Monday, 23 May 2016

Mengenal Jenis Burung Walet Untuk Budidaya

A. Mengenal jenis burung walet


     Burung walet adalah salah satu spesies burung yang mampu menghasilkan sarang yang baik bagi kesehatan manusia. Harga sarang burung walet bisa dibilang sangat menggiurkan, untuk harga 1 kg sarang burung walet bisa menembus angka 5 juta tergantung pada kualitas sarang tersebut. Harga sarang burung walet yang supermahal. Hal ini yang menyebabkan banyak pengusaha yang berbondong-bondong membuat gedung untuk menghasilkan sarang burung walet dan menjualnya.

     Selain itu juga, sarang burung walet sangat diminati banyak masarakat karena khasiatnya untuk kesehatan tubuh. Bagi yang ahli dalam pengolahan sarang burung walet, sarang burung walet  dapat dijadikan makanan yang memiliki nilai jual tinggi.

     Membangun sebuah usaha sarang burung walet membutuhkan persiapan yang matang, selain itu juga membutuhkan informasi/konsultasi tentang teori-teori dengan orang yang telah berhasil dalam budidaya sarang burung walet ini. Agar dalam memulai suatu usaha dalam bidang sarang burung walet mendapatkan hasil yang memuaskan.

1. Jenis-Jenis Burung walet

  • Burung walet hitam 

     Ciri-ciri burung walet hitam, memiliki warna bulu bewarna hitam kecoklatan. Sarang yang dihasilkan akan bewarna hitam. Penyebab sarang burung walet bewarna hitam yang dihasilkan dari jenis burung walet ini yaitu pada saat pembuatan sarangnya, burung walet menggunakan air ludahnya yang dicampur dengan bulu. Banyaknya bulu yang melekat pada sarangnya sehingga membutuhkan penanganan khusus, harga sarang burung jenis ini tidak semahal dengan harga sarang burung walet putih.

     Burung walet hitam memiliki panjang ekor seperti burung walet janis lainnya. Ada celah pada ekor, dan warna bulu pada ekor adalah coklat abu-abu. Panjang tubuh walet hitam berkisar 12 cm dan jika terbang, kepanjangan sayap keseluruhan menjadi 26 cm. Burung ini mampu terbang 100 km/jam.

     Apa bila dilihat secara sekilas, Rupa burung walet hitam akan sama seperti burung walet putih. Warna mata pada burung walet hitam adalah coklat tua. Sedangkan untuk warna paruh dan kakinya adalah sama yaiutu bewarna hitam. Namun suara burung walet hitam berbeda dengan suara burung walet jenis lainnya, suara burung jenis ini mirip dengan suara kelelawar yaitu mencicit.

     Penyebaran burung walet hitam dari ujung Jawa Barat hingga ujung Jawa Timur. Penyebaran diluar dari pulau Jawa, dapat dijumpai penyebarannya di pulau Kalimantan dan Sumatra. Untuk penyebaran di pulau kalimantan dapat dijumpai penyebarannya pada pulau Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah dengan membuat sarang di dalam goa yang tersembunyi.

     Burung walet hitam walau berada di dalam gua yang gelap tetap akan mampu terbang bebas dan tidak akan menabrak atau tersesat. Karena burung walet hitam memiliki radar ekonavigasi untuk kembali kesarang dan mencari makan disaat malam hari ataupun siang.

     Burung walet hitam hanya mampu menghasilkan telur satu butir saja dengan warna putih dan bentuknya lonjong. Hal ini yang menyebabkan lambatnya berkembangbiakan burung walet hitam.

     Selalu bergerombol dan terbang tinggi dalam hal mencari makan, dan sama persih dengan jenis burung walet lainnya. Pandangan matanya yang tajam, burung walet mampu melihat mangsanya yang jaraknya jauh, dan mengetahui letak sarangnya yang jauh pula.

Selain jenis burung walet hitam ada juga jenis burung walet gunung. Penjelasan tentang jenis burung walet gunung akan disajikan pada artikel yang akan datang. Maaf admin sedang lelah butuh istirahat ditunggu saja artikel selanjutnya. Atas perhatiannya terima kasih.




Sunday, 22 May 2016

Syarat Lokasi Tumbuh Tanaman Lada

Bagaimanakah syarat lokasi tumbuh tanaman lada yang baik?

