Friday, 17 June 2016

Peranan Tanah Ultisol Dalam Pertanian

 
Tanah ultisol untuk lahan pertanian

A. Peranan Tanah Ultisol dalam Bidang Budidaya Pertanian

Menurut Hardjowigeno (2003) ultisol merupakan daerah luas di dunia yang masih tersisa untuk dikembangkan sebagai daerah pertanian. Air daerah ini umumnya cukup tersedia dari curah hujan yang tinggi. Banyak daerah perladangan petani primitif biasanya memberi produksi yang baik pada beberapa tahun pertama, selama unsur-unsur hara di permukaan tanah yang terkumpul melalui proses biocycle belum habis. Reaksi tanah yang masam, kejenuhan basa rendah, kadar Al tinggi, kadar unsur hara yang rendah merupakan penghambat utama untuk pertanian. Untuk penggunaan yang baik diperlukan pengapuran, pemupukan dan pengelolaan yang tepat.

Ditambahkan oleh Munir (1996), komponen kimia tanah berperan besar dalam menentukan sifat dan ciri tanah umumnya dan kesuburan tanah pada khusunya.

Komponen kimia tanah ultisol memiliki karakterristik sebagai berikut:
  • kemasaman = kurang dari 5,5
  • bahan organik = rendah -sedang
  • kejenuhan basa = kurang dari 35%
  • N,P,K = rendah
Ultisol sering diindentikan dengan tanah yang tidak subur, tetapi sesungguhnya bisa dimanfaatkan untuk lahan pertanian potensial. Asalkan dilakukan pengelolaan tanah yang sebaik-baiknya, untuk meningkatkan produktivitas ultisol dapat dilakukan melalui pemberian kapur, pemupukan, penambahan bahan organik, penerapan teknik budidaya tanaman lorong (tumpang sari), drainase dan pengolahan yang seminim mungkin (Munir, 1996).


Sumber rujukan/Daftar pustaka:

Hardjowigeno, S. 2003. Ilmu tanah. Akademik Presindo, Jakarta.

Munir. 1996. Tanah-tanah utama di Indonesia. Dunia Pustaka Jaya, Jakarta.



Artikel terkait:

Pengertian Tanah Ultisol

No comments:

Post a comment