Sunday, 19 June 2016

Pengertian Umum Pupuk NPK (Pupuk Majemuk)

 
Bertani

A. Pengertian Secara Umum Pupuk NPK

Pupuk NPK merupakan pupuk majemuk yang sangat berguna untuk pertumbuhan dan produksi tanaman. Pupuk NPK mengandung hara utama dan hara sekunder. Penggunaan pupuk majemuk seperti NPK akan mendapat keuntungan yaitu dengan pemberian satu macam pupuk sudah dapat terpenuhi kebutuhan unsur N, P, dan K dan keuntungan lain menggunakan pupuk majemuk yaitu mudah diaplikasikan mudah diserap tanaman, lebih efektif pemakaiannya dan menghemat waktu serta lebih ekonomis.

Pupuk NPK terdapat unsur utama yaitu Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalsium (Ca), adapun komposisi kandungan unsur hara dalam pupuk NPK adalah 16% N, 16% P, 16% K, 0,5% Mg, dan 65% Ca (Suptayino, 1996).

B. Peranan Unsur Utama Pupuk NPK

1. Unsur Nitrogen (N)

Peranan utama Nitrogen bagi tanaman adalah merangsang pertumbuhan secara keseluruhan khususnya : batang, cabang, dan daun, Nitrogen diperlukan tanaman dalam jumlah besar, karena unsur ini merupakan penyusutan klorofil yang berguna sekali dalam fotosintesis.

Tanaman yang kekurangan unsur Nitrogen akan menyebabkan daun tanaman menjadi pengeringan mulai bagian bawah menjalar kebagian atas, jaringan-jaringan tanaman mati selanjutnya mengering dan mati.

2. Unsur Fosfor (P)

Unsur fosfor diserap tanaman dalam bentuk H2PO(4-) dan HPO(4)2-). Fosfor berguna untuk merangsang pertumbuhan akar, khususnya akar benih dan tanaman muda, dan juga sebagai bahan mentah untuk pembentukan sejumlah protein tertentu. Selain itu fosfor juga membantu proses asimilasi dan pernapasan sekaligus mempercepat pembungaan, pemakaian biji dan buah (Lingga, 1991).

Menurut Suprapto (1995), bahwa kekurangan fosfor pada kebanyakan tanaman terjadi sewaktu tanaman masih muda, oleh karena itu belum adanya kemampuan yang seimbang antara penyebaran fosfor oleh akar dengan fosfor yang dibutuhkan, sedangkan kelebihan fosfor akan menyebabkan tanaman cepat mengalami kekeringan karena panjang akar berlebihan.

3. Unsur Kalium (K)

Unsur kalium selain membantu pertumbuhan pembentukan protein dan karbohidrat serta juga berperan penting untuk memperkuat tumbuh tanaman agar daun, bunga, dan buah tidak mudah berguguran, yang terpenting adalah sebagian sumber kekuatan bagi tanaman menghadapi kekeringan dan penyakit (Lingga, 1991).

Kalium merupakan kation (K+) yang diserap oleh akar tanaman yang lebih besar jumlahnya dari pada kation-kation lainnya. Peranan kalium bagi tanaman adalah memperlancar proses fotosintesis, membantu pembentukan protein dan karbohidrat, menyebabkan daun, bunga, dan buah tidak mudah lepas dari tangkainya dan menghasilkan resistensi tanaman terhadap gangguan hama dan penyakit (Setyamidjaja, 1986).

Tanaman yang kekurangan kalium memperlihatkan gejala-gejala daun-daun berubah menjadi mengkerut atau kering terutama pada daun tua, tetapi tidak merat kemudian timbul bercak-bercak bewarna coklat, mengering lalu mati, buahnya akan tumbuh tidak sempurna, kecil dan hasilnya rendah dan tidak disimpan. Sedangkan tanaman kelebihan kalium menyebabkan terjadinya peningkatan kelebihan produksi hidrat arang dan mengurangi kepekaan terhadap kekeringan.

Sumber rujukan/Daftar pustaka:

Lingga, P. 1991. Petunjuk penggunaan pupuk. Penebar Swadaya, Jakarta

Setyamidjadja, 1986. Kesuburan dan pemupukan simplex, Jakarta

Suprapto. 1995. Bertani kedelai. Penebar Swadaya, Jakarta



No comments:

Post a comment