Tuesday, 28 June 2016

Landasan Teori Kulit Telur Dalam Studi Kimia

Landasan Teori Kulit Telur Dalam Studi Kimia

A. Pengertian Kulit Telur

Kulit telur merupakan lapisan terluar dari telur yang berfungsi untuk melindungi semua bagian telur dari luka dan gangguan mikroba yang dapat merusak telur.

Kulit telur membutuhkan waktu yang sangat lama untuk proses pembentukannya pada uterus di oviduct. Kandungan kalsium selama empat jam pertama berkisar 2,2% yang meningkat menjadi 5,6% per jam selama 16 jam berikutnya. Kulit telur ayam betina terbentuk dari pemberian pakan ternak dan rangka kalsium yang tersedia. Sekitar 47% rangka kalsium dialihkan untuk pembentukan kulit telur terluar. Untuk budidaya ayam petelur, kandungan kalsium harus lebih tinggi selama ayam tersebut masih memproduksi telur, karena kalsium sangat diperlukan untuk membentuk kulit terluarnya (Darmono, 1995).

Terdapat 4 (empat) lapisan kulit telur bila dilihat dengan menggunakan mikroskop :

1. Lapisan kutikula

Lapisan kutikula merupakan protein transparan yang melapisi permukaan kulit telur. Lapisan ini melapisi pori-pori pada kulit telur, tetapi sifatnya masih dapat dilalui gas sehingga keluarnya uap air dan gas CO2 masih dapat terjadi.

2. Lapisan busa

Lapisan busa merupakan bagian terbesar dari lapisan kulit telur. lapisan ini terdiri dari protein dan dan lapisan kapur yang terdapat unsur dari kalsium karbonat, kalsium fosfat, magnesium karbonat dan magnesium fosfat.

3. Lapisan mamilary

Lapisan mamilary merupakan lapisan ketiga dari kulit telur yang terdiri dari lapisan yang berbentuk kerucut dengan penampang bulat atau lonjong. Lapisan ini sangat tipis dan terdiri dari anyaman protein dan mineral.


4. Lapisan membran 

Lapisan membran merupakan bagian lapisan kulit telur yang terdalam. Terdiri dari dua lapisan selaput yang menyelubungi seluruh isi telur. Tebalnya lebih kurang 65 mikron (Nasution, 1997).

Komposisi kimia dari kulit telur terdiri dari protein 1,71%, lemak 0,36%, air 0,93%, serat kasar 16,21%, dan abu 71,34% (Nasution, 1997). Berdasarkan hasil penelitian, serbuk kulit telur ayam mengandung kalsium sebesar 401±7,2 gram atau sekitar 39% kalsium, dalam bentuk kalsium karbonat. Terdapat pula strontium sebesar 372±161 ʮg, zat-zat beracun seperti Pb, Al, Cd dan Hg terdapat dalam jumlah kecil, begitu pula dengan V, B, Fe, Zn, P, Mg, N, F, Se, Cu dan Cr (Schaafsma, 2000).

Sumber rujukan/Daftar pustaka:

Darmono, 1995. Logam dalam sistem Biologi Makhluk Hidup. Jakarta : UI Press

Nasution., 1997. Pengaturan penguasaan penggunaan tanah dalam upaya pengendalian tanah pertanian sawab beririgasi dan mempertahankan swasembada beras. Yogyakarta : Seminar Nasional Studi Kebijakan Tata Ruang dab Pertanahan

Schaafsma, 2000. The protein digestibility corrected amino acid score. J Nutr.: 130:1865s-1867s

No comments:

Post a comment