilai intrinsiknya memang sudah mahal seperti berlian dan mutiara.
  2. High Volome Branded Product (HVB) adalah produk-produk yang menjadi mahal terutama karena mereknya seperti tas merk Hermes, Channel, Prada, Louis Vuitton dan lain-lain.
Sebuah produk terdiri atas satu lingkaran inti yang memberikan core  benefit serta empat lapisan berikutnya: basic product, expected product, augmented product, dan potential product. Lapisan pertama bersifat generik, untuk memenuhi kebutuhan dasar konsumen terhadap product tersebut. Lapisan kedua, tidak hanya memenuhi kebutuhan konsumen, tetapi juga keinginan dan harapan konsumen.  

b. Harga (Price)

Definisi harga oleh Engel (2004) mendefinisikan harga sebagai sejumlah uang (ditambah beberapa produk) yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dari produk dan pelayanannya. Dari definisi diatas dapat diketahui bahwa harga yang dibayar oleh pembeli sudah termasuk layanan yang diberikan oleh penjual. Banyak perusahaan mengadakan pendekatan terhadap penentuan harga berdasarkan tujuan yang hendak dicapainya. Adapun tujuan tersebut dapat berupa meningkatkan penjualan, mempertahankan market share, mempertahankan stabilitas harga, mencapai laba maksimum dan sebagainya.

Harga dapat menunjukan kualitas merek dari suatu produk, dimana konsumen mempunyai anggapan bahwa harga yang mahal biasanya mempunyai kualitas yang baik. Pada umumnya harga mempunyai pengaruh positif dengan kualitas, semakin tinggi harga maka akan semakin tinggi kualitas. Konsumen mempunyai anggapan adanya hubungan yang positif antara harga dan kualitas suatu produk, maka mereka akan membandingkan antara produk yang satu dengan produk yang lainnya, dan barulah konsumen mengambil keputusan untuk membeli suatu produk.

c. Tempat (Place)

Distribusi atau tempat seringkali ikut menentukan kesuksesan perusahaan, karena lokasi erat kaitannya dengan pasar potensial sebuah perusahaan (Fandy Tjiptono, 1996). Disamping itu, lokasi juga berpengaruh terhadap dimensi-dimensi strategi seperti flexibility, competitive, positionong dan focus. Fleksibilitas suatu lokasi merupakan ukuran sejauh mana suatu perusahaan dapat bereaksi terhadap perubahan situasi ekonomi. Keputusan pemilihan lokasi berkaitan dengan komitmen jangka panjang terhadap aspek-aspek yang sifatnya kapital intensif, maka perusahaan benar-benar harus mempertimbangkan dan menyeleksi lokasi yang responsif terhadap situasi ekonomi, demografi, budaya, dan persaingan dimasa mendatang.

d. Promosi (Promotion)

Suatu produk yang memiliki kualitas tinggi dan harga yang murah, namun tak dikenal oleh pasar maka segala kelebihan atribut yang dimiliki produk tersebut menjadi sia-sia. Usaha untuk mengenalkan produk kepada pasar yaitu dilakuakn strategi promosi. Konsep yang dipakai untuk mengenalkan produk yaitu promotion mix, kegiatan-kegiatan yang mengkombinasikan keunggulan produk dan menunjuk konsumen untuk membeli (Swastha, 2003). Promotion mix merupakan suatu kegiatan yang sangat penting untuk dilaksanakan selama pemasaran produk. Melalui kegiatan promotion mix ini, perusahaan berusaha untuk memberitahukan kepada konsumen mengenai suatu produk dan mendorong untuk membeli produk tersebut. Banyak cara yang dilakukan oleh perusahaan untuk mempromosikan produknya, antara lain :

1). Personal Selling

Personal selling atau penjualan pribadi yaitu terjadi interaksi langsung, saling bertemu muka antara pembeli dan penjual. Kominikasi yang dilakukan oleh kedua belah pihak bersifat individual, dalam hal ini penjual dituntut memiliki kecakapan, keterampilan dan mempengaruhi atau memotivasi pembeli dengan cara mengemukakan menfaat yang akan diperoleh pembeli sehingga terjadi persesuaian keuntungan. Manfaat personal selling .
  • Adanya hubungan langsung dengan calon pembeli sehingga dapat mengamati secara dekat karakteristik dan kebutuhan calon pembeli.
  • Membina berbagai macam hubungan dengan pembeli, mulai dengan hubungan perdagangan sampai hubungan persahabatan yang erat.
  • Mendapatkan tanggapan dari calon pembeli.
2). Advertising

Advertising atau pengiklan adalah setiap bentuk penyajian gagasan, barang atau jasa yang dibayar, yang sifatnya bukan pribadi oleh sponsor yang dapat dikenali media penyajiannya meliputi majalah, surat kabar, radio, Tv, dan selebaran (Kotler, 2001).

Manfaat advertising :
  • Memungkinkan penjual untuk berkomunikasi dengan banyak orang sekaligus.
  • Memungkinkan penjual untuk menyebarkan informasi tentang produk dan perusahaannya.
  • Memungkinkan penjual untuk mendramatisir perusahaan dan produknya, melalui penggunaan cetakan, suara dan warna yang menarik perhatian.
a). Media advertising

(1). Media televisi

Promotion mix dapat didefinisikan sebagai pesan yang menawarkan produk baik barang tau jasa kepada konsumen lewat media televisi agar konsumen terbujuk untuk mengkonsumsi. Stasiun televisi swasta boleh dibandingkan hal yang baru di dalam dunia mempromosikan dari pertelevisian di Indonesia. Keunggulan media televisi dibanding media lain yaitu : 
  • Efisien biaya. Banyak perusahaan memandang televisi sebagai media yang paling efektif untuk menyampaikan pesan-pesan komersialnya. Keunggulannya adalah kemampuan menjangkau khalayak sasaran yang luas.
  • Dampak yang kuat. Kemampuannya yang menimbulkan dampak yang kuat terhadap konsumen, pada tekanan sekaligus dua indera : penglihatan dan pendengaran.
  • Pengaruh yang kuat. Kemampuan yang kuat untuk mempengaruhi persepsi khalayak umum.
3). Media radio

Seperti majalah, radio adalah yang memiliki jangkauan selektif terhadap segmen tertentu. Dalam masyarakat agraris dengan jangkauan wilayahnya sangat luas, radiolah yang telah menjawab untuk kebutuhan komunikasi yang dapat memacu perubahan masyarakat.

4). Media cetak

Media cetak adalah media statis dan mengutamakan pesan-pesan visual. Dalam pengertian ini, media cetak digunakan sebagai media periklanan dibatasi pada surat kabar dan majalah. Diluar itu yang tidak ditulis pada penulisan ini namun termasuk kedalam bagian media cetak adalah segala bentuk edaran yang dicetak di atas suatu media, termasuk di dalamnya brosur dan booklet.

5). Sales promotion

Sales promotion atau promosi penjualan adalah semua kegiatan promosi yang bukan iklan, publisitas dan penjualan perseorangan yang dapat merangsang minat usaha mencoba atau pembelian oleh pelnggan akhir atau pihak lain dalam saluran promosi penjualan. Penetapan harga yang kompetitif tawaran konsumen pengemasan dan persentasi, promosi di dalam toko dan promosi dalam kesempatan khusus.

6). Publisitas

Pablisitas yaitu untuk memacu permintaan non personal dan usaha ini tidak dibiayai orang atau oeganisasi yang memetik manfaat dari publikasi. Biaya publisitas ini berbentuk memuji suatu produk, jasa atau organisasi.

(a).Fungsi dari kegiatan promosi antara lain:
  • Mencari dan mendapatkan perhatian dari calon pembeli, karena perhatian dan calon pembeli merupakan titik awal proses pengambilan keputusan dan pembelian.
  • Menciptakan dan menimbulkan interest pada diri calon pembeli.
  • Mengembangkan rasa ingin dari calon pembeli untuk memiliki barang yang ditawarkan.
(b). Tujuan promotion mix (Kotler, 2001) :
  • Memodifikasi tingkah laku, dapat diarahkan dengan adanya promotion.
  • Memberitahukan dengan memberikan informasi tentang adanya penawaran perusahaan.
  • Membujuk, karena diarahkan dan untuk mendorong pembelian.
  • Mengingatkan dengan melaksanakan promosi secara terus menerus agar produk ditawarkan selalu di ingat konsumen, hal ini biasanya sangat dibutuhkan bila produk mencapai tingkat kedewasaan.

