Sunday, 19 June 2016

Pengertian Pajak Dan Fungsi Pajak Di Indonesia

 
Pengertian pajak 
 A. Pengertian Dari Pajak Dan Fungsi Pajak

Pajak merupakan salah satu sumber penghasilan negara yang dapat memberikan kontribusi cukup besar terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) bagi pemerintah pusat dan daerah.

Peningkatan pendapatan dari pajak sangat mempengaruhi kemampuan negara dalam meningkatkan pembangunan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarkat serta usaha untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, maka diadakan pemungutan pajak yang hasilnya digunakan untuk masyarakat itu sendiri.

Berdasarkan penjelasan di atas dapat di artikan bahwa pajak adalah iuran negara dari rakyat yang mewajibkan membayarnya karena undang-undang, dapat dipaksakan, dan pemerintah tidak memberikan balas jasa yang langsung dapat ditunjuk.

1. Definisi Pajak Menurut Para Ahli Di Bidang Ekonomi Dan Akuntansi

  • Menurut Penjelasan dari Prof. Dr. P.J.A. Adriani :

"Pajak adalah iuran kepada negara (yang dapat dipaksakan) yang terhutang oleh yang wajib membayarnya menurut peraturan-peraturan, dengan tidak mendapatkan prestasi kembali, yang langsung dapat ditunjuk dan yang gunanya adalah untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran umum berhubungan dengan tugas negara untuk penyelenggarakan pemerintah". (Atep Adya Barata, 1999: 1)
  • Menurut Penjelasan dari Prof. Dr. Rochmat Soemitro, SH :

"Pajak adalah iuran rakyat kepada kas negara berdsarkan undang-undang (yang dapat dipaksakan) dengan tiada mendapat jasa timbal balik (kontra prestasi), yang langsung dapat ditunjukan dan digunakan untuk membayar pengeluaran umum'. (Mardiasmo, 2000 : 1)
  • Menurut Dr. Soeparman Soemahamidjadja dalam disertasinya yang berjudul "Pajak berdasarkan Asas Gotong Royong" :

"Pajak adalah iuran wajib, berupa uang atau barang, yang dipungut oleh penguasa berdasakan norma-norma hukum guna menutup biaya produksi barang-barang dan jasa-jasa kolektif dalam mencapai kesejahteraan umum". (Santoso Brotodihardjo, 1998 : 5)

Dari ketiga pendapat para ahli di atas jelas terlihat adanya kesamaan pemahaman dalam menempatkan timbulnya hubungan dan kegunaan pajak dalam suatu masyarakat, baik dari segi hukum, ekonomi, sosial, maupun dari segi tugas negara.

Definisi yang telah dikemukakan oleh para ahli di atas jelas terlihat adanya pemahaman yang telah disesuaikan dengan kondisi fungsi pajak dalam iklim perpajakan Indonesia. Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa :
  1. Pajak merupakan setoran sebagian kekayaan individu atau badan untuk kas negara sesuai dengan ketentuan undang-undang serta aturan pelaksanaanya.
  2. Sifat pemungutan pajak dipaksakan terus-menerus, tidak mendapat prestasi kembali secara langsung.
  3. Penerimaan pajak oleh negara dipakai untuk pengeluaran-pengeluaran negara dalam melayani kepentingan masyarakat.
  4. Pajak dapat pula mempunyai tujuan yang tidak budgeter, yaitu regulered (mengatur)

2. Fungsi Pajak

Fungsi pajak dalam masyarakat suatu negara terbagi 2 (dua) jenis fungsi, yaitu:
  •  Fungsi Budgeter 

Fungsi Budgeter yaitu fungsi pajak yang bertujuan untuk memasukan penerimaan uang untuk kas negara sebanyak-banyaknya dalam mengisi RAPBN, sesuai dengan target penerimaan pajak yang telah ditetapkan.
  • Fungsi Regulered (mengatur)

Fungsi regulered yaitu fungsi pajak yang secara tidak langsung untuk memasukan uang sebanyak mungkin, tetapi pajak dipakai sebagai alat untuk menggerakan perkembangan sarana perekonomian nasional yang produktif karena adanya fasilitas-fasilitas pajak, maka hal demikian dapat menumbuhkan obyek pajak dan subyek pajak baru yang lebih banyak lagi, sehingga tumbuhnya basis pajak lebih meningkat". (Mardiasmo, 2000 : 2) 

Sumber rujukan/Daftar pustaka :

Barata, Atep Adya., 1999. Perpajakan jilid 1. Penerbit CV. Amiro Bandung. 

Brotodihardjo, Santoso., 1998, Pengantar ilmu hukum pajak. Penerbit PT. Refika Aditama Bandung.

Mardiasmo., 2000. Perpajakan. Penerbit Ando Yogyakarta.

Soemitro, Rochmat., 1987. Azas dan dasar perpajakan 1. Penerbit PT. Eresco Bandung.




No comments:

Post a comment