Saturday, 20 August 2016

Penjelasan Amplifikasi DNA

A. Pengertian Amplifikasi DNA

Reaksi berantai polimerase (Polymerase Chain Reaction, PCR) adalah suatu metode enzimatis untuk melipatgandakan secara eksponensial suatu sekuen nukleotida tertentu dangan cara in-vitro. Empat komponen utama pada proses PCR adalah (i). DNA cetakan, yaitu fragmen DNA yang akan dilipatgandakan, (ii). oligonukleotida primer, yaitu suatu sekuen oligonukleotida pendek (15-25 basa nukleotida) yang digunakan untuk mengawali sintesis rantai DNA, (iii). deoksiribonukleotida trifosfat (dNTP), terdiri dari dATP, dCTP, dGTP, dTTP, dan 4 enzim DNA Polimerase, yaitu enzim yang melakukan katalis reaksi sintesis rantai DNA. Komponen lain yang juga penting adalah senyawa buffer (Yuwono, 2006).

Reaksi pelipatgandaan suatu fragmen DNA dimulai dengan melakukan denaturasi DNA template (cetakan) sehingga rantai DNA yang berantai ganda (double stranded) akan terpisah menjadi rantai tunggal (single stranded). Denaturasi DNA dilakukan dengan menggunakan panas (95 derajat celcius) selama 1-2 menit. Kemudian suhu diturunkan menjadi 55 derajat celcius sehingga primer akan "menempel" (annealing) pada cetakan yang telah terpisah menjadi rantai tunggal. Primer akan membentuk jembatan hidrogen dengan cetakan pada daerah sekuen yang komplementer dengan sekuen primer. Kemudian setelah dilakukan penempelan oligunukleotida primer dengan DNA cetakan, suhu inkubasi dinaikan menjadi 72 derajat celcius selama 1,5 menit, pada suhu ini DNA polimerase akan melakukan proses polimerase rantai DNA yang baru berdasarkan informasi yang ada pada DNA cetakan (Yuwono, 2006).


Sumber rujukan/Daftar pustaka:

Yowono T, 2006. Biologi molekular. Hal: 49-51. Penerbit Erlangga. Jakarta.

No comments:

Post a comment