Friday, 1 July 2016

Definisi Lengkap Kontrasepsi

A. Pengertian kontrasepsi


Definisi Lengkap Kontrasepsi

1. Kontrasepsi

Kontrasepsi berasal dari kata kontra bearti mencegah atau melawan, sedangkan konsepsi adalah pertemuan antara sel telur (sel wanita) yang matang dan sel sperma (sel pria) yang menyebabkan kehamilan. Pengertian dari kontrasepsi adalah melawan, mencegah atau menghindarai terjadinya kehamilan dari pertemuan antara sel telur wanita yang matang dengan sel sperma pria. Kontrasepsi memiliki cara kerja yang berbeda-beda tetapi pada umumnya mempunyai kegunaan yang sama yaitu mengusahakan agar tidak terjadi ovulasi, meleumpuhkan sperma, menghalangi pertemuan sel telur dengan sperma.

a. Macam-macam Kontrasepsi

Macam-macam kontrasepsi dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

  1. Metode sederhana: pantang berkala, koitus interuptus, dan laktasi.
  2. Alat: Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) atau Intra-uterin Device (IUD), hormonal, kondom, dan diafragma.
  3. Obat-obatan: spermatisida, suntik, susuk, dan pil.
  4. Kontrasepsi mantap: vasektomi dan tubektomi.

2. Pengertian-pengertian Alat Kontrasepsi

2.1. Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) atau Intra-uterin Device (IUD)

Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) atau Intra-uterin Device (IUD) atau Spiral menurut Dr.dr. Sofie Rifayani Krisnadi, Sp.OG., K.F.M., adalah alat yang dimaksukan ke dalam rahim selama masa produksi untuk masa kehamilan. Alat kontrasepsi ini mengakibatkan perubahan pada endometrium sehingga sperma mati, mematikan hasil pembuahan, dan menyebabkan nidasi terlambat serta meningkatkan pergerakan saluran telur. Semua itu menghasilkan pembuahan yang terlalu dini.

a. Pengaruh pada rahim

Pemakaian AKDR/IUD/Spiral dapat memberikan pengaruh pada rahim seperti:
  1. Meningkatnya sekresi endometrium, sehingga sering menyebabkan keputihan (flour albus atau leuchorrea).
  2. Meningkatkan kontraksi miometrium, sehingga dapat menimbulkan nyeri pada perut bagian bawah sampai pinggang.
  3. Pada saat menstruasi terjadinya pendarahan akan semakin meningkat.
b. Hal-hal yang perlu diperhatikan selama pemakaian AKDR/IUD/Spiral
  1. Pemakaian AKDR/IUD/Spiral dapat mengakibatkan kecacatan pada alat genital.
  2. Rentan terjadinya infeksi alat genital.
  3. Uterus dengan sonde 6 cm/kurang.
  4. Mengakibatkan gangguan haid dan menimbulkan dismenorhea.
  5. Menyebabkan anemia.
  6. Menimbulkan reaksi hipersensitifitas bila Ibu alergi terhadap logam Cu.
  7. Dapat menyebabkan dugaan kehamilan pada seorang perempuan.
c. Yang diperbolehkan menggunakan kontrasepsi AKDR/IUD/Spiral:
  1. Bertujuan menginginkan kontrasepsi yang efektif dalam jangka panjang untuk mencegah kehamilan.
  2. Ibu dengan kondisi perokok.
  3. Sedang menyusui.
  4. Gemuk atau kurus.
  5. Ibu yang menderita kanker, stroke, tekanan darah tinggi, epilepsi, dan sebagainya.
d. Yang tidak diperbolehkan menggunakan kontrasepsi AKDR/IUD/Spiral:
  1. Sedang hamil atau diduga hamil.
  2. Penderita TBC pelvic.
  3. Sering ganti pasangan.
  4. Ukuran rongga rahim kurang dari 5 cm.
  5. Kanker alat genital.

2.2. Kondom

Pada dasarnya terdapat dua jenis kondom, kondom kulit dan kondom karet. Kondom kulit terbuat dari usus domba. Kondom karet lebih elastis, murah, sehingga lebih banyak dipakai. Secara teoristis kegagalan kondom hanya terjadi jika kondom tersebut robek dikarenakan kurang berhati-hati, pelumas kurang, atau karena tekanan pada waktu ejakulasi. Menurut Tietze (1960) dalam buku Sarwono (2002), pada pasangan subur yang melakukan koitus 120 per tahun, dan selalu memakai kondom pada setiap senggama, akan ditemukan 3 kehamilan per 100 tahun-wanita. Dalam praktek angka ini lebih tinggi, 15-36 kehamilan per 100 tahun -wanita. Hal-hal ini yang berpengaruh antara lain pemakaian yang tidak teratur, motivasi, umur, paritas, status kehidupan sosio-ekonomi, pendidikan, dan sebagainya. Adapun keuntungan dan kerugian dalam menggunakan alat kontrasepsi berupa kondom.

a. Keuntungan:
  1. Tidak menimbulkan resiko terhadap kesehatan.
  2. Murah dan dapat dipakai umum.
  3. Tidak memerlukan resep.
  4. Dapat mengikutsertakan pria dalam berkontrasepsi.
  5. Menjegah ejakulasi dini.
  6. Melindungi penularan HIV dan AIDS. 
b. Kerugian:
  1. Angka kegagalan perlu ditanyakan.
  2. Dipakai setiap kali berhubungan intim (koitus).
  3. Mengurangi kenikmatan koitus.
  4. Kondom bekas harus dibuang dan tidak bisa dipakai lagi.
  5. Harus selalu tersedia saat akan melakukan hubungan intim.
  6. Persediaannya tidak selalu ada. 

Sumber rujukan/Daftar Pustaka:

Prawirohardjo, Sarwono. 2002. Ilmu kebidanan. Jakarta: Tridasa Printer.

Hudeyekti. A.C . 2011. Sitem pendukung keputusan pemilihan alat kontrasepsi. Skripsi. Universitas Mulawarman. Samarinda

No comments:

Post a comment