Saturday, 17 September 2016

Pengertian Manajemen Pemasaran Dengan Jelas

A. Manajemen Pemasaran

Boyd et al (2000) mentakan bahwa menejemen pemasaran adalah proses menganalisis, merencanakan, mengkoordinasikan dan mengendalikan program-program yang mencakop pengkonsepan, penetapan harga, promosi dan distribusi dari produk, jasa dan gagasan yang dirancang untuk menciptakan dan memelihara pertukaran yang menguntungkan dengan pasar sasaran untuk mencapai tujuan perusahaan.

a. Proses manajemen pemasaran meliputi :
  1. Merencanakan trategi pemasaran.
  2. Mengarahkan implementasi rencana dan program.
  3. Mengendalikan rencana.
b. Perencanaan pemasaran mencakup :
  1. Menetapkan tujuan.
  2. Menilai peluang.
  3. Menciptakan strategi pemasaran.
  4. Mengembangkan program pemasaran (A.W Tunggal 2001)
Dharmaseta Swasta dan Handoko (2004) mendefinisikan manajemen pemasaran adalah penganalisaan, perencanaan dan pengawan program-program yang bertujuan menimbulkan pertukaran dengan pasaran yang dituju dengan maksud untuk mencapai tujuan perusahaan.

Berdasarkan definisi tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa manajemen pemasaran adalah suatu kegiatan yang sangat kompleks dan kuat yang memerlukan perhatian dari pimpinan perusahaan atau organisasi agar tujuan organisasi  perusahaan dapat tercapai.

Manajemen pemasaran merupakan suatu tindakan yang dilakukan oleh suatu perusahaan yang ditujukan untuk mengatur proses pertukaran.

Menurut Tjiptono (2002), manajemen pemasaran adalah proses perencanaan dan pelaksanaan konsepsi penentuan harga, promosi dan distribusi barang, jasa dan gagasan untuk menciptakan pertukaran dengan kelompok sasaran yang memenuhi tujuan pelanggan dan organisasi.

Sedangkan menurut Rismiati (2001) adalah "sebagai analisis, perencanaan, implementasi dan pengendalian atas program-program yang dirancang untuk menciptakan, membangun dan menjaga pertukaran yang menguntungkan dengan pembeli sasaran untuk mencapai tujuan organisasional".

Sumber referensi/Daftar pustaka :

Tjiptono Fandy. Strategi pemasaran, Andi. Yogyakarta, 1997.


Pengertian Perilaku Konsumen Secara Umum

A. Perilaku Konsumen

Perilaku konsumen menyangkut maslah keputusan yang diambil seseorang dalam persaingannya dan penentuan untuk mendapatkan dan mempergunakan barang dan jasa.

Konsumen mengambil banyak macam keputusan membeli setiap hari. Kebanyakan perusahaan besar meneliti keputusan membeli konsumen secara amat rinci untuk menjawab pertanyaan mengenai apa yang dibeli konsumen, dimana mereka membeli, bagaimana dan berapa banyak mereka membeli, serta mengapa mereka membeli. Produsen dapat mempelajari apa yang dibeli konsumen untuk mencari jawaban diatas mengenai apa yang mereka beli, dimana dan berapa banyak, tetapi mempelajari mengenai alasan tingkah laku konsumen bukan hal yang mudah, jawabanya seringkali tersembunyi jauh dalam benak konsumen. Pengertian perilaku konsumen seperti diungkapkan oleh Mowen (2002:6) adalah studi tentang unit pembelian (buying unit) dan proses pertukaran yang melibatkan perolehan, konsumsi dan pembuangan, barang, jasa, pengalaman serta ide-ide.

Swastha dan Handoko (2000:10) mengatakan perilaku konsumen (consumen behavior) dapat di defenisikan sebagai kegiatan-kegiatan individu yang secara langsung terlibat dalam mendapatkan dan mempergunakan barang-barang dan jasa-jasa, termasuk didalamnya proses pengambilan keputusan pada persiapan dan menentukan kegiatan-kegiatan tertentu.

Dari pengertian di atas maka perilaku konsumen merupakan tindakan-tindakan dan hubungan social yang dilakukan oleh konsumen perorangan, kelompok maupun organisasi untuk menilai, memperoleh dan menggunakan barang-barang serta jasa melalui proses pertukaran atau pembelian yang di awali dengan proses pengambilan keputusan menentukan tindakan-tindakan tersebut.

Sumber referensi/Daftar pustaka :

Tjiptono Fandy. Strategi pemasaran, Andi. Yogyakarta, 1997.

Kotler Philip dan Amstrong Gray. Principle of marketing (2000:7-67). Penerbit Erlangga.

Kotlet Philip. 2001. Manajemen pemasaran, Edisi Milenium, Jakarta : Penerbit Prenhalindo.

Pengertian Pemasaran Secara Lengkap Dan Jelas

A. Pengertian Pemasaran

Pemasaran adalah salah satu kegiatan dalam perekonomian yang membantu dalam menciptakan nilai ekonomi. Nilai ekonomi itu sendiri menentukan harga barang dan jasa. Faktor penting dalam menciptakan nilai tersebut adalah produksi, pemasaran dan konsumsi.

Banyak ahli yang telah memberikan definisi atas pemasaran ini. Definisi yang diberikan sering berbeda antara ahli yang satu dengan yang lainnya. Perbedaan ini disebabkan oleh adanya perbedaan oleh ahli tersebut dalam memandang dan meninjau pemasaran. Dalam kegiatan pemasaran ini, aktivitas pertukaran merupakan hal sentral. Pertukaran merupakan kegiatan pemasaran diamana seseorang berusaha menawarkan sejumlah barang atau jasa dengan sejumlah nilai ke berbagai macam kelompok sosial untuk memenuhi kebutuhannya. Pemasaran sebagai kegiatan manusia di arahkan untuk memuaskan keinginan dan kebutuhan melalui proses pertukaran. Dibawah ini terdapat beberapa pengertian pemasaran menurut para ahli.

Pengertian pemasaran mengandung pengertian yang lebih luas dari sekedar penjualan dan periklanan. Tjiptono (2002) pada buku "strategi pemasaran" memberikan definisi pemasaran adalah : "Suatu proses sosial dan manajerial diaman individu atau kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan ingin melalui penciptaan, pewarnaan, dan pertukaran segala sesuatu yang bernilai dengan orang atau kelompok lain".

Sedangkan Assuari (1999) mendefinisikan pemasaran adalah :

"Sebagai usaha menyediakan dan menyampaikan barang dan jasa yang tepat kepada orang-orang yang tepat pada tempat dan waktu serta harga yang tepat dengan promosi dan komunikasi dengan tepat".

Dari definisi di atas menunjukan bahwa pemasaran merupakan serangkaian perinsip untuk memilih pasar sasaran (target market), mengevaluasi kebutuhan konsumen, mengembangkan barang dan jasa, pemuas keinginan, memberikan nilai kepada konsumen dan laba bagi suatu perusahaan.

Pemasaran merupakan konsep kunci keberhasilan suatu bisnis dimana pemasaran dengan memperhatikan keinginan dan kebutuhan pemenuhan pelanggan untuk tercapainya kepuasan, memberi dampak positif bagi perusahaan di era persaingan bisnis yang semakin canggih dewasa ini.

Pemasaran merupakan salah satu bidang fungsional yang sangat penting dalam suatu organisasi bisnis sebagai penunjang utama, bagi kelangsungan hidup operasional suatu bidang usaha. Pemahaman pemasaran bagi pihak pemasaran sangat penting dalam rangka pengenalan kebutuhan dan keinginan pelanggan, penentuan pasar sasaran mana yang dapat dilayani dengan sebaik-baiknya oleh perusahaan, serta merancang produk, jasa dan program yang tepat untuk melayani pasar tersebut.

Kotler dan Amstrong (2001) mendefinisikan pemasaran sebagai berikut : "Marketing is a social and managerial processby which individuals and group obtain what need went trough creating, offering and exchanging product of value with others". Pemasaran adalah suatu proses dan manjerial yang membuat individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan lewat penciptaan dan pertukaran timbal balik  produk dan nilai dengan orang lain.

Pemasaran menurut Sunarto (2003) adalah proses sosial yang di dalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang dibutuhkan dan diinginkan dengan menciptakan, menawarkan dan mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain.

Payne (2001) pemasaran merupakan suatu proses mempersiapkan, menstimulasi, dan memenuhi kebutuhan pasar sasaran yang dipilih secara khusus dengan menyalurkan sumber-sumber sebuah organisasi untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut.

Theodore Levit dalam Kotler (2002) memberikan perbedaan pemikiran yang kontras antara penjual dan pemasaran : "Penjualan berfokus pada kebutuhan penjual, memberi perhatian kepada kebutuhan penjual untuk mengubah produknya menjadi uang tunai, pemasaran mempunyai gagasan untuk memuaskan kebutuhan pelanggan lewat sarana-sarana produk dan keseluruhan kelompok barang yang dihubungkan dengan hal menciptakan, menyerahkan dan akhirnya mengkonsumsinya.

