Monday, 29 August 2016

Penjelasan Lengkap Tentang Antioksidan

A. Antioksidan

Antioksidan juga dapat didefinisikan sebagai inhibitor yang bekerja menghambat oksidasi dengan cara bereaksi dengan radikal bebas reaktif membentuk radikal bebas tidak reaktif yang relatif stabil (Sofia, 2004). Penggunaan senyawa antioksidan juga antiradikal saat ini semakin meluas seiring dengan semakin besarnya pemahaman masyarakat tentang peranannya dalam menghambat penyakit degeneratif seperti penyakit jantung, kanker, serta gejala penuaan. Masalah-masalah ini berkaitan dengan kemampuan antioksidan untuk bekerja sebagai inhibitor  reaksi oksidasi oleh radikal bebas reaktif (Kuncahyo, 2007).

Antioksidan terbagi menjadi antioksidan enzim dan vitamin. Antioksidan enjim meliputi superoksida dismutase (SOD), katalase, dan glutation peroksidase (GSH.Prx). Antioksidan vitamin mencakup alfa tokoferol, beta karoten, dan asam askorbat yang banyak didapatkan dari tanaman dan hewan (Kuncahyo, 2007).

Senyawa antioksidan dalam makanan memiliki peranan penting sebagai faktor pelindung kesehatan. Fakta ilmiah menyatakan bahwa antioksidan mengurangi resiko penyakit kronis termasuk kanker dan penyakit hati. Sumber utama dari antioksidan alami adalah padi-padian, buah-buahan, dan sayur-sayuran. Antipksidan yang bersumber dari tanaman sperti vitamin C, vitamin E, B-karoten, asam fenolik telah diketahui memiliki kemampuan untuk mengurangi resiko penyakit (Prakas, 2001).

Fokus dalam penggunaan antioksidan adalah subtansi dalam tubuh yang disebut radikal bebas. Penelitian mengungkap bahwa antioksidan dapat melindungi tubuh dari konsentrasi radikal bebas yang tinggi yang mengarah pada penyakit (Puspitasari, 2007).

Fungsi utama antioksidan digunakan untuk memperkecil terjadinya proses oksidasi dari lemak dan minyak, memperkecil terjadinya proses kerusakan dalam makanan, memperpanjang masa pemakaian dalam industri makanan, meningkatkan stabilitas lemak yang terkandung dalam makanan serta mencegah hilangnya kualitas sensori dan nutrisi. Antioksidan tidak hanya digunakan dalam industri farmasi, tetapi juga dugunakan secara luas dalam industri makanan, industri petroleum, industri karet dan sebagianya (Kuncahyo, 2007).

Antioksidan terdapat secara alami di dalam tubuh (endogen) dan dari berbagai senyawa di lingkungan kita (eksogen). Antioksidan tersebut dapat bersifat enzimatik dan non enzimatik, antioksidan enzimatik dijumpai dalam sel yaitu superoksida dismutase (SOD), enzim katalase (CAT), glutation peroksidase (GPX). Sementara jenis antioksidan non enzimatik diantaranya vitamin A, vitamin C, beta karoten, asam urat dan bilirubin. Secara alami antioksidan endogen tersebut terdapat dalam tubuh manusia sebagai suatu perlindungan tubuh dari pengaruh negatif dari radikal bebas yang dapat terbentuk selama berlangsungnya reaksi kimia di dalam tubuh (Sofia, 2004).

Sumber antioksidan dari bahan alami dapat kita perolah pada tumbuhan karena secara alami tumbuhan mengandung senyawa antioksidan (Eryani, 2007).

Pengaruh aktivitas antioksidan pada berbagai sumber antioksidan seperti pada tanaman, cairan tubuh atau pada suatu jaringan sangat penting dilakukan dalam kepentingan pemanfaatannya. Akan tetapi adanya perbedaan mekanisme dan titik kerja antioksidan dalam memerangi radikal bebas maka tidak memungkinkan suatu metode yang mengukur secara keseluruhan aktivitas semua senyawa antioksidatif dalam suatu sempel.

Beberapa metode pengukuran aktivitas antioksidan diantaranya adalah peredaman radikal bebas DPPH, peredaman radikal hidroksil, metode kekuatan reduksi, total kekuatan antioksidan, hingga metode yan banyak menhabiskan waktu, dan biaya yakni chemiluminescence.


Sumber rujukan/Daftar pustaka:

Eriyani, A. 2007. Uji aktivitas antioksidan dari ekstrak metanol batang akar kuning (Fibraurea tiactoria Lour) denga metode peredaman radikal 2,2-diphenyl-1-picrylhidrazyl (DPPH). Skripsi jurusan kimia Fakultas Mipa, Universitas Mulawarman.

Kuncahyo Ilham. 2007. Uji aktivitas antioksidan ekstrak belimbing wuluh (Averrhoa billimbi L) terhadap 1,1 diphenil-2-picrylhidrazyl (DPPH). Seminar nasional teknologi 2007. 24 November 2007. Yoryakarta.

Prakas, A. 2001. Antioksidan activity. Medalllion Laboratories Analytical Progress. Volume 19.No.2.

Puspitasari, E. 2007. Uji aktivitas antioksidan jus pegaan (Centella asiatical) dengan metode kekuatan reduksi. Skripsi jurusan Kedokteran umum Fakultas Kedokteran. Universitas Mulawarman Samarinda.

Sofia, D. 2004. Antioksidan dan Radikal Bebas. Artikel Kimia Mahasiswa Universitas Lampung. Situs web kimia indonesia kolom artikel. www.Chem-is try.com

No comments:

Post a comment