Thursday, 1 September 2016

Penjelasan Lengkap Radikal Bebas

A. Penjelasan Radikal Bebas

Radikal bebas adalah suatu molekul atau senyawa yang mempunyai elektron tidak berpasangan pada orbital luarnya. Contoh radikal bebas yakni radikal hidroksil (OH). Keberradaan satu atau lebih dari elektron yang tidak berpasangan tersebut menyebabkan kecendrungan untuk menarik elektron dari molekul lainnya, sehingga radikal bebas sangat reaktif. Selain radikal bebas tersebut terdapat senyawa bersifat oksidan baik merupakan spesies oksigen reaktif dan spesies nitrogen aktif. Senyawa ini dapat terbentuk dari oksigen dan nitrogen yang teraktivas baik berupa radikal bebas seperti superoksida (O2), hidroksil (OH), radikal nitrit oksida (NO), dan bentuk non radikal bebas seperti hidrogen peroksida (H2O2), asam nitrit (HNO2) (Puspitasari, 2007).


Sebagai senyawa yang reaktif, radikal bebas dapat terbentuk melalui berbagai reaksi kimia baik yang terjadi di dalam tubuh manusia maupun yang terjadi di lingkungan di luar tubuh manusia. Dari sumber radikal bebas yang terbentuk di dalam tubuh, radikal bebas dapat terbentuk dari berbagai proses reaksi kimia yang terus menerus di dalam sel-sel tubuh manusia.

Sedangkan sumber radikal bebas yang berada di luar tubuh manusia diantaranya seperti obat (Aminoglikosida, timbal dan arsen), paparan radiasi, asap rokok, logam (aluminium, timbal dan arsen), pestisida, alkohol, dan hidrokarbon halogen (Tjay dan Rahardja, 2002).

Menurut Steven Wm Fowkes keterlibatan reaksi radikal bebas dalam perjalanan berbagai penyakit degeneratif telah banyak diketahui oleh para ahli. Akan tetapi keterlibatan potensi oksidasi reduksi dalam proses berbagai penyakit masih belum banyak secara luas dipahami. Dalam sistem biologis, karbohidrat dan bahan lemak akan dibakar (dioksidasi) untuk menghasilkan energi. Pada akhirnya, semua energi butuh bahan bakar untuk proses yang tak terhitung dalam hidup berasal dari reaksi redoks. Radikal bebas sangat tidak stabil dan bereaksi sangat cepat dengan senyawa lain dengan cara menangkap elektron untuk menstabilkannya. Pada umumnya radikal bebas menyerang molekul stabil yang terdekat untuk menarik elektronnya. Ketika molekul yang diserang melepaskan elektronnya maka molekul tersebut juga menjadi radikal bebas sehingga terjadi reaksi berantai. Dan reaksi berantai yang terjadi, radikal bebas dapat menyebabkan oksidasi pada membran fosfolipid, protein dan DNA sehingga menyebabkan terjadinya peroksidasi lemak, kerboksilase protein, dan hidroksilasi nukleotida.

Akibat reaksi tersebut dengan komponen dari sel-sel tubuh akan terbentuk radikal bebas yang akan menyebabkan kerusakan sel bahkan kematian sel baik karena apoptosis maupun nekrosis hingga ketidakstabilan yang mengarah pada mutasi. Reaksi berantai tersebut akan terus berlanjut sampai radikal bebas tersebut dihilangkan oleh senyawa antioksidan. Pada reaksi berantai yang menyerang komponen lipid akan terjadi peroksidasi lipid. Pada peroksidasi lipid terjadi peningkatan superoksida yang selanjutnya menyebabkan terbentuknya radikal hidroksil yang sangat reaktif melalui reaksi Fenton dan Haber Weiss.

Sumber rujukan/Daftar pustaka:

Puspitasari, E. 2007. Uji aktivitas antioksidan jus pegaan (Centella asiatical) dengan metode kekuatan reduksi. Skripsi Jurusan Kedokteran Umum Fakultas Kedokteran, Universitas Mulawarman Samarinda.

Tjay, T.H dan Rahardja, K. 2002. Obat-obat penting. Edisi kelima. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.

No comments:

Post a comment