Menurut H.T. Gitosudarmo mendefinisikan pemasaran sebagai proses sebagai pengusaha dapat memenuhi, mempengaruhi konsumen agar mereka tertarik, senang kemudian membeli dan akhirnya puas akan produk yang dibelinya. Proses untuk mencapai proses di atas harus melalui perumusan jenis produk yang diinginkan konsumen, perhitungan berapa banyak kebutuhan produk itu, bagaimana menyalurkan produk itu terhadap konsumen, seberapa tinggi yang harus ditetapkan terhadap produk tersebut yang cocok dengan kondisi konsumennya, bagaimana cara promosi, mengkomunikasi produk tersebut kepada konsumen, serata bagaimana menghadapai persaingan yang dihadapi oleh perusahaan.

Kemudian oleh Peter Draker dikatakan bahwa tujuan pemasaran bukanlah untuk memperluas penjualan hingga kemana-mana, tujuan pemasaran adalah untuk mengetahui dan memenuhi pelanggan sedemikian rupa sehingga produk atau jasa itu cocok dengan pelanggan yang siap untuk membeli produk atau jasa itu Philip Kotler (2002). Menurut Keegan (1997) pemasaran adalah proses mengkonsentrasikan berbagai sumber daya dan sasaran dari sebuah organisasi pada kesempatan dan kebutuhan lingkungan.

Selanjutnya Al Rise dan Jack Trout yang merupakan pionir dari konsep positioning mengemukakan bahwa "Marketing is the battle of ideas". Disini Al Rise menegaskan bahwa dalam pemasaran, perusahaan perlu memenangkan pertempuran yang terjadi "di benak" konsumen. Siapa yang sudah punya tempat di benak konsumen dan sudah cukup kokoh, dialah yang akan menang karena bagaimanapun keputusan konsumen untuk menjatuhkan pilihan sangat dipengaruhi oleh persepsi yang ada dibenaknya (Hermawan Kartajaya 1998).
Berdasarkan definisi diatas maka dapat disimpulkan bahwa pemasaran merupakan usaha memenuhi kebutuhan manusia, melalui proses pendistribusian barang dan jasa dari produsen ke konsumen.

Sumber referensi/Daftar pustaka :

Tjiptono Fandy. Strategi pemasaran, Andi. Yogyakarta, 1997.

Kotler Philip dan Amstrong Gray. Principle of marketing (2000:7-67). Penerbit Erlangga.

Kotlet Philip. 2001. Manajemen pemasaran, Edisi Milenium, Jakarta : Penerbit Prenhalindo.

Friday, 16 September 2016

Strategi Penanganan Pembiayaan Bermasalah Pada Bank Syari'ah

Strategi Penanganan Pembiayaan Bermasalah Pada Bank Syari'ah

A. Penanganan Pembiayaan Bermaslah Bank Syariah

Cara penanggulangan untuk meminimalisir agar tidak terjadi pembiayaan bermasalah antara lain:

a. Preventif (tindakan pencegahan oleh pejabat pembiayaan)
  1. Kuasai bisnis nasabah.
  2. Analisa pembiayaan sesuai dengan persyaratan.
  3. Lakukan supervisi dan monitoring fasilitas pembiayaan dengan baik.
  4. Perhatikan gejala dini pembiayaan bermasalah dan segera lakukan tindakan penyelamatan pembiayaan.
b. Penerapan managing collectibility dan perhitungan tingkat kesehatan pembiayaan

"Penerapan managing collectibility, sehingga masing-masing Account Manager akan secara tepat dapat mengetahui langkah-langkah yang akan dilakukan, agar pembiayaan tidak termasuk dalam kategori menjadi bermaslah, sehingga tingkat kesehatan pembiayaan setiap Account Manager tetap sehat yang pada akhirnya akan memberikan kontribusi positif bagi kesehatan pembiayaan."

Disamping cara tersebut, cara menyelesaikan pembiayaan bermasalah adalah : 

a. Lakukan evaluasi ulang pembiayaan yang menyangkut : 
  1. Aspek managemen.
  2. Aspek pemasaran.
  3. Aspek produksi.
  4. Aspek keuangan.
  5. Aspek yuridis.
  6. Aspek jaminan.
  7. Aspek nilai jaminan (retaksasi).
Khusus untuk aspek yuridis dan jaminan minta opini legal, untuk penyempurnaan kelemahan-kelemahan yang ada dalam pengikatan pembiayaan maupun jaminan, agar tidak terdapat peluang bagi nasabah dan pihak ketiga untuk melakukan usaha-usaha yang dapat menimbulkan kerugian bagi bank.

b. Lakukan pengelompokan account penyelesaian pembiayaan menjadi : 

1. Revitalisasi proses

Revitalisasi proses dilakukan apabila berdasarkan evaluasi ulang pembiayaan yang dilakukan terdapat indikasi bahwa usaha nasabah masih berjalan dan hasil usaha nasabah diyakini masih mampu untuk memenuhi kewajiban angsuran kepada bank.

Revitalisasi meliputi :

a). Rescheduling

Rescheduling yaitu perubahan ketentuan yang hanya menyangkut jadwal pembayaran dan atau jangka waktunya.

b). Restructuring

Perubahan sebagian atau seluruh ketentuan-ketentuan pembiayaan termasuk perubahan maksimum saldo pembiayaan.

c). Reconditioning

Perubahan sebagian atau seluruh ketentuan pembiayaan termasuk perubahan jangka waktu dan persyaratan lainya sepanjang tidak menyangkut perubahan maksimum saldo pembiayaan.

d). Bantuan Management

Penyehatan pembiayaan melalui penempatan sumber daya insani pada posisi menegemen oleh bank. Hal ini dilakukan apabila :
  1. Permaslah terjadi karena kesalahan management.
  2. Sumber pengembalian pembiayaan masih potensial.
Langkah-langkah proses revitalisasi adalah melakukan evaluasi tentang potensi usaha nasabah, yaitu :
  1. Membaut rekomendasi untuk diajukan kepada komite pembiayaan.
  2. Melakukan pengikatan-pengikatan.
  3. Melakukan proses pengadministrasi lainnya.
2. Penyelesaian melalui jaminan

Penyelesaian melalui jaminan dilakukan apabila berdasarkan hasil evaluasi ulang pembiayaan, nasabah sudah tidak memiliki usaha dan nasabah tidak cooperatif untuk menyelesaikan pembiayaan.

Penyelesaian melalui jaminan dibagi menjadi dua bagian, yaitu: 

a). Penyelesaian dengan cara Non Litigasi (tanpa melalui pengadilan)

(1). Dengan cara Off-Set

Off-Set adalah penyelesaian pembiayaan melalui penyerahan penjaminan dengan cara pembelian oleh bank. Off-Set dapat dilakukan apabila dalam prosesnya nasabah bersedia untuk menjual jaminan kepada bank.

(2). Melalui BASYARNAS (Badan Arbitrase Syariah Nasional)

Sesuai dengan klausal pasal 17 perjanjian pembiayaan, setiap sengketa yang timbul berdasarkan perjanjian yang dibuat antara nasabah dan bank, maka akan diselesaikan melalui BASYARNAS.

b). Penyelesaian dengan cara Ligitasi

Ligitasi adalah penyelesaian pembiayaan melalui jalur hukum yang dilakukan melalui : 

(1). BASYARNAS

Langkah-langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut :
  1. Pembuatan usulan penyelesaian komite pembiayaan.
  2. Pembuatan surat guagatan ke BASYARNAS.
  3. Pengajuan gugatan ke BASYARNAS (pendaftaran perkara).
  4. Sidang BASYARNAS (jangka waktu paling lama 6 bulan).
  5. Putusan BASYARNAS.
  6. Pendaftaran putusan BASYARNAS ke Pengadilan Negri.
  7. Permohonan pelaksanaan putusan BASYARNAS ke Pengadilan Negri.
  8. Pelaksanaan eksekusi oleh Pengadilan Negri.
Keputusan yang dikeluarkan oleh BASYARNAS akan didaftarkan di Pengadilan Negri untuk mendapatkan pengesahan, sehingga akan mempunyai kekuatan eksekutorial. Tahap selanjutnya adalah melakukan lelang dengan penyelesaian secara cash, ataupun jaminan tersebut dibeli oleh bank.

(2). Penyelesaian melalui pengadilan

Sebelum melakukan proses ligitasi melalui pengadilan, perlu dilakukan check dan evaluasi sebagai berikut :
  • Dokomen surat menyurat bank kepada nasabah, SPT, surat peringatan 1,2, dan 3 dan surat nasabah ke bank.
  • Dokumen perjanjian dan jaminan hak tanggungan, sehingga secara yuridis posisi BMI menjadi kuat.
  • Jatuh tempo fasilitas pembiayaan, karena proses litigasi hanya dapat dilakukan apabila fasilitas pembiayaan nasabah telah jatuh tempo.
Setelah dilakukan checking dan evaluasi tersebut diatas, selanjutnya dilakukan : 

  • Mencari lawyer yang telaha dianggap cakap, pengalaman dalam bidang pengadilan dan dapat berkerjasama dengan bank.
  • Membaut UP (Usulan pembiayaan) ke komite prihal persetujuan pemakaian lawyer dan biaya-biaya yang timbul.
  • Memintakan rencana kerja dan target date dari lawyer yang telah disetujui oleh komite.
Proses litigasi melalui pengadilan terdiri dari:

(a). Gugatan perdata

Apabila nasabah sudah tidak ada harapan untuk menyelesaikan kewajiban secara sukarela, cepat dan tuntas melalui hak tanggungan. Tujuannya adalah untuk mendapatkan keputusan berkekuatan hukum dan mengikat, yang wajib dilaksanakan oleh pihak terkait dalam perkara gugatan.