A. Syarat Lokasi Tumbuh Tanaman Lada

Syarat lokasi tumbuh tanaman lada sangat penting untuk diperhatikan dan harus dipenuhi karena keadaan sekitar tanaman sangat mendukung perkembangan tanaman tersebut . Syarat lokasi tumbuh tanaman lada meliputi ketinggian tempat, iklim, dan jenis tanah.

1. Ketinggian tempat

Ketinggian tempat yang baik untuk pertumbuhan lada berkisar antara  3-1.100 m dpl yaitu antara dataran rendah, sedang, hingga sedikit memasuki daerah pegunungan.

2. Iklim

Iklim yang cocok untuk tanaman lada adalah daerah yang memiliki perubahan musim yang cukup baik dan musim kemaraunya cukup panjang sekitar (2-3 bulan) untuk memaksimalkan perkembangan dan bertumbuhan bunga dan buah lada.

3. Jenis Tanah

Jenis tanah yang baik untuk tanaman lada adalah yang mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
  1. subur dan mengandung banyak bahan organik.
  2. tidak tergenang air jika musim hujan dan tidak terlalu kering di musim kemarau.
  3. pH/kadar keasaman tanah berkisar 5,5-7,0.
  4. Jenis tanah podsolik, lateritic, latosol, dan ultisol).
  5. lapisan tanah yang mengandung humus sekitar 1-2,5 meter
  6. tanah gambut
Perlu diketahui bahwa untuk mengoptimalkan pertumbuhan tanaman, produksi buah, dan mempertahankan keremajaan vegetatif  membutuhkan kondisi tanah sebagai berikut:
  1. bahan organiknya banyak.
  2. struktur organiknya baik dan ramah.
  3. drainase, sirkulasi udara dan air dalam tanah baik.
  4. komposisi kimia dan fisika tanah juga baik
  5. mengandung unsur seperti N, P, K2O, CaO, MgO, dan SO4.
Demikian penjelasan singkat untuk syarat lokasi tumbuh tanaman lada.

Sumber referensi:

Sarpian.T. 1999. Lada, meprcepat berbuah, maningkatkan produksi, dan memperpanjang umur. Penerba Swadaya: Jakarta.

Monday, 16 May 2016

Apa itu skripsi?

A. Pengertian Skripsi


     Skripsi adalah suatu karya tulis ilmiah, berupa tulisan hasil penelitian yang membahas suatu masalah dalam bidang ilmu tertentu dengan menggunakan kaidah-kaidah ilmiah yang berlaku. Skripsi disusun oleh mahasiswa untuk memenuhi salah satu syarat kelulusan untuk menjadi seorang sarjana (S1).

    Bimbingan Skripsi merupakan proses pengarahan dosen kepada seorang mahasiswa dalam menyusun skripsi. Pembimbing skripsi adalah dosen yang diberi tugas oleh Dekan untuk memberi bimbingan skripsi.

    Penelitian adalah kegiatan yang terencana, terarah, sistematis, dan terkendali dalam upaya memperoleh data dan informasi dengan menggunakan metode ilmiah untuk menjawab pertanyaan atau menguji hipotesis dalam bidang ilmu tertentu. Sumber data untuk penyusunan skripsi dapat diperoleh melalui data primer, data sekunder, dan data tersier.

      Data primer adalah data yang diperoleh peneliti dilapangan, baik melalui wawancara maupin hasil pengamatan langsung lainnya. Data sekunder adalah data yang diperoleh dengan memanfaatkan hasil pengumpulan data dari pihak lain,  misalnya profil kelurahan, data Badan Pusat Statistik, dan rekam medik. Data tersier dapat diperoleh dari tesis, disertasi, jurnal, dan majalah ilmiah.


B. Materi Skripsi


       Permasalahan yang akan diangkat menjadi topik skripsi dikembangkan dari bidang ilmu masing-masing dan bidang ilmu yang terkait. Materi karya tulis ilmiah didasarkan atas data dan/informasi yang berasal dari studi kepustakaan , penelitian, laboratorik, dan/peneliti lapangan. Hal ini dimasukan agar mahasiswa memperoleh pengalaman penelitian, baik kepustakaan, laboratorik, dan lapangan, serta menuangkannya dalam bentuk paparan karya tulis ilmiah.

Daftar Pustaka

2015. Buku pedomam pembuatan skripsi Universitas Mulawarman. Samarinda

Total Pageviews

Kategori