Monday, 20 June 2016

Pengertian Pajak Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor

 
Pengertian Pajak Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor

A. Pengertia Pajak Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor

Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor atau disingkat dengan sebutan BBN-KB merupakan sumbangan pendapatan pajak yang paling besar jika dibandingkan dengan pendapatan asli daerah dari jenis pajak lainnya.

Adapun salah satu alasan diadakannya pungukutan BBN-KB ialah karena adanya gejala spekulasi objek (kendaraan bermotor) oleh banyak pedagang-pedagang kendaraan bermotor, disamping itu sebenarnya nilai jual kendaraan bermotor tersebut bisa disamakan  dengan perjanjian harta tidak bergerak.

Objek pajak Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor adalah setiap penyerahaan kendaraan bermotor dalam hak milik. Dalam hal ini, pajak tidak akan dikenakan pada setiap penyerahan yang bukan hak milik. Yang dimaksud penyerahan dalam hal ini adalah penyerahan dalam hak milik sebagai akibat perjanjian kedua belah pihak atau dapat pula perbuatan sepihak.

Dalam peraturan pemerintah nomor 65 tahun 2001 tentang pajak daerah, Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor setiap penyerahan kendaraan bermotor dapat dibebaskan dari BBN-KB adalah penyerahan kendaraan bermotor kepada:
  1. Pemerintah pusat dan Pemerintah daerah.
  2. Kedutaan, konsultan, perwakilan asing dan lembaga-lembaga internasional dengan asas timbal balik.
  3. Subjek pajak lainnya yang ditetapkan dengan peraturan daerah. 

Adapun besar tarif BBN-KB ditetapkan dengan peraturan sebagai berikut:

1. Untuk penyerahan pertama ditetapkan sebesar:

  • 10% untuk kendaraan bermotor bukan umum.
  • 10% untuk kendaraan bermotor umum.
  • 3 % untuk kendaraan bermotor jenis alat-alat berat dan alat-alat besar lainnya.

2. Untuk penyerahan ke dua ditetapkan sebesar:

  • 1% untuk kendaraan bermotor bukan umum.
  • 1% untuk kendaraan bermotor umum.
  • 0,3% untuk kendaraan bermotor jenis alat berat. 

3. Sedangkan penyerahan karena warisan ditetapkan sebesar:

  • 0,1% untuk kendaraan bermotor bukan umum.
  • 0,1% untuk kendaraan bermotor umum.
  • 0,03% untuk kendaraan bermotor jenis alat berat

No comments:

Post a comment