Monday, 13 June 2016

Pengertian Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) dalam Kultur Jaringan

A. Pengaruh Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) dalam Ilmu Kultur Jaringan


Komposisi dan konsentrasi ZPT yang ditambahkan dalam media sangat mempengaruhi arah pertumbuhan dan regenerasi eksplan yang dikulturkan. Komposisi dan konsentrasi hormon pertumbuhan yang ditambahkan ke dalam media kultur sangat tergantung dari jenis eksplan yang dikulturkan dan tujuan pengkulturannya. Konsentrasi hormon pertumbuhan optimal yang ditambahkan ke dalam media tergantung pula dari eksplan yang dikulturkan serta kandungan hormon pertumbuhan endogen yang terdapat pada eksplan tersebut. Komposisi yang sesuai ini dapat diperkirakan melalui percobaan-percobaan yang telah dilakukan sebelumnya disertai percobaan untuk mengetahui komposisi hormon pertumbuhan yang sesuai dengan kebutuhan dan arah pertumbuhan eksplan yang diinginkan  (Zulkarnain, 2009).

Faktor yang perlu diperhatikan dalam penggunaan ZPT adalah konsentrasi, urutan penggunaan dan periode masa induksi dalam kultur tertentu. Secara umum zat pengatur tumbuh penting ditambahkan ke dalam medium untuk mendapatkan pertumbuhan yang baik. ZPT yang banyak digunakan untuk kultur jaringan adalah kelompok auksin, sitokinin, dan giberelin (Lizawati, 2012).


1. Auksin


Auksin menyebabkan perpanjangan batang, internodus, tropism, apikal dominan, absisi dan perakaran. Auksin dalam kultur jaringan digunakan untuk pembelahan sel dan diferensiasi akar. Jenis auksin yang umum digunakan dalam kultur embrio pada tahap inisiasi dan multiplikasi sel adalah 2,4-D. Kehadiran auksin dalam medium proliferasi adalah esensial untuk mendorong perkembangan jaringan untuk membentuk kalus pada medium perkembangan embrio somatik. Perkembangan embrio somatik umumnya terjadi jika pertumbuhan kalus pada medium yang diperkaya 2,4-D. Selain 2,4-D, auksin lain yang bisa digunakan untuk menginduksi terbentuknya embrio somatik adalah NAA dan IBA (Abbas, 2011).


2. Sitokinin


Sitokinin merupakan hormon yang berperan untuk pembelahan sel, dominasi apikal, dan diferensiasi tunas. Pemberian sitokinin ke dalam medium menyebabkan pembelahan sel dan diferensiasi tunas adventif dari kalus menjadi organ. Jenis sitokinin yang banyak digunakan pada kultur jaringan adalah BAP, 2-ip (N6-2-Isopentanyl adenin atau 6-(t,t-Dimetyl Allyl Amino Purine), dan kinetin (Zulkarnain, 2009). 


Sumber rujukan/Daftar pustaka:


Abbas B. 2011. Prinsip dasar kultur jaringan. Alfabeta, Bandung.

Lizawati, 2012. Proliferasi kalus dan embriogenesis somatik Jarak Pagar (Jatropha curcas L.) dengan berbagai kombinasi ZPT dan asam amino, Jurnal Penelitian 1(4):33-34.

Zulkarnain. 2009. Kultur jaringan tanaman. Bumi aksara, Jambi.

Atikel terkait:

No comments:

Post a comment