Wednesday, 15 June 2016

Syarat Tumbuh Padi Gogo/Ladang

Syarat tumbuh padi gogo

A. Syarat Tumbuh Tanaman Padi Gogo/Ladang

1. Tanah 

Padi ladang dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah, sehingga jenis tanah tidak begitu berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil padi ladang. Sedangkan yang lebih berpengruh terhadap pertumbuhan dan hasil adalah sifat fisik, kimia, dan biologi tanah atau kata lain kesuburanya. Untuk pertumbuhan tanaman yang baik diperlukan keseimbangan perbandingan penyusun tanah yaitu 45% bagian mineral, 5% bahan organik, 25% bagian air, dan 25 % bagian udara, pada lapisan tanah setebal 0-30 cm (Hantoro, 2007).

Struktur tanah yang cocok untuk tanaman padi ladang ialah struktur tanah yang remah. Tanah yang cocok berfariasi mulai dari yang berliat, berdebu halus, berlempung halus sampai tanah kasar dan air yang tersedia diperlukan cukup banyak. Sebaiknya tanah tidak berbatu, jika ada harus <50%. Keasaman (pH) tanah bervariasi dari 5,5 sampai 8,0. Pada pH tanah yang lebih rendah pada umumnya dijumpai gangguan kekahatan unsur P, keracunan Fe dan Al. Sedangkan bila pH lebih besar dari 8,0 dapat mengalami kekahatan Zn (Hantoro, 2007).

2. Iklim

Padi ladang memerlukan air sepanjang pertumbuhannya dan kebutuhan air tersebut hanya mengandalkan curah hujan. Tumbuh di daerah tropis/subtropis pada 45 derajat LU sampai 45 derajat LS dengan cuaca panas dan kelembaban tinggi dengan musim hujan 4 bulan. Rata-rata curah hujan yang baik adalah 100 mm/bulan selama 3 bulan berturut-turut atau 1500-2000 mm/tahun. Padi dapat ditanam dimusim kemarau atau hujan. Pada musim kemarau produksi meningkat asalkan air irigasi selalu tersedia. Di musim hujan, walaupun air melimpah produksi dapat menurun karena penyerbukan kurang intensif. Di dataran rendah padi dapat tumbuh pada ketinggian 0-650 m dpl dengan temperatur 19-23 derajat celcius (Hantoro, 2007).

Tanaman padi memerlukan penyinaran matahari penuh. Indonesia memiliki panjang radiasi matahari kurang lebihnya 12 jam sehari dengan intensitas radiasi 350 kal.cm-2.hari-1 pada musim penghujan.
Intensitas radiasi ini tergolong rendah jika dibandingkan dengan daerah subtropis yang dapat mencapai 550 kal.cm-2.hari-1. Angin berpengaruh pada penyerbukan dan pembuahan tetapi jika terlalu kencang akan merobohkan tanaman (Hantoro, 2007).


Sumber rujukan/Daftar pustaka:

Hantoro, F.R.P. 2007. Teknologi Budidaya Padi Gogo. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Tengah Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.

No comments:

Post a comment