Tuesday, 30 August 2016

Penjelasan Lengkap Deskripsi Dan Klasifikasi Tanaman Ketepeng Cina

A. Deskripsi Tanaman Ketepeng Cina (Cassia alata L.)

Ketepeng Cina (Cassia alata L.) merupakan jenis perdu yang besar dan banyak tumbuh secara liar di tempat-tempat yang lembab. Kini tumbuhan ini sering dipelihara sebagai perindang halaman rumah atau gedung. Ketepeng cina atau sering juga disebut sebagai ketepeng kerbau mempunyai percabangan banyak, daunnya besar-besar berupa daun majemuk menyirip genap, berbau langu, anak daunnya kaku, bentuk jorong sampai bundar telur sungsang berpasangan 5-12 baris, panjang anak daun 3-15 cm , lebar 2,5-9 cm, ujung daun tumpul, pangkal daun miring, tepi daun rata, tangkai anak daun 2 cm. Bunga tersusun dalam tandan bertangkai panjang, tegak, letaknya diujung-ujung cabang. Mahkota bunga bearna kuning terang. Buah berupa polong yang gepeng, hitam, bersayap pada kedua sisinya dengan panjang 10-20 cm dan lebar 12-15 mm, yang pecah bila sudah masak dan berisi 50-70 biji (Suprapto, 2003). Ketepeng cina tumbuh subur pada dataran rendah sampai ketinggian 1400 m di atas permukaan laut (dpl) (Arisandi, 2006).

Ketepeng juga dikenal dengan nama cassia alata, suatu jenis yang termasuk suku johar-joharan. Tumbuhan ini biasa diperbanyak dengan biji, tetapi seperti tumbuhan johar-joharan lainnya, ketepeng juga dapat diperbanyak dengan stek. Untuk pertumbuhan selanjutnya ketepeng memerlukan pemupukan dan banyak air (Sastrapradja, 1980).

Sebagai tumbuhan obat seduhan daunnya dapat digunakan sebagai obat pencahar, tumbukan daun atau bunganya digunakan sebagai obat luar untuk macam-macam penyakit kulit seperti kudis, kurap dan panu (LIPI, 1980).

B. Klasifikasi Tumbuhan Ketepeng Cina (Cassia alata L.)

Secara taksonomi, tumbuhan ketepeng cina dapat diklasifikasikan menurut (Steenis, 2008) sebagai berikut:

Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Ordo : Resales
Famili : Leguminosae
Genus : Cassia
Spesies : (Cassia alata L.)

C. Nama Daerah Tumbuhan Ketepeng Cina (Cassia alata L.)

(Inggris) : Seven golden candlestick; (Jawa) : Ketepeng Kebo; (Indonesia) : Ketepeng cina; (Sunda) : Ketepeng badak; (Madura) : Acon-aconan; (Halmahera) : Sajamera; (Ternate) : Kupang-kupang; (Tidore) : Tabankun; (Sumatera) : Daun kupang, daun kurap, gelenggang, uru'kap; (Simalur) : Bulinggang balah (Thomas, 1992).



Sumber rujukan/Daftar pustaka:

Arisandi, Y dan Yovita A. 2006. Khasiat tanaman obat. Jakarta: Pustaka Baru.

LIPI. 1980. Tumbuhan Obat. Jakarta: PN Balai Pustaka.

Sastrapradja, S. 1980. Tumbuhan Obat Lembaga Biologi Nasional-LIPI. Jakarta: penerbit PN Balai Pustaka.

Steenis, V. 2008. Flora untuk sekolah di Indonesia. Jakarta: Penerbit PT. Pradnya Paramita.

Suprapto, W. 2003. Tumbuhan untuk pengobatan. Jakarta: Penerbit  PT. Grasindo.

Thomas, A.N.S. 1992. Tanaman obat tradisional 2. Yogyakarta. Kanisius.

No comments:

Post a comment