Thursday, 23 June 2016

Pengertian Pupuk Organik Cair

Pengertian Pupuk Organik Cair

A. Pengertian Secara Umum Pupuk Organik Cair

Pupuk organik cair dengan sebutan nama lain yaitu (pupuk hijau) merupakan pupuk organik nabati yang berasal dari tanaman umbi-umbian (batang dan daun), buah-buahan, tanaman kacang-kacangan, tanaman jarak dan sisa panen tanaman lainnya yang kemudian diproses dengan fermentasi dan enzimitasi secara modern di pabrik (Karen, 2004). Pupuk organik cair diproduksi untuk memenuhi kebutuhan unsur hara mikro oleh tanaman karena unsur hara mikro dalam tanah sangat terbatas.

Kandungan unsur hara pada pupuk organik cair cukup lengkap karena terdapat kandungan unsur hara mikro dan makro. Tanaman membutuhkan unsur hara mikro hanya dalam jumlah sedikit dan merupakan unsur hara esensial dimana unsur hara mikro ini harus ada dalam tanaman. Meskipun dibutuhkan dalam jumlah sedikit, akan tetapi harga pupuk cair lebih mahal dari pada pupuk padat yang lainnya. Hal ini dikarenakan unsur mikro hanya diproduksi dalam jumlah sedikit karena biaya proses pengembangannya lebih mahal dari pada unsur hara makro. Pupuk organik cair memiliki kandungan unsur hara 1,03% N, 13,33% P, 0,04% K, Sulfat (SO4) 25,28%, 0,04% Cl, 0,31 C/N ratio, 90,46 ppm Fe, 19,20 ppm B, 1,06 ppm Cu, 0,01% Ca, 0,02% Mg, 0,80 ppm CO, 4,99 Mn, 21,44 ppm Mo, 18,32 ppm Zn, Moisture 16,52%, Ash 77,62 (Laboratorium Sucofindo, 2002).

Pupuk organik cair berfungsi untuk memacu pertumbuhan dan perkembangan akar, batang dan daun, selain itu juga pupuk organik cair dapat merangsang pertumbuhan anakan, cabang, bunga dan buah sehingga akan meningkatkan produktivitas tanaman.

Sumber rujukan/Daftar pustaka:

Karen S. 2004. Teknologi bio agrotek (biotani) tanaman padi, palawija dan hortikultura. H. 1-4. Dalam pusat pengembangan penataran guru teknologi Vocational Education Development Center Malang. Aplikasi pertanian terpadu PT. berau coal, Malang. Januari 2004. PPGT, Malang 

Laboratorium Sucofindo, 2002. Analisi kandungan pupuk organik prima. PT. Sucofindo, bandung

No comments:

Post a comment