Monday, 13 June 2016

Tinjauan Umum Tanaman Padi

Tinjauan Pustaka

A. Tinjauan Umum Tanaman Padi

Padi (Oryza sativa L.) adalah tanaman pangan yang dihasilkan terbanyak di dunia dan menempati daerah tersebar di daerah tropika (Sumiati, 2003). Padi tergolong ke dalam genus Oryza yang termasuk dalam rumpun Oryzeae dalam familia Gramineae (rumput-rumputan), dimana sekitar 20 spesies tersebar di dunia terutama di daerah tropis basah Afrika, Asia selatan dan Tengah, dan Australia. Padi yang dibudidayakan saat ini termasuk dalam genus Oryza dengan spesies utama yaitu Oryza sative L. spesies lain yaitu Oryza glaberima yang tumbuh secara sporadic di beberapa wilayah negara-negara Afrika Barat, secara bertahap mulai tergantikan oleh Oryza sativa (De Datta, 1981).

Tinjauan Umum Tanaman Padi
Tanaman padi pada umumnya merupakan tanaman semusim dengan empat fase pertumbuhan, yaitu fase vegetatif cepat, vegetatif lambat, reproduktif dan pemasakan. Secara garis besar tanaman padi ini terbagi kedalam dua bagian yaitu bagian generatif dan vegetatif. Dalam pertumbuhannya tanaman padi memerlukan unsur hara, air, dan energi. Hara adalah unsur pelengkap dari komposisi asam nukleik, hormon dan enzim yang berfungsi sebagai katalis dalam merombak fotosintat atau respirasi menjadi senyawa yang lebih sederhana. Air diperolih tanaman dari tanah, dan energi didapat dari hasil fotosintesis dengan bantuan sinar matahari (Saheda, 2008).

Morfologi tanaman padi menyangkut bentuk dan struktur organisme tersebut yang merupakan dasar utama dalam klasifikasi tanaman dan digunakan sebagai alat untuk mengenal adaptasi tanaman terhadap lingkungannya (Manurung dan Ismunadji, 1988). Menurut Irawan dan Purbayanti (2008) Setiap kultivar padi lokal bisa memiliki persamaan ataupun perbedaan ciri/karakter. Adanya persamaan ataupun perbedaan tersebut dapat digunakan untuk mengetahui jauh dekatnya hubungan kekrabatan antara kultivar-kultivar padi. Semakin banyak persamaan ciri, maka semakin dekat hubungan kekrabatannya. Sebaliknya, semakin banyak perbedaan ciri, maka semakin jauh hubungan kekrabatannya. Pengelompokan ciri yang sama merupakan dasar untuk pengklasifiksian.

Menurut Nusantara (2012), tanaman padi dapat diklasifikasikan sebagai berikut: Kingdom: Plantae (tumbuhan), Sub Kingdom: Tracheobionta (tumbuhan berpembuluh), Super Devisi: Spermatophyta (menghasilkan biji), Divisi: Magnoliophyta (tumbuhan berbunga), Kelas: Liliopsida (berkeping satu/monokotil), Sub Kelas: Commelinidae, Ordo: Poales, Famili: Poaceae (suku rumput-rumputan), Genus: Oryza, Spesies: Oryza sativa L.

Genus Oryza termasuk kecil, hanya sekitar 25 spesies, dimana 23 adalah spesies liar dan dua yang banyak dibudidayakan yaitu Oryza sativa L. dan Oryza glaberrima Stued (Vaughan, 2003). Oryza sativa adalah spesies yang paling banyak ditanam sebagai tanaman budidaya, dengan wilayah meliputi negara-negara Asia, Amerika Utara, Amerika Selatan, Uni Eropa, Timur Tengah, dan Afrika (Diptaningsari, 2013).

Menurut Reissig et al., (1986), fase pertumbuhan padi terdiri dari pertumbuhan vegetatif dan generatif, pertumbuhan vegetatif terdiri dari tahap perkecambahan benih sampai muncul bibit, tahap bibit dan tahap pembentukan anakan, sedangkan tahap perkembangan generatif terdiri dari tahap pemanjangan batang, tahap inisiasi malai, perkembangan malai, tahap pembungaan dan tahap pemasakan benih. Tanaman dikelompokan menjadi dua bagian vegetatif yang terdiri dari akar, batang, dan daun. Sedangkan bagian generatifnya terdiri dari malai, bunga dan buah.

Sumber rujukan/ Daftar pustaka:

De Datta, S.K. 1981. Principles and practice of rice production. A Wiley-Interscience Publication. John Wiley & Sons. New York.

Diptaningsari, D. 2013. Analisi keragaman karakter agronomis dan stabilitas galur harapan padi gogo turunan padi lokal pulau buru hasil kultur anter. Tesis. Sekolah Pasca Sarjana IPB, Bogor.

Irawan, B. dan Purbayanti, K. 2008. Karakterisasi dan kekrabatan kultivar padi lokal di Desa Rancakalong, Kecamatan Rancakalong, Kabupaten Sumedang. Makalah dipresentasikan pada seminar nasional PTTI, Universitas Padjadjaran, Bandung, 21-23 Oktober.

Manurung, S.O. dan M. Ismunadji. 1988. Morfologi dan fisiologi padi dalam M. Ismunadji, S. Partohardjono, M. Syam, dan A. Widjono (ed). Padi buku 1. Balai penelitian dan pengembangan tanaman pangan . Bogor. Hal 55-102.

Nusantara, B. 2012. Klasifikasi padi (Oryza sativa). http://aabasith-rahmat-s.blogspot.com/2012/06/klasifikasi-padi-oryza-sativa.html.

Reissig, W.H.E.A. Heinrich, J.A. Listsinger.K. Moody, L. Fieldler, T.W. Mew and A.T. Barion. 1986. Hostroted Guide to Itrogated Pest Management in Rice Tropical Asia. IRRI. Los Banos Laguna. Philipines.

Saheda, A.A. 2008. Preferensi dan kepuasan petani terhadap benih padi varietas lokal Pandan Wangi di Kanupaten Cianjur (Skripsi). Fakultas Pertanian. IPB.

Sumiati, I. 2003. Analisis pendapatan usaha tani padi petani SLPHT di desa Cisalak, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Skripsi. Jurusan Ilmu-Ilmu Sosial Ekonomi, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.

Vaughan, D.A., H. Morishimay, dan K, Kadowaki. 2003. Diversity in the Oryza genus. Current Opinion in Plant Biology 6:139-146.

No comments:

Post a comment