Monday, 20 June 2016

Pengertian Pengelompokan Pajak

 
A. Pengelompokan Pajak

Pengertian pengelompokan pajak

1. Menurut golongannya:

  • Pajak langsung : pajak-pajak langsung yang dibebankan kepada wajib pajak yang bersangkutan atas obyek pajak yang merupakan penghasilannya dan tidak dapat dilimpahkan kepada orang lain.
  • Pajak tidak langsung : pajak-pajak yang pembebanannya dapat dilimpahkan atau digeserkan kepada pihak lain. Pada umumnya para produsen dapat melimpahkan beban pajaknya kepada konsumen yang merupakan pergeseran ke depan . Contohnya : Pajak pertambahan nilai dan Pajak penjualan atas barang mewah.

2. Menurut lembaga pengaturannya :

  •  Pajak Pusat 

"Pajak pusat yaitu pajak yang dipungut oleh pemerintah pusat yang pelaksanaanya di bawah wewenang langsung Direktorat Jendral Pajak Pusat. Sedangkan pelaksanaan pajak di daerah di bawah wewenang kantor wilayah Inspeksi pajak setempat". Contoh : Pajak bumi dan bangunan.
  • Pajak Daerah

"Pajak daerah yaitu pajak yang dipungut oleh pemerintah daerah dan digunakan untuk membiayai rumah tangga daerah".

- Pajak daerah terdiri atas:

  • Pajak Daerah Propinsi
Contoh pajak daerah propinsi adalah : Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), Pajak Pemanfaatan Air Bawah Tanah  dan Air Permukaan (ABT-AP) dan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB).
  • Pajak Daerah Kabupaten/Kota
Contoh pajak daerah kabupaten/kota adalah Pajak hotel, pajak restoran, pajak hiburan, pajak reklame, pajak penerangan jalan, pajak pengambilan bahan galian golongan C, dan pajak parkir.

3. Menurut Sifatnya:

  • Pajak Subyektif

Pajak subyektif yaitu jenis pajak yang dalam proses pemungutannya bertitik tolak pada diri orangnya sebagai wajib pajak secara subyektif. Dengan demikian besar kecilnya tanggungan pajak yang harus dibayarkan tergantung kepada status subyek dari wajib pajak tersebut yang merupakan kemampuan daya pikul masing-masing. Misalnya pada pemungutan pajak penghasilan tergantung kepada status wajib pajak dalam jabatanya yang mempengaruhi jumlah penghasilannya.
  • Pajak Objektif

Pajak objektif yaitu pajak yang proses pemungutannya bertitik tolak pada objeknya, dimana jumlah besarnya objek pajak ini tergantung kepada peristiwa-peristiwa keadaan, perbuatan hukum yang terjadi dan dilakukan di dalam wilayah Indonesia, dengan tidak memperhatikan domisili dan subjek pajak. Misalnya pajak atas bunga deposito, pajak deviden, royalti dan cukai.

No comments:

Post a comment