(b). Pidana 

Apabila ada tindak perbuatan yang patut disangka dilakukan oleh nasabah atau pemilik jaminan atau pihak lain, yang patut diduga termasuk dalam tindak pidana sehingga menimbulkan kerugian. Tujuan utamanya adalah untuk penekanan psikologis kepada nasabah, guna mengakui kesalahan dan selanjutnya mengembalikan kekayaan yang diperoleh dari hasil perbuatan pidana tersebut sehingga pada akhirnya menyelesaikan kewajibannya.

(c). Riil eksekusi jaminan

Apabila jaminan yang ada telah diikat hak tanggungan, sehingga bank mempunyai hak preference terhadap pelunas pembiayaan yang bersumber dari jaminan. Tujuan utamanya adalah untuk dapat dilaksanakan eksekusi (lelang) terhadap jaminan yang telah dibebani hak tanggungan sehingga dapat melunasi kewajiban nasabah.

(d). Permohonan kepailitan 

Apabila jaminan yang ada tidak dapat cepat dilikuidasi, dalam hal ini bank sulit bernegosiasi dengan nasabah. Permohonan kepailitan ini hanya dapat dilakukan apabila ada minimal dua perusahaan yang memohon melakukan pengadilan niaga. Tujuan utamanya adalah untuk memastikan pengembalian pembiayaan yang bersumber dari harta kekayaan nasabah dengan mendudukan bank sebagai kreditur konkuren.


Sumber referensi/Daftar pustaka :

Nur'Aini. 2007. Penanganan Kredit Macet Pada Pembiayaan Murabahah Di Bank Muamalat Cabang Samarinda (Tinjauan Hukum Islam). Skripsi. Jurusan Syari'ah Progam Study Muamalah STAIN. Samarinda.

Penyebab Terjadinya Pembiayaan Bermasalah Di Bank Syari'ah

Penyebab  Terjadinya Pembiayaan Bermasalah Di Bank Syari'ah

A. Penyebab Terjadinya Pembiayaan Bermasalah

Dalam workshop remedial pembiayaan yang diadakan oleh bank Muamalat Indonesia di Dren Alia Jakarta pada tanggal 21 Juni 2006 dengan bertitik tolak dari pendapat para ahli dan pengalaman yang diperoleh selama ini, maka pada prinsipnya penyebab terjadinya pembiayaan bermasalah dapat dibagi menjadi 2 faktor yaitu :

a. Faktor Internal (Bank)

1). Aspek analisa pembiayaan

  • Kurang baiknya pemahaman atas busines nasabah (nature of business). Bisnis nasabah terbagi menjadi bisnis perdagangan, bisnis industri dan bisnis jasa.
  • Kurang dilakukan evaluasi apakah laporan keuanga yang disajikan wajar/tidak.
2). Aspek perhitungan modal kerja
  • Perhitungan modal kerja tidak didasarkan kepada bisnis usaha nasabah.
3). Aspek sumber pengembalian
  • Proyeksi penjualan terlalu optimis.
  • Proyeksi penjualan tidak memperhitungkan kebiasaan busines dan kurang memperhitungkan aspek kompetitornya.
4). Aspek jaminan
  • Aspek jaminan ini dikarenakan pihak bank tidak memperhitungkan aspek marketable, dan dianggap sebagai pelengkap tanpa memperhatikan resiko, seandainya terjadi pembiayaan bermasalah.
5). Lemahnya aspek supervisi dan monitoring

Aspek monitoring ini dibagi menjadi dua, yaitu :

a). Desk Monitoring
  • Kurang dilakukan evaluasi atas rekening koran.
  • Kurangnya perhatian atas keterlambatan pembayaran kewajiban nasabah.
  • Belum diterapkannya managing collectibility tentang "how to manage your account" hubungannya dengan tingkat kesehatan pembiayaan.
b). On Side Monotoring
  • Jarang berkunjung ke lokasi nasabah, sehingga side streaming dan permasalahan nasabah tidak dapat terdeteksi sejak awal.
b. Faktor Eksternal (Nasabah)
  1. Kalah dalam persaingan usaha.
  2. Usaha yang dijalankan relatif baru.
  3. Gagal dalam collection.
  4. Side streaming penggunaan dana.
  5. Meninggalnya nasabah.
  6. Perselisihan sesama direksi.
  7. Percerian keluarga person.
  8. Anggota keluarga sakit.
  9. Karakter tidak bagus.

Sumber referensi/Dafar pustaka :

Kasmir, bank dan lembaga keuangan lainnya, (Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada), 2001.

Muhammad, Bank Syari'ah, (Yogyakarta : Ekonesia), 2004

Thursday, 15 September 2016

Teori Teknik Mesin Hukum Pascal dan Fluida Hidrolik

Teori Teknik Mesin Hukum Pascal dan Fluida Hidrolik

A. Hukum Pascal

Dari sifat-sifat fluida tersebut maka muncullah hukum pascal , dan hukum ini akan banyak dipakai dalam suatu sistem hidrolik. Hukum pascal menyatkan bahwa "artinya suatu zat cair dalam ruangan tertutup dan diam (tidak mengalir) mendapat tekanan, maka tekanan tersebut akan diteruskan ke segala arah dengan sama rata dan tegak lurus bidang permukaannya. Perumusan tekanan menurut hukum pascal adalah:

Rumus: P = F/A (tekanan = gaya setiap unit luas penampang)


B. Fluida Hidrolik

Suatu fluida adalah bahan yang bisa mengalir dan bila dimasukkan ke dalam suatu tempat akan berbentuk seperti tempat tersebut. Fluida mempunyai gaya namun tidak mempunyai bentuk tertentu. Benda yang disebut fluida bisa berbentuk cairan dan gas.

Bila fluida dianggap tidak bisa dipampatkan, fluida tersebut digolongkan sebagai cairan yaitu air, fluida hidrolik atau oli hidrolik, oli transmisi otomatis, fluida rem, fluida power stering. Bila fluida dianggap bisa dipampatkan, fluida tersebut digolongkan sebagai gas, yaitu udara atmosfer, udara yang dipadatkan, acytylene.

Fluida hidrolik adalah darah kehidupan sistem hidrolik maka bila perawatan fluida dilakukan secara tidak benar atau tidak baik akan merusak sistem tersebut. Kebanyakan fluida hidrolik berbahan baku minyak bumi yang diproses sampai sangat halus. Kemudian unsur-unsur khusus yang disebut bahan tambahan atau additives ditambahkan ke dalam minyak yang diproses berbuih, pencegah karat dan mengurangi proses berbuih, pencegahan karat dan mengurangi karat.

Viscosity adalah ukuran ketahanan (resistance) fluida untuk mengalir. Minyak bumi cendrung menjadi energi apabila temperatur naik dan cendrung menjadi kental pada saat temperatur menurun. Bila viscosity terlalu rendah (terlalu encer), fluida akan bisa menerobos keluar melalui sela dan sambungan-sambungan. Bila viscosity tinggi (terlalu kental) fluida akan menyebabkan operasi yang tersendat-sendat.

Indeks viscosity adalah ukuran untuk perubahan fluida dalam viscosity sehubungan dengan perubahan temperatur. Bahan additive yang disebut viscosity index improper ditambahkan ke dalam fluida supaya viscosity yang wajar dipertahankan secara konstan pada segala temperatur.

Tekanan ekstrim fluida hidrolik mengandung bahan additive tekanan ekstrim (ekstreme pressure additive) yang berguna menjamin terjadinya pelumasan komponen-komponen secara baik pada saat mengalami tekanan dan temperatur yang sangat tinggi. Additive tersebut mengurangi efek gesekan dan menlindungi alat dari kerusakan akibat penerimaan yang berlebihan (galling), lecet (scoring), kemacetan (seizure), dan keausan (wear).

Oksidasi dan kropos pada tahap tertentu semua oli bergabung dengan oksigen dari udara. Oksigen yang berlebih akan mengubah komposisi kimia fluida dan membentuk asam dan timbunan yang merugikan. Untuk mengatasi masalah ini, fluida diberi tambahan additive yang disebut additive anti oksidasi.

Floaming. Gerakan sistem hidrolik yang benar adalah berdasarkan fakta bahwa fluida pada dasarnya bercampur dengan udara dan buih (foam), campuran buih tersebut bisa mengalami penampatan sehingga terjadi gangguan buih-buih pada operasi dan kerusakan parah karena kekurangan pelumasan. Additive anti buih (anti-foaming additive) ditambah ke dalam fluida untuk memecah-mecah gelembung-gelembung udara dan mengurangi proses foaming.

