Sunday, 21 August 2016

Deskripsi Tanaman Lai-durian dan Penjelasannya Secara Rinci

A. Asal-usul ditemukannya spesies baru tanaman lai-durian

Kalimantan Timur merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang menjadi daerah asal tanaman lai-durian. Hal ini dapat disebabkan olleh tanaman durian dan kerabatnya banyak ditemukan dihutan tropis kalimantan (Sobir dan Napitulu, 2012).

Menurut Sunaryo (2015) tanaman lai-durian banyak ditemukan di Kalimantan Timur dikarenakan banyak terdapat daerah yang merupakan sentra/pusat keberadaan tanaman yang menjadi tetua bagi tanaman lai-durian yaitu tanaman durian (Durio zibethinus) dan lai (Durio kutejensis) ditanam secara bersama. Tanaman lai-durian di Kalimantan Timur memiliki nama yang berbeda-beda disetiap daerahnya, di Kutai Barat lai-durian dinamakan holai atau lai sentawar, di Kutai Kartanegara dinamakan lai mendong batuah, sementara ditempat-tempat lain disebut sebagai durian-lai atau lai-durian (Sunaryo, 2015).

Penyebaran tanaman lai-durian di Kalimantan Timur lebih banyak ditemukan di kabupaten Kutai Kartanegara dan Kutai Barat (Sunaryo et al., 2015) hal ini dikarenakan hampir keseluruhan kecamatan di wilayah Kutai Kartanegar merupakan pusat penanaman lai dan pula menjadi daerah untuk penanaman durian, sehingga didapatkan tanaman lai-durian yang beragam dengan jumlah yang banyak.

Lai-durian merupakan hasil persilangan alami (natural outcrossing) antara durian (Durio zibethinus) dan lai (Durio kutejensis) (Sunaryo et al,. 2015). Dikarenakan tanaman ini hasil dari persilangan antara durian dan lai maka karakter morfologinya tanaman lai-durian adalah hasil perpaduan dari kedua tanaman tersebut.

Berdasarkan karakter morfologi tanaman lai-durian merupakan tanaman tahunan dengan bentuk pohonnya (tajuk) berbentuk seperti payung, bunga tanaman lai-durian adalah bunga sempurna yaitu memiliki kelamin jantan (serbuk sari) dan kelamin betina (putik) berada dalam satu bunga, aroma dari buahnya tidak menyengat, dengan warna kulit buah bewarna hiaju, daging buah bewarna kuning keemasan, dengan rasa manis dan tekstur yang lebih lembut dan kering, serta kandungan alkohol yang rendah (Sunaryo, 2015; Sunaryo et al., 2015).

Tanaman lai-durian memiliki karakter morfologi ukuran daun dan warna bunga yang tidak sama dengan durian ataupun lai akan tetapi berada ditengah-tengah antara tanaman durian dan lai, dari segi warna bunga, tanaman lai-durian memiliki bunga yang bewarna merah muda, sedangkan bunga pada tanaman durian bewarna putih atau putih kekuningan, dan pada tanaman lai memiliki bunga yang bewarna merah. Hasil diatas mendukung indikasi bahwa tanaman lai-durian merupakan hasil dari persilangan secara natural antara durian dan lai (Sunaryo et al., 2015)

Telah diketahui bahwa Durio sp memiliki tingkat variasi yang sangat tinggi dalam hal morfologi tanamannya, buahnya dan kandungan nutrisinya. Keragaman tersebut dikarenakan sistem penyerbukan secara terbuka oleh spesies durian. Hal ini yang menjadi asal munculnya spesies baru yaitu tanaman lai-durian. Lai-durian memiliki tampilan morfologi yang berbeda diantara durian dan lai (Sunaryo et al., 2015)

Sebagian ahli tanaman menggolongkan lai-durian dalam spesies Durio excelus (Sunaryo., 2015). Durio excelus adalah golongan durian inedible fruit (tidak bisa dimakan) dengan karakteristik buah yang bewarna merah atau jingga dengan daging buah bewarna merah gelap yang tidak memiliki rasa.

Deskripsi tersebut sangat berbeda dengan buah tanaman lai-durian yang dijabarkan oleh Sunaryo et al (2015) yaitu buah tanaman ini bewarna hijau dengan daging buah bewarna kuning keemasan. Layaknya durian dan lai, tanaman ini dapat dimakan serta memiliki kandungan gizi yang sama tingginya dengan durian ataupun lai.



Sumber rujukan/Daftar pustaka:

Sobir, and Napitupulu RM, 2010. Bertanaman durian unggul. Penebar Swadaya, Jakarta.

Sunaryo W, 2015. Aplikasi DNA Bacording Untuk Analisis Keragaman Genetik Lai-durian (Durio zibethinus x kutejensis). Asal Kalimantan Timur. Biodiversitas. Vol 1(6)1273-1277.

Sunaryo W, Hendra M, and Rudarmono, Suprapto H, Pratama AN, Rahman, 2015. Exploration and indentification of lai-durian, new highly potential cultivar derived from natural crossing between Durio zibethinus and Durio kutejensis in East Kalimantan. Asian J Microbiol Biotech Env Sci 17 (2): 1-7.

No comments:

Post a comment