Baca juga dengan artikel yang terkait. Silahkan klik di bawah ini : 
  1. Teori Teknik Mesin Prinsip-prinsip Dasar Hidrolik
  2. Teori Teknik Mesin Ciri-ciri Dasar Hidrolik

Sumber referensi/Daftar pustaka:

Putro . N. H, Happy . S. G.W, dan Prasetyo. D. 2009. Simulasi Sistem Kemudi Power Stering Tipe Rack Dan Pinion Pada Kendaraan Toyota Kijang 7K. Laporan Tugas Akhir Diploma III. 





Teori Teknik Mesin Ciri-ciri Dasar Hidrolik

A. Pengertian Ciri-ciri dasar hidrolik

a. Cairan Mudah Menyesuaikan Bentuk

Hidrolik adalah pengetahuan tentang zat cair sebagai media pengalih energi, dimana tentunya fungsi fluida cair tersebut erat kaitannya dengan sifat-sifat fluida cair yang dimilikinya, dikenal beberapa sifat-sifat dasar dari fluida cair antara lain adalah mudah menyesuaikan bentuk.

Sifat cairan dapat menyesuaikan diri dengan bentuk yang ditempatinya, cairan juga dapat mengalirkan ke berbagai arah dan dapat melewati berbagai ukuran dan bentuk. Seperti pada gamabar di bawah.

b. Cairan Tidak Dapat Dimampatkan

Seperti pada gambar di bawah ini, demi alasan keselamatan kita tidak akan melakukan percobaan seperti dibawah ini. Walaupun demikian, dapat diterangkan bahwa bila kita menekan cocok pada bejana yang dibuat kedap udara dengan sangat kuat (tightly sealed), cairan dalam bejana itu tidak akan termampatkan. Bejana itulah yang pertama-tama pecah berantakan. Seperti gambar di bawah ini.

Catatan:
Cairan akan sedikit termampatkan bila diberi tekanan namun demi tujuan kita, cairan dianggap tidak bisa dimampatkan.

c. Cairan Menyalurkan Tekanan Yang Diterimanya ke Semua Arah

Cairan menyalurkan tekanan ke semua arah ketika menerima tekanan. Hal ini sangat penting dalam sistem hidrolik. Seperti diperlihatkan gambar di bawah ini, gunakan dua silinder dengan ukuran yang sama dan hubungkan keduanya dengan tabung. Isilah silinder-silinder tersebut dengan oli sampai setinggi garis seperti tampak dalam gambar. Masukan kedalam setiap silinder sebuah piston yang masuk ke dalam oli. Sekarang tekanlah salah satu silinder dengan kekuatan sebesar 10 kg. Tekanan tersebut di salurkan k eseluruh sistem dengan gaya yang sama dan gaya tersebut diterapkan ke piston yang satunya sehingga piston itu naik, seperti dalam gambar.

d. Cairan Memperbesar Gaya Kerja

Dengan membuat perbandingan diameter yang berbeda akan mempengaruhi gaya angkay dan gaya penekanannya, diameter silinder dibuat lebih kecil daripada silinder penerima, maka tekanan akan disalurkan ke silinder yang lebih besar. Dengan kata lain kita mendapatkan pertambahan gaya kerja yang besar.

Baca juga dengan artikel yang terkait. Klik di bawah ini :
  1. Teori Teknik Mesin Prinsip-prinsip Dasar Hidrolik
  2. Teori Teknik Mesin Hukum Pascal dan Fluida Hidroli

Sumber referensi/Daftar pustaka:

Putro . N. H, Happy . S. G.W, dan Prasetyo. D. 2009. Simulasi Sistem Kemudi Power Stering Tipe Rack Dan Pinion Pada Kendaraan Toyota Kijang 7K. Laporan Tugas Akhir Diploma III. 

Wednesday, 14 September 2016

Pengertian Konsep Pembiayaan Serta Penanganannya Dalam Islam

Pengertian Konsep Pembiayaan Serta Penanganannya Dalam Islam

A. Pengertian Pembiayaan

Pengertian pembiayaan menurut Undang-Undang perbankan No. 10 Pasal 1 ayat 11 tahun 1998 adalah :

"Penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak yang dibiayai untuk mengembalikan uang atau tagihan tersebut setelah jangka waktu tertentu dengan imbalan atau bagi hasil."

Menurut Muhamad, pembiayaan adalah :

"Penyediaan dana dan atau tagihan berdasarkan akad mudharabah dan atau musyarkah dan atau pembiayaan lainnya berdasarkan prinsip bagi hasil. Sedangkan piutang adalah tagihan yang timbul dari transaksi jual beli dan atau berdasarkan akad murabahah, salam, istishna, dan ijarah


Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa pembiayaan dapat berupa uang atau barang maupun tagihan yang nilaainya diukur dengan uang. Pembiayaan yang digunakan pada bank syari'ah, biasanya berdasarkan prinsip bagi hasil (mudharabah), perinsip pentertaan modal (musyarakah), juak beli barang dengan memperoleh keuntungan (murabahah), atau pembiayaan barang modal berdasarkan prinsip sewa (ijarah).


Pada dasarnya, pembiayaan yang diberikan oleh bank mengandung resiko, sehingga dalam pelaksanaanya bank harus memperhatikan asas-asas pembiayaan yang sehat. Untuk mengurangi resiko tersebut, jaminan pemberian pembiayaan dalam arti keyakinan atas kemampuan dan kesanggupan nasabah dibitur untuk melunasi kewajibannya sesuai dengan yang dijanjikan merupakan fakor penting yang harus diperhatikan oleh bank. Untuk memperoleh keyakinan tersebut, sebelum bank memberikan pembiayaan kepada nasabah, bank harus lebih teliti dalam melakukan penilaian dan menganalisa nasabah.

Biasanya kriteria penilaian yang umum dilakukan olah pihak bank untuk mendapatkan nasabah yang benar-benar layak untuk dibiayai, dilakukan dengan analisis 5C dan 7P. Penilaian dengan analisis 5C adalah sebagai berikut :

1. Charakter/Karakter

Karakter merupakan sifat atau watak seseorang. Untuk membaca watak atau sifat seseorang dapat dilihat dari latar belakang nasabah, baik latar belakang yeng bersifat pekerjaan maupun yang bersifat pribadi. Dari sifat dan watak ini dapat dijadikan suatu ukuran tentang "kemauan" nasabah untuk membayar.

2. Capacity/Kapasitas

Kapasitas adalah kemampuan nasabah dalam membayar hutangya. Kemampuan ini dapat dilihat dari latar belakang pendidikan dan penaglaman nasabah dalam mengelola usahanya.

3. Capital

Capital yaitu modal dasar/penggunaan modal. Untuk melihat penggunaan modal apakah efeltif atau tidak, dapat dilihat dari laporan keuangan yang disajikan oleh nasabah.

4. Condition

Condition merupakan kondisi perekonomian. Dalam menilai kredit hendaknya juga dinilai kondisi ekonominya dan perediksi untuk  masa yang akan datang. Penilaian kondisi atau prospek bidang usaha yang di biayai hendaknya memiliki prospek yang baik.

5. Collateral

Collateral yaitu jaminan. Jaminan hendaknya melebihi jumlah pimjaman yang diberikan. Jaminan juga harus diteliti keabsahannya dan kesempurnaannya.

Penilaian suatu kredit juga dapat dilakukan dengan analisis 7P, dengan unsur penilaian sebagai berikut :

1. Personality

Personality yaitu menilai nasabah dari segi kepribadian atau tingkah lakunya sehari-hari maupun masalalunya.

2. Party

Party yaitu mengklasifikasikan nasabah ke dalam klasifikasi tertentu atau golongan-golongan tertentu berdasarkan modal, loyalitas, serta karakternya.

3. Perpose

Perpose yaiut tujuan nasabah dalam mengambil kredit atau pembiayaan termasuk jenis pembiayaan yang diinginkan nasabah.

4. Prospect

Prospect yaitu menilai usaha nasabah dimasa yang akan datang, menguntungkan atau tidak.

5. Payment

Payment merupakan ukuran bagaimana cara nasabah mengembalikan pijaman yang telah diambil atau dari mana sumber dana untuk pengembalian pinjaman.

6. Profitability

Profitability yaitu menganalisis kemampuan nasabah dalam mencari laba.

7. Protection

Protection yaitu menjaga agar pinjaman yang diberikan mendapatkan jaminan perlindungan, sehingga kredit yang diberikan benar-benar aman.

Sumber referensi/Dafar pustaka :

Kasmir, bank dan lembaga keuangan lainnya, (Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada), 2001.

Muhammad, Bank Syari'ah, (Yogyakarta : Ekonesia), 2004



Nur'Aini. 2007. Penanganan Kredit Macet Pada Pembiayaan Murabahah Di Bank Muamalat Cabang Samarinda (Tinjauan Hukum Islam). Skripsi. Jurusan Syari'ah Progam Study Muamalah STAIN. Samarinda.

Pengertian Sistem Budidaya Intensif/Modern

Pengertian Sistem Budidaya Intensif/Modern

A. Sistem Budidaya Intensif/Modern

Pertanian intensif dapat disebut juga sebagai pertanian modern. Budidaya intensif merupakan cara bertani yang memanfaatkan inovasi teknologi dengan penggunaan input yang banyak dengan tujuan memperoleh output yang lebih tinggi dalam kurun waktu yang relatif singkat. Ciri pertanian intensif adalah penggunaan bibit unggul, aplikasi pupuk buatan, pestisida, penerapan mekanisme pertanian dan pemanfaatan air irigasi (Mardikanto, 2009).

Menurut Napitulu (2000) usaha tani modern adalah merupakan usaha tani yang sifatnya komersial yang selalu dinamis dan luwes (flexibel) yang produktivitasnya selalu meningkat dan dikelola secara profesional. Pertanian modern seperti itu memiliki ciri-ciri:

  1. Usahanya merupakan industri pertanian, memenuhi sekala ekonomi, menerapkan teknologi maju dan spesifik lokasi, termasuk mekanisasi pertanian, menghasilkan produk segar dan olahan yang dapat bersaing dipasar global, dikelola secara profesional dan mampu berproduksi diluar musim.
  2. Petaninya mampu mengambil keputusan-keputusan yang rasional dan inovatif, memiliki jiwa kewirausahaan yang tinggi, mempunyai kemampuan modern.
Menurut Mardikanto (2009) Pertanian intensif terdapat 3 fungsi utama yaitu :

a. Pertanian intensif berdasarkan fungsi dasar ekonomi

Dalam pertanian modern (spesialisasi), pengadaan pangan untuk kebutuhan sendiri dan jumlah surplus yang bisa dijual, bukan lagi merupakan tujuan pokok. Keuntungan (profit) komersial murni merupakan ukuran keberhasilan dan hasil maksimum perhektar dari hasil upaya manusia (irigasi, pupuk, pestisida, bibit unggul, dan lain-lain) dan sumber daya alam merupakan tujuan kegiatan pertanian.


Pada sistem pertanian intensif beberapa evaluasi terhadap aspek ekonomi antara lain : 

1. Penurunan lapangan kerja dan peningkatan pengangguran

Dalam pertanain intensif digunakan teknologi dan bahan-bahan yang berkualitas tinggi. Dengan digunakannya teknologi, kegiatan-kegiatan yang biasa dilakukan oleh petani digantikan oleh mesin yang berteknologi tinggi.

2. Peningkatan kemiskinan dan malnutrisi di pedesaan

Petani yang pekerjaanya telah digantikan oleh mesin akan menjadi pengangguran dan tidak memiliki penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Karena itu, kemiskinan semakin meningkat dan banyak anak-anak mengalami malnutrisi karena kekurangan makan. Hal tersebut terjadi kebanyakan di daerah pedesaan, karena kebanyakan petani pedesaan adalah petani dengan modal kecil.

Dengan penggunaan teknologi, sudah pasti biaya produksi akan lebih tinggi karena mesin-mesin harus dibeli dengan biaya yang tinggi. Selain itu pengadaan benih berkualitas tinggi juga sangat mahal. Pemberian pupuk dan pemberantasan hama menggunakan zat kimia juga akan menambah biaya produksi.

3. Mendapatkan penghasilan lebih banyak atau untung

Hasil produksi dari sistem pertanian intensif lebih banyak dari pada pertanian trasisional. Dengan hasil yang banyak tersebut petani intensif akan mendapat untung yang banyak dari hasil penjualan produk pertaniannya.

4. Hanya bisa dilakukan petani dengan modal besar

Sebagian besar yang melakukan sistem pertanian intensif adalah petani dengan modal besar karena biaya produksi yang digunakan untuk membeli mesin, bahan tanaman yang berkualitas tinggi, serta pestisida maupun pupuk kimia memerlukan biaya yang cukup besar.

5. Berorientasi pada pasar eksport dan lokal

Pada sistem pertanian intensif, produk hasil diorientasikan pada pasar lokal dan eksport. Hasil yang banyak selain dapat memenuhi kebutuhan lokal juga dapat dijual di pasaran ekspor. Para petani banyak yang menjual hasil pertaniaannya di pasar ekspor karena harga jualnya tinggi.

6. Mempunyai resiko produksi yang tinggi

Sistem pertanian intensif mempunyai resiko produksi yang tinggi karena biaya yang dikeluarkan untuk produksi sangat besar. Apabila pada proses produksi terjadi kegagalan misalnya seperti kerusakan mesin ataupun gagal panen tentunya resiko biaya produksi tidak kembali sangat besar dan petani akan mengalami kerugian.

b. Pertanian itensif berdasarkan fungsi dasar ekologi

Penerapan pertanian intensif pada tahap-tahap permulaan mampu maningkatkan produktifitas pertanian dan pangan secara nyata, namun kemudian efisiensi produksi semakin menurun karena pengaruh umpan balik berbagai dampak samping yang merugikan.

Penelitian pertanian secara intensif dengan biasanya pada lahan-lahan yang berpotensi tinggi, tanaman ekspor dan petani yang lebih mampu, telah memberikan hasil yang tidak terjangkau oleh sebagian besar petani. Hal ini antara lain disebabkan oleh beberapah hal, yaitu :

1. Peningkatan erosi permukaan, banjir dan tanah longsor serta penurunan kesuburan tanah dan kehilangan bahan organik tanah.

Pada sistem pertanian inetensif, lahan yang digunakan dapat mengalami penurunan kesuburan tanah dan kehilangan bahan organik. Hal tersebut terjadi karena seringgnya penggunaan pupuk ataupun menggunakan bahn-bahan kimia lain seperti pestisida yang lama kelamaan akan merusak kesuburan tanah dan mematikan organisme-organisme yang hidup dalam tanah.

2. Salinasi air tanah dan irigasi serta sedimentasi tanah

Peningkatan pencemaran air dan tanah akibat pupuk kimia, pestisida, limbah domestik pertanian intensif adalah pertanian dengan menggunakan bahan-bahan kimia maupun alat-alat modern. Karena hal tersebut jika pertanian intensif dilakukan secara terus menerus akan menyebabkan peningkatan pencemaran air dan tanah akibat pupuk kimia, pestisida, dan limbah domestik.

Residu pestisida dan bahan-bahan berbahaya lain dilingkungan dan makanan yang mengancam kesehatan masyarakat dan penolakan pasar. Penggunaan bahan-bahan kimia pada pupuk maupun pestisida pada sistem pertanian intensif  menyebabkan pencemaran lingkungan. Produk-produk yang dihasilkan kurang terjamin kebersihannya dan kelayakannya untuk dikonsumsi karena sudah terkena zat kimia.

3. Pemerosotan keanekaragaman hayati pertanian

Kontribusi dalam proses pemanasan global sebagian besar pertanian intensif selalu menggunkan teknologi tinggi yang tidak ramah lingkungan. Akibatnya banyak terjadi pencemaran air dan pencemaran udara.

4. Eksploitasi unsur hara

Integrasi usaha tani ke dalam pasar nasional maupun internasional menimbulkan suatu penghabisan unsur hara netto jika unsur hara yang diambil tidak dapat dikembalikan lagi. Sangat sedikit teknologi yang dikembangkan untuk mengembalikan unsur hara dari daerah/lokasi konsumen ke daerah produsen.

c. Pertanian intensif berdasarkan fungdi dasar sosial

Hilangnya kearifan tradisional dan budaya tanaman lokal masyarakat Indonesia umumnya bertani dengan memperhatikan keadaan sosial disekitarnya. Apabila menggunakan sistem pertanian intensif, tidak ada lagi kearifan tradisional dan kebanyakan tanaman yang ditanam adalah tanaman yang sedang naik daun atau tanaman yang dibutuhkan sangat banyak dan berdaya jual tinggi. Sehingga tanaman-tanaman lokal tidak dapat bersaing karena sedikit sekali petani yang menanamnya.

Peningkatan kesenjangan sosial dan jumlah petani gurem di pedesaan jika di suatu desa digunakan sistem pertanian intensif dapat terjadi. Hal itu dapat disebabkan karena hanya petani yang bermodal besar yang dapat menjalankan sistem ini, sedangkan petani dengan modal kecil tidak akan mampu membeli mesin dan bahan tanam seperti petani intensif.

Ketergantungan petani pada pemerintah dan perusahaan/industri agrokimia karena dibutuhkan modal besar, para petani intensif membutuhkkan bantuan dari pemerintah dalam hal modal informasi-informasi terbaru tentang pertanian. Petani juga akan mengalami ketergantungan dengan perusahaan/industri agrokimia, karena kebanyakan mereka menggunakan bahan-bahan kimia.

Baca juga : Pengertian sitem budidaya tradisional/organik

Sumber referensi/Daftar pustaka:

Mardikanto, T. 2009. Membangun pertanian modern. Lembaga pengembangan pendidikan (LPP) UNS dan (UNS press). Surakarta.

Muhtar. M. 2016. Pengaruh teknik budidaya yang berbeda terhadap karakter agromorfologi 15 varietas padi lokal Kalimantan Timur. Tesis Magister Pertanian. Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman. Samarinda




Pengertian Sistem Budidaya Tradisional/Organik

Pengertian Sistem Budidaya Tradisional/Organik

A. Sistem Budidaya Tradisional

Pertanian tradisional (tradisional agriculture) sistem pertanian yang didasarkan pada pengetahuan dan praktek-praktek asli masyarakat setempat dan telah berkembang dari generasi kegenerasi (Reijntjes et al, 1992). Sistem pertanian tradisional adalah sistem pertanian yang masih bersifat ekstensif dan tidak memaksimalkan input yang ada. Sistem pertanian tradisional salah satu contohnya adalah sistem ladang berpindah (Sutanto, 2002).

Perladangan berpindah merupakan sebuah sistem bercocok tanam yang dilakukan oleh petani secara berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain dengan cara membuka lahan hutan primer maupun sekunder. Hutan memiliki tanah yang subur saat dibuka sehingga hasil ladang yang dicapai akan lebih tinggi. Setelah beberapa kali ditanam maka kesuburannya menurun dan terjadi penurunan produktivitas tanaman (Matinahoru, 2013).

Beberapa kearifan lokal suku wemale yang terkait dengan aktivitas perladangan yaitu dalam hal penentuan lokasi untuk berladang dan cara pengolahan tanah untuk penanaman tanaman (Matinahoru, 2013). 1. penentuan lokasi berladang yang terpilih adalah lokasi yang harus memiliki tanah yang subur dengan indikator tanaman bawah (cover crop) yang dominan tumbuh seperti spesies Clotolaria, dan atau sejenis pakis daun halus, dan atau terdapat aktivitas cacing tanah yang dominan. 2. Pengolahan tanah secara umum para peladang dari suku Wamale mengolah tanah dengan menggunakan kayu berujung runcing diameter 5-10 cm, sehingga dapat digunakan sebagai penganti pacul atau linggis dalam proses pengolahan tanah untuk penanaman. Praktek pengolahan tanah seperti demikian, jika dipandang dari aspek konservasi sangat baik karena tidak menyebabkan erosi yang berat disaat musim hujan.

Santoso (2002) mengemukakan bahwa prinsip pertanian alami/tradisional adalah :

1. Tanpa olah tanah : tanah tanpa diolah atau dibalik. Pada prinsipnya tanah mengolah sendiri, baik menyangkut masuknya perakaran tanaman maupun kegiatan mikroba tanah, mikro fauna, dan cacing tanah.

2. Tidak menggunakan sama sekali pupuk kimia kompos dengan kata lain tanah dibiarkan begitu saja, dan tanah dengan sendirinya akan memelihara kesuburannya.

3. Sama sekali tidak bergantung pada bahan kimia. Sinar matahari, hujan dan tanah merupakan kekuatan alam yang secara langsung akan mengatur keseimbangan kehidupan alami.

Menurut Susanto (2002) Prinsip ekologi dalam penerepan pertanian tradisional/organik adalah sebagai berikut :

1. Pelestarian alam yang masih terjamin dan terus berkembang. Yang mana pelestarian alam terus berjalan karena proses ini berjalan dan akan bisa memproduksi dengan rata-rata konstan untuk musim-musim kedepannya.
2. Tidak adanya kerusakan ataupun pencermaran yang terjadi.
3. Proses pertanian tradisional terjadi tanpa adanya perusakan ekosistem yang ada disekitar serta tanpa pencemaran yang bisa mengakibatkan penurunan hasil produktivitas pengolahan pertanian.

Pertanian tradisional jika dilihat dari aspek ekonomi antara lain. (Sutanto, 2002) :

1. Penggunaan teknologi yang belum berkembang

Dalam hal ini biasanya pada pertanian tradisional menggunakan alat atau teknologi yang masih rendah atau belum berkembang. Yang mana hal ini dapat memperlambat hasil yang diproduksi dan akan membuang waktu dalam proses bercocok tanam. Misalnya pada sistem tradisional masyarakat untuk membajak sawah masih menggunakan kerbau hal ini masih kurang efisiensi dalam pemanfaatan waktu dan tenaga. Akan tetapi dari sektor ekonominya lebih rendah dan minim pengeluaran untuk mengelolah lahan untuk menghasilkan produk.

2. Tenaga kerja yang masih banyak digunakan

Untuk pertanian tradisional biasanya digunakan lebih banyak dalam mengelolah lahan pertanain untuk menghasilkan produksi. Hal ini dikarenakan masih minimnya teknology yang ada sehingga pelaksanaan menggunakan SDM (Sumber Daya Manusia) yang ada. Sebagai contoh dalam hal panen tanaman tebu yang mana digunakan tenaga kerja manusia dalam proses penebangan., kemudian contoh lain proses perontokan helai padi yang masih menggunakan tenaga manusia untuk melakukan walaupun saat ini mulai ada teknologi yang membantu merontokan helai padi. Hal ini mencerminkan bahwa pertanian tradisional masih tergantung dengan sumber tenaga manusia yang ada, akan tetapi dari sektor ekonominya lebih murah.

3. Modal yang dipakai masih sedikit

Dalam hal ini modal dalam pengolahan produksi pertanian masih sedikit karena kebutuhan yang dibuat tidak terlalu membutuhkan modal lebih. Biasanya juga hanya butuh modal untuk pembayaran tenaga kerja dan lain-lain yang rata-rata minim.

4. Hasil produksi yang masih kurang terjangkau

Pertanian tradisional tidak jarang hasil yang di produksi hanya sebatas untuk di konsumsi keluarga maupun masyarakat golongan. Hal ini dikarenakan masih minimnya cara budidaya tanaman sehingga produk yang dihasilkan masih rendah.

Baca juga : Pengertian sistem budidaya intensif/modern

Sumber referensi/Daftar pustaka :

Matinahoru. J.M., 2013. Studi perladangan berpindah dari suku Wemale di Kecamatn Inamosol Kabupaten Seram bagian Barat. Fakultas Pertanian Universitas Pattimura. Jurnal Ilmu Budidaya Pertanian Vol.2 No.2. Hal 86-94.

Reijntjes, C., Haverkort, B., Waters-Bayer, A. 1999. Farming for the future an intoduction to low external input and sustainable agriculture, The Macmillan Press Ltd, 1992. Diterjemahkan oleh Y. Sukoco, SS. Kanisius Yogyakarta.

Sutanto, R. 2002. Pertanian organik menuju pertanian alternatif dan berkelanjutan. Kanisius. Yogyakarta

Saturday, 10 September 2016

Dasar Teori Mesin Produksi Pengupas Kulit Ari Biji Kedelai

Dasar Teori Mesin Produksi Pengupas Kulit Ari Biji Kedelai

A. Mesin Pengupas Kulit Ari Biji Kedelai

Mesin pengupas kulita ari biji kedelai ini cukup sederhana, prinsip kerjanya adalah: memasukan biji kedelai yang sudah direbus ke dalam alat tersebut, saat keluar dari alat tersebut kulit ari biji kedelai akan mengambang di atas permukaan air yeng telah disiapkan sebelumnya. Sehingga bijinya tenggelam ke dalam air tersebut. Bentuk mesin pengupas kulit ari biji kedelai ini tidak terlalu besar dan tidak terlalu berat sehingga tidak memakan tempat dan perawatannya mudah.

a. Komponen Utama Mesin Pengupas Kulit Ari Biji Kedelai

Komponen-komponen mesin pengupas kulit ari biji kedelai terdiri dari bagian utama yaitu:

1. Penggiling

Komponen mesin ini berfungsi sebagai pengupas kulit ari kedelai. Penggiling ini merupakan bagian terpenting di dalam alat ini.

2. Rangka mesin

Rangka mesin berfungsi sebagai dudukan semua komponen mesin. Dengan kerangka mesin ini setiap komponen dapat terpasang dengan baik dan kuat. Pembuatan rangka mesin ini menggunakan mesin bor, mesin las untuk pengelasan, dan mesin gergaji untuk memotong. Jadi rangka mesin ini harus dibuat kokoh agar dapat menahan beban.

3. Poros

Komponen ini berfungsi sebagai penerus putaran dari mesin melalui V-belt kepuli dan kedudukan penggiling berputar. Komponen ini juga sebagai kedudukan puli yang digerakan.

4. Puli

Alat pengupas kulit ini menggunakan puli sebagai transmisinya. Puli yang digunakan ada dua, yaitu: puli penggerak dan puli penerus putaran.

5. Sabuk

Sabuk yang digunakan pada alat pengupas kulit ari biji kedelai ini adalah sabuk V karena mudah penanganannya dan harganya murah. Transmisi sabuk V terbuat dari karet dan mempunyai penampang trapezium. Sabuk V dibelitkan disekeliling alur puli yang berbentuk V.

6. Bantalan

Bantalan yang digunakan adalah bantalan gelinding, yang terpasang pada rangka mesin sebagai kedudukan poros. Jika bantalan tidak berfungsi dengan baik maka kemampuan seluruh mesin akan menurun atau tidak mau bekerja secara semestinya.

7. Mesin

Motor listrik pada alat ini merupakan penggerak utama yang akan memutarkan penggiling sehingga terjadi proses pengupasan kulit ari biji kedelai.

B. Rangka Struktur Mesin Pengupasan Kulit Ari Biji Kedelai

1. Bagian-bagian rangka struktur mesin

Pada mesin pengupas kulit ari biji kedelai ini pada rangka struktur terdapat tiga bagian rangka struktur, yaitu:

  • Rangka struktur kaki penyangga : Rangka ini merupakan penyangga yang menahan dari semua beban yang dibebankan pada rangka.
  • Rangka struktur penyangga poros : Rangka ini merupakan penyangga yang menahan dari beban poros, bantalan dari puli serta tegangan sabuk.
  • Rangka struktur penyangga mesin : Rangka ini merupakan penyangga yang menahan beban mesin sekaligus penempat kedudukan mesin.

2. Pemilihan bahan untuk rangka struktur alat

Pemilihan bahan rangka alat sangatlah penting karena rangka akan menerima semua beban pada benda atau alat yang akan dipasang dirangka tersebut. Dalam pemilihan bahan ada hal-hal yang harus diperhatikan, misalnya kekuatannya, kekenyalannya, tahan korosi dan harganya ekonomis.

Bahan yang digunakan untuk rangka adalah St 37 dengan prifil baja siku L sama kaki.

Pertimbangan yang dilakukan dalam penggunaan baja siku profil L St 37 adalah ; 
  • Memiliki kekerasan dan kekuatan yang sabuk.
  • Sifat mampu las yang baik.
  • Faktor ekonomis
  • Cocok untuk kontruksi pada mesin.
Metode pengelasan yang dipakai dalam pembuatan alat pada perencanaan ini adalah las listrik, khususnya las listrik dengan elektroda berselaput.

C. Puli

Puli digunakan untuk memindahkan daya dari suatu proses keporos yang lain dengan alat bantu sabuk. Karena perbandingan kecepatan dan diameternya berbanding terbalik, maka pemilihan puli harus dilakukan dengan hati-hati agar mendapatkan perbandingan kecepatan yang diinginkan. Umumnya puli terbuat dari besi tuang, baja tuang, dan baja pres.

Puli yang terbuat dari baja pres lebih ringan dari pada puli yang terbuat dari besi tuang. Puli yang terbuat dari baja pres mempunyai faktor gesekan yang kurang baik dan labih mudah aus dibanding dengan puli dari bahan besi tuang, untuk puli dengan besi tuang mempunyai faktor gesekan dan karakteristik pengaturan yang baik.

1. Macam-macam puli

Macam-macam puli yang digunakan untuk sabuk penggerak adalah:

a. Puli datar

Puli ini kebanyakan terbuat dari besi tuang, ada juga yang dari baja dalam bentuk yang bervariasi. Perbedaan ada dalam kelakuan, bentuk ruji, atau poros dibuat sebaik mungkin untuk mendapatkan hasil transmisi yang diinginkan.

b. Puli mahkota

Puli mahkota lebih efektif dari pada puli datar karena sabuknya sedikit menyudut sehingga untuk slip relative sukar, derajatnya bermacam-macam menurut penggunaannya.

Kontruksi dari suatu puli dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu :

a. Jenis alur puli

Pada jenis alur puli ada yang terdiri dari alur rata dimana dalam hubungannya belt menggunakan sabuk rata, alur 'V' tunggal menggunakan sabuk berpenampang 'V' juga, alur 'V' ganda menggunakan sabuk berbentuk 'V'.

b. Jenis pengunci puli

pengunci puli berguna untuk mengunci antara puli dengan poros, sehingga dalam mentransmisikan putaran tidak bergeser atau berubah.

D. Bantalan

Bantalan adalah elemen mesin yang menumpu poros beban, sehingga putaran atau gerakan bolak-baliknya dapat berlangsung secara halus, aman dan tahan lama. Bantalan harus cukup kokoh untuk memungkinkan proses serta elemen mesin lainnya bekerja dengan baik. Jika bantalan tidak berfungsi dengan baik maka kemampuan seluruh system akan menurun, atau tidak dapat bekerja semana mestinya.

1. Klasifikasi bantalan 

Bantalan dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

a. Atas dasar gerakan bantalan terhadap poros
  • Bantalan luncur : Pada bantalan ini terjadi gesekan luncur antara poros dan bantalan karena permukaan poros ditumpu oleh permukaan bantalan dengan perentaraan lapisan pelumas.
  • Bantalan gelinding : Pada bantalan ini terjadi gesekan gelinding antara bagian yang berputar dengan yang diam melalui elemen gelinding seperti bola (peluru), rol, atau rol jarum, dan rol bulat.
b. Atas dasar arah beban terhadap poros
  • Bantalan radial : Arah beban yang ditumpu bantalan ini adalah tegak lurus sumbu poros.
  • Bantalan aksial : Arah beban bantalan ini sejajar dengan sumbu poros.
  • Bantalan gelinding khusus : Bantalan ini dapat menumpu beban yang arahnya sejajar dengan tegak lurus sumbu poros.
Menurut diameter luar atau diameter dalamnay, bantalan gelinding dapat dibagi atas:
  • Diameter luar lebih dari 800 (mm)
  • Diameter luar 180-800 (mm)
  • Diameter luar 80-180 (mm)
  • Diameter dalam 10 (mm) atau lebih dan diameterluar sampai 80 (mm)
  • Diameter dalam kurang dari 10 (mm) dan diameter luar 9 (mm) atau lebih
  • Diameter luar kurang dari 9 (mm)

E. Transmisi

Transmisi pada umumnya adalah suatu mekanisme yang dipergunakan untuk  memindahkan gerakan elemen mesin yang satu kegerakan elemen mesin yang lain. Pada suatu transmisi, elemen mesin kedua (yang digerakan) kebanyakan akan memperoleh jumlah putaran yang lain dari pada proses pertama (yang menggerakan). Dalam kebanyakan hal poros akan sejajar satu sama yang lain, tetapi garis sumbunya dapat juga saling menyilang, ada juga kemungkinan kedua poros itu terletak sejajar.

Transmisi putar dapat dibagi dalam :

  1. Transmisi langsung, dimana sebuah piringan atau sebuah roda poros satu dapat merenggangkan roda serupa itu pada poros kedua melalui kontak langsung. Dalam kategori ini termasuk roda gesek dan roda gigi.
  2. Jarak yang jauh antara dua buah poros sering tidak memungkinkan transmisi langsung dengan roda gigi. Dalam hal  yang demikian, cara transmisi putaran  atau daya yang lain dapat diterapkan. Dimana sebuah sabuk luwes atau rantai dibelitkan sekeliling pully atau sproket pada poros.
Transmisi dengan elemen yang luwes dapat digolongkan atas transmisi kabel, transmisi rantai dan transmisi tali. Dari bermacam-macam transmisi tersebut, kabel atau tali hanya dipakai untuk maksud kusus sebagian besar transmisi mengunakan sabuk-V karena mudah penanganannya dan harganya pun lebih murah.

a. Sabuk-V

Sabuk-V terbuat dari karet dan mempunyai penampang trapezium. Tetenunan tetotoran atau semamnya dipergunakan sebagai inti sabuk untuk membawa tarikan yang besar. Sabuk-V dibelitkan disekeliling alur puli yang berbentuk V pula. Bagian sabuk yang membelit pada puli mengalami lengkungan sehingga lebar bagian dalamnya akan bertambah besar. Gaya gesekan juga akan bertambah karena bentuk baja, yang akan menghasilkan transmisi daya yang besar pada tegangan yang relative rendah. Hal ini merupakan salah satu keunggulan sabuk-V dibandingkan dengan sabuk rata.

Kerugian sabuk-V adalah tidak pernah ada kepastian bahwa sabuk memindahkan gaya yang sama. Kalau sabuk merenggang, maka sabuk lainnya dibebani terlampau kuat. Kalau diambil secara ketat, salah satu sabuk rusak, maka semuanya harus diganti.


Sumber referensi/Daftar pustaka :

Anggara. A, dan Rizal. N. 2009. Perencanaan dan pembuatan mesin pengupas kulit ari biji kedelai dengan penggerak motor listrik. Laporan tugas akhir Diploma III. Politeknik Samarinda.

Total Pageviews

